Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
Cinta


__ADS_3

key kembali ke dalam dan berkumpul bersama Tania dan ziva


"Pak ayo silahkan duduk kami sudah Persiapkan makan malam"


key mengangguk dan tersenyum dan mereka pun makan malam bersama


"ow iya untuk masalah iklan produk baru kita, saya sudah urus jadi kalian berdua tidak usah susah payah lagi mengurus nya"


"ya ampun pak terimakasih maafkan kami semakin merepotkan bapak" ucap Tania


"fokus lah dengan kesehatan kalian dulu agar bisa cepat pulih"


Tania dan ziva mengangguk atas pernyataan key


waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam


key dan ziva pun berpamitan


"Tan, kami pulang dulu ya istirahatlah dan jaga kesehatan, sampai ketemu di kantor" ucap ziva sembari memeluk Tania


"iya ziv, kalian berdua hati hati ow iya sekali lagi makasih banyak ya udah mau repot-repot datang kesini, terutama pak key hehe pemandangan langka banget" ujar ziva meledek.


key hanya tersenyum dan mereka pun berpisah di depan rumah Tania.


di sepanjang jalan Key selalu menggenggam tangan ziva sembari sesekali mengecupnya hal ini membuat ziva tersenyum dan tersipu akan tingkah manja key


"kamu tidak pulang kerumah" ucap ziva


"dirumah, aku tidak ditemani pacarku jadi buat apa"


"emm mama sama papa kamu di luar negeri?"


"iya, mama ku lebih memilih tinggal dengan papa di luar negeri, disana ada perusahaan papa, dulu sebenernya mama tinggal denganku namun melihat papa pulang pergi mama tidak tega melihatnya jadi mama memutuskan untuk ikut tinggal disana" jawab key

__ADS_1


"lantas apartemen itu, kenapa kau menghamburkan uang untuk membeli nya padahal kau kan cukup tinggal dirumah mu saja"


sejenak key pun menatap ziva dan mobil mereka berhenti sejenak


"loh kok berhenti key"


"dulu apartemen itu juga pernah dihuni oleh Laura dan dulu aku sengaja membeli nya untuk dia namun dia meninggalkan ku " ujar key dalam hati.


key tidak mampu menjelaskan bahwa Laura juga dulu pernah di posisi ziva dan bahkan ia berharap dulu apartemen itu akan menjadi tempat tinggal mereka berdua


"emm aku membelinya untuk diriku sendiri karena teman teman ku dulu sering berkunjung jadi aku berinisiatif untuk membelinya agar mereka lebih leluasa saja " jawab key sembari mengelus lembut pipi ziva


mereka pun melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di apartemen.


ketika ziva hendak menuju ke kamar tangan key tiba tiba meraih lengan ziva dan mendekap nya.


"sayang" ucap key manja


"kangen"


"kangen, bukannya kita hampir 24 jam bertemu kamu bilang kangen"


"apa tidak boleh aku bilang kangen dengan pacarku sendiri"


kemudian key memeluk ziva dengan erat


"terima kasih sudah menerima ku, aku sungguh mencintaimu ziv"


ziva tersenyum dan membalas pelukannya


"Cinta? dulu mungkin saja kau berkata seperti ini dengan mantanmu, bukannya sama saja"


"apa kau sedang cemburu dengan mantanku"

__ADS_1


"emm bukannya aku harus melatih mental dari sekarang pacarku sangat populer siapapun pasti mendambakan nya"


"hehe tidak, kamu lah pemilik hati ku sayang,"


"benarkah?"


"apa kamu masih ragu padaku" ujar key sembari mengecup lembut leher ziva


ziva tersenyum dan menggeleng ia percaya atas apa yang key ucapkan


"apa aku boleh....?"


"apa !! tidak boleh!!"


tangan key meraih tengkuk leher ziva dan melepaskan ciuman nya di bibir mungil ziva, key menggiring badan ziva menuju keruang tamu, Key melepaskan jas abu abu yang kemudian di susul dengan kemeja putih yang di kenakan nya,ya kini ia sudah bertelanjang dada ziva kini menjadi candu tersendiri bagi key bahkan membuat key semakin bergairah. perlahan ia duduk di kursi dan menarik ziva agar duduk di pangkuan nya, kini mereka saling berhadapan dan perlahan key menurunkan bagian atas baju ziva hingga menyisakan penutup aset kembar ziva


"Sayang, aku mencintaimu" ucap key lirih dan kembali bibirnya Melu**at bibir ziva


tangan key menyusup ke daerah belakang dan melepaskan pengait bra ziva, dengan spontan tangan ziva menutup aset kembarnya dan perlahan key menciumi leher hingga ia menurunkan tangan ziva, key menelan salivanya setelah melihat pemandangan yang di depan matanya, tak tanggung tanggung ia menciumnya menyesapnya menghisap nya dengan lembut dan lidahnya bermain di area sensitif itu.


"ouhh key" desahan demi desahan yang keluar dari mulut ziva membuat key semakin rakus melakukan nya.


key mengangkat badan ziva dan membaringkan nya di sofa dan mereka berpindah posisi. suara ciuman yang nyaring itu menambah riuh suasana apartemen milik key


"kau milikku selamanya akan menjadi milikku"


kalimat itu seakan menjadi keyakinan sendiri untuk ziva, ketika key hendak melakukan lebih jauh tiba tiba ponsel key berdering dan panggilan itu berasal dari Danu.


"emmh sayang angkat ada telepon, mungkin saja penting"


"F*ck" decak key kesal


ziva hanya tertawa melihat tingkah geram key dan mengharuskan nya menghentikan aksi panasnya.

__ADS_1


__ADS_2