Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
belum siap


__ADS_3

key beralih dan mengangkat telpon dari Danu karena urusan Kantor, sementara Ziva merapikan kembali bajunya.


malam itu hasrat mereka harus terhenti dan ziva memilih untuk masuk ke kamar dan beristirahat.


hari demi hari mereka lalui bersama di apartemen dan juga di kantor.


Hari ini Key baru saja selesai meeting.


"Danu, jadwalku selanjutnya apa?"


"tidak ada tuan, hanya ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani"


"baiklah kalau begitu, itu nanti saja aku ingin bertemu ziva dulu, aku merindukan nya" ucap key terang terangan


mendengar hal itu membuat Danu tersenyum dan mengerti maksud dari bos nya, ia melangkahkan kaki dan keluar dari ruangan key.


tak ingin berlama lama key pun menelpon kekasihnya untuk datang ke ruangannya


"Halo, kemarilah aku butuh sesuatu"


dan 5 menit kemudian ziva pun muncul di hadapan key


"ada apa"


"kemarilah"


ziva pun melangkah mendekati key yang duduk di sofa


"tadi katanya kau butuh sesuatu kan?"

__ADS_1


"iya, aku butuh kamu" ucap key menarik tangan ziva untuk duduk di pangkuan nya


"keey, bagaimana nanti kalau ada yang lihat"


"biarkan saja ini kan kantorku"


"iya tau tapi kan"


"ssssttttt, kamu gak kasihan pacar kamu capek karena baru selesai meeting Berjam jam"


"iya aku ngerti tapi nanti ada yang lihat terus mergokin kita gimana, aku belum siap go publik"


"sayaaaaang" ucap key manja


ziva pun tersenyum dan mendarat kan ciuman nya ke bibir kekasihnya itu


"kamu nakal ya, padahal aku belum mulai" ledek key


"bukan ini, tapi yang lebih dari ini" bisik key lirih


"ih key ingat ini di kantor"


"jadi kita boleh melakukan di apartemen Hem?"


"tentu saja tidak"


"sayaaaaaang" kemudian key mendekatkan wajahnya dan mereka pun bercumbu saling bertukar Saliva satu sama lain


jari jemari key juga tak kalah beraksi, ia pun membuka kancing kemeja yang di kenakan ziva

__ADS_1


dan menurunkan nya hingga batas pinggang, ia menyusuri area sensitif pacarnya itu dan meninggalkan jejak kepemilikan di bagian atas dada milik ziva.


"emmmhh " desah ziva menikmati sentuhan kekasihnya


key pun menggendong ziva dan membawanya menuju ruang istirahat pribadinya di kantor itu


setelah membaringkan tubuh ziva ia melepas jas yang di kenakan nya


"key ini di kantor" ucap ziva menahan key yang hendak melepaskan kemejanya


"aku tau, tidak ada yang berani mengganggu kita sayang"


key pun melanjutkan cumbuan nya dan kini tangannya menyusup di rok mini milik ziva


"aahhh key" desah ziva saat key menyentuh **** ***** itu


key beralih lagi ke bibir ziva dan kini lidahnya bermain di mulutnya


"sayang stop" ucap ziva dan sontak mengagetkan key


key pun nampak kebingungan dan akhirnya ziva merapikan kembali bajunya dan pergi begitu saja meninggalkan key


"hey mau kemana, sayang... sayang tunggu"


ujar key namun tetap saja tidak di hiraukan oleh ziva.


ziva pun menuju ke kamar mandi di kantor itu dan menatap raut wajahnya di pantulan cermin


"aku belum siap untuk lebih jauh key, maafkan aku mengecewakan mu" ucap ziva dalam hati

__ADS_1


setelah membasuh muka ziva kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


__ADS_2