Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
Tempat bersandar


__ADS_3

#ZivaPov


tangannya menggenggam erat tanganku,


aku hanya terdiam tak bersuara.


"paling tidak, istirahat lah dahulu sampai dirimu pulih baru kau boleh pergi" ucapnya menahan ku.


aku masih berfikir sejenak, benar juga yang dikatakannya tenaga untuk berjalan saja aku tidak punya, tempat yang aku tuju saja aku tidak tau lantas aku harus pergi kemana.


Aku kembali menangis meratapi diriku yang di kejami oleh keadaan.


"sini" ucapnya sambil melebarkan tangannya.


tanpa aba aba aku langsung masuk dalam pelukan hangat nya, pelukan yang menenangkan.


dengan sadar aku menangis di dadanya dan dia kembali mengecup keningku. entah karena hal apa, aku tidak meronta seperti sebelumnya saat dia tiba tiba menciumku. kini ciuman yang mendarat di keningku malah menjadi obat penenang ku, dada bidangnya menjadi tempat bersandar ku. nyaman sekali, andai seseorang sepertinya bisa aku miliki dalam hidupku betapa bahagianya diriku. tapi rasanya sangat tidak mungkin. Bagaimana bisa fikiran ku selancang itu, seorang petinggi dengan kriteria sangat berkelas. ah tidak, tidak mungkin menginginkan pangeran sepertinya sedangkan diriku dipenuhi rasa iba apalagi sekarang aku tidak tau lagi harus bagaimana. jalan hidupku saja sudah terjal sekali rasanya.


"menangis lah, ada aku disini" ucapnya sembari mengusap punggung ku.


aku melepaskan pelukannya tapi pinggangku yang ditahan olehnya sehingga pandangan kami begitu dekat.


"pak key..." ucapku gugup.


"Hem" jawabnya singkat

__ADS_1


"apa pak key yang mengganti pakaianku?"


aku yang tersadar karena baju ku sudah berubah menjadi piyama tidur apa mungkin dia sendiri yang menggantikan secara tidak ada orang lain di tempat ini.


"iya aku yang menggantinya"jawabnya sambil tersenyum


aku terkejut mendengar jawabannya, berati benar saja dia sudah mengganti pakaian ku rasa nya aku ingin menghilang saja dari bumi karena ini sangat memalukan sekali.


"kenapa diam saja hemm"


aku tertunduk malu menutupi pipi ku yang merah merona


"pak key, apa bapak masih marah ketika meeting tadi siang"


"tentu saja, aku marah padamu"


"Ha ha ha benarkah?" dia pun terbahak mendengar alasanku terdengar sangat lucu baginya tapi hal ini yang membuatku tersenyum bisa melihat tawanya selepas itu.


aku tidak yakin pak key yang di meeting siang tadi adalah sosok asli dirinya yang tadi siang itu adalah sosok yang berbanding terbalik dengan sifat aslinya tapi entahlah mungkin aku yang terlalu jauh berfikir tidak bisa membedakan profesionalisme dan sifat aslinya.


"jika kau lelah beristirahat lah disini di ranjang ini, aku akan tidur di sofa."


"aku saja pak yang tidur di sofa" ucapku menolak.


"tidak, aku tidak mengijinkan dirimu tidur di sofa biar aku saja atau kau mau kita tidur di sofa hemm atau tidur bersama di ranjang" ujarnya meledek.

__ADS_1


"o tidak tidak, aku akan tidur disini"


seketika aku mengambil posisi merebahkan diriku kembali ketempat tidur, dengan sigap pak key memakai kan selimut untukku.


"tidurlah beristirahat lah, Good night" ucapnya sambil mengusap pucuk kepalaku


aku hanya tersenyum dan berkata


"terimakasih pak"


"jangan panggil aku pak, terlalu formal dan terlalu tua untukku, panggil saja namaku" ujarnya


"tapi bapak adalah CEO di perusahaan ini mana mungkin aku bisa seenaknya memanggil bapak dengan panggilan nama biasa".


dia melirik ku dengan tajam aku tau maksudnya bahwa dia paling tidak suka dengan orang yang membantah nya.


"em em oke baiklah Key, good night "


.


.


.


.

__ADS_1


#jangan lupa like,komen,vote ya✌️ biar author semangat up nya 🤗✨


__ADS_2