
#KeyPOV
kembali aku ******* bibirnya dia hanya pasrah dan tak menjawab ciuman ku.
"kenapa diam saja, apa kau tidak pernah melakukan nya dengan laki laki lain?" tanyaku penasaran.
dia mengangguk pelan
"benarkah? sungguh? jadi hanya aku yang sudah menyentuh bibirmu" ucapku bersemangat
dan dia juga hanya mengangguk kemudian aku memeluk nya mengusap punggung nya
"key, jangan seperti ini" tuturnya
aku pun menatapnya sembari mengerutkan keningku
"aku tidak ingin terlalu masuk dalam suasana ini, aku mohon padamu"
"kenapa ? apa kau ragu padaku"
"key, kau orang baik kau populer kau memiliki semua yang orang lain tidak bisa mereka miliki kau bisa memilih wanita wanita yang sepadan dengan mu bukan, aku mohon jangan turunkan standar mu hanya kau baru bertemu denganku jangan bawa aku ke duniamu aku mohon" ucapnya
"lantas kenapa, apa aku salah jika aku mendekati mu? justru karena aku bisa memilih siapa saja yang bisa aku dekati dan saat ini aku memilih mu"
"tapi aku tidak siap harus terluka lagi karena keadaan, ayahku ibuku dan aku takut nanti kau akan memperburuk keadaan ini" ujarnya terang terangan.
__ADS_1
aku hanya terdiam dan melepaskan genggaman di tangannya tak ku sangka dia berkata seperti ini.
sepanjang perjalanan kami hanya terdiam dan suasana malam yang hening menambah sunyi suasana di mobil itu.
"pak nanti di pertigaan depan berhenti ya" ujarnya kepada sopir pribadiku.
"tapi non, tuan key belum menyuruh berhenti"
"turuti saja" ujar ku yang memang sudah tidak mood dengan suasana ini
aku melihat jam tangan yang melingkar dan benar saja waktu sudah tengah malam dia bersikeras ingin turun di pertigaan.
"aku ingin sekali melarang nya namun kata katanya tadi menyakitkan"ujarku dalam hati
pandangan kami sama sama ke luar jendela
"yakin non mau turun disini, udah sepi lho non dan jam segini jarang ada kendaraan yang lewat" ujar sopir pribadi ku
aku hanya diam tak menghiraukan ziva yang bersikeras untuk turun dari mobil.
"iya pak, terimakasih sudah mengantar"
akhirnya dia pun berjalan pergi, entah rasa khawatir ini tidak bisa aku kendalikan.
"ikuti saja dia pelan pelan pak" ujarku pada sopir
__ADS_1
"siap tuan, saya juga takut kalo non ziva kenapa kenapa karena saya punya anak perempuan jam segini berjalan sendiri, terus terang saya khawatir tuan." tutur sopir pribadi ku.
perkataan sopirku makin membuat rasa takut dan khawatir ini semakin tinggi
"bisa bisa nya dia punya sikap keras kepala seperti itu arrggghh" aku mengacak kesal rambutku
"pak berhenti di depannya"
akhirnya aku pun menyuruh sopir untuk berhenti
dia pun terkejut saat melihat ku tiba tiba muncul
"lho key kamu....."
"masuk.. !!" ucapku menyuruh nya masuk dalam mobil
dia tak menghiraukan ajakan ku dan malah mempercepat jalannya, aku pun dengan sigap membuka pintu mobil dan mengejarnya.
"aww key sakit" ucapnya sambil memegang cengkraman tanganku di lengannya
"cepat masuk, aku paling tidak suka ada orang yang berani membantah ku" ujarku
"key, kau ini kenapa aku ingin pulang"
"pulang kemana ha!! pulang ke rumah ibu tirimu kau lebih memilih untuk disiksa ibumu dari pada ikut denganku ha jawab!!!"
__ADS_1
air matanya pun keluar saat aku membentak nya dan mencengkeram lengannya dengan kuat
"ziv, mengertilah jangan buat amarah ku meluap, laki laki mana yang tega membiarkan seorang wanita berjalan sendiri di malam hari" ujarku meredakan amarah.