
Aku menuju ruang kerja dan disana masih sepi. begitu lega rasanya karena tidak ada yang melihat ku keluar dari ruangan CEO sepagi ini.
"huh akhirnya masih sepi, kalau ketauan mereka bisa bisa aku jadi bahan gosip seluruh kantor deh" gumam ku dalam hati.
"permisi non" ucap laki laki yang tiba tiba membuyarkan lamunanku.
"eh pak Danu,ada apa pak"
"non ziva sudah sarapan? saya disuruh tuan muda untuk mengantarkan ini". ujar pak Danu sambil membawakan kotak makanan berisi sandwich.
"terimakasih pak"
"sama sama non, kalau ada perlu apa apa hubungi saya saja"
"iya pak"
kemudian pak Danu meninggalkan ruangan dan tak butuh waktu lama aku pun melahap sandwich nya
"tau saja kalau aku lapar" ucapku sambil tersenyum.
waktu menunjukkan pukul 11:00, tiba tiba CEO dari perusahaan itu datang dengan asisten dan laki laki paruh baya dengan penampilan yang tak kalah berkelas, seketika seluruh karyawan pun menunduk memberikan salam hormat kepada mereka.
__ADS_1
mereka berlalu dan menuju ruangan CEO.
"siapa laki laki paruh baya tadi aku baru melihat nya ?" ucapku bertanya kepada rekan semeja
"oh dia adalah ayah dari pak key, Pak Roy Alexander pendiri perusahaan ini, dan dia juga salah satu pebisnis berpengaruh di negara ini, tapi seperti nya dia tidak tinggal disini, dia lebih memilih tinggal di luar negeri bersama istrinya, dan alhasil perusahaan ini adalah tanggung jawab penuh pak key" Jawab mereka detail.
"Oh dia ayahnya, pantas saja auranya sama sama dingin" gumam ku dalam hati.
"ayo, sudah waktunya meeting" ujar mereka
kami pun segera bergegas dan beberapa menit kemudian CEO dan ayah nya itu pun masuk dan ikut menyaksikan jalannya meeting.
pandanganku tak lepas dari mereka berdua, ayah dan anak yang memiliki aura berkelas pantas saja mereka sangat berpengaruh di negara ini.
suara tersebut tiba tiba membuyarkan pandanganku, ternyata pak Roy sedari tadi sudah mengetahui ketika aku memandangi mereka sontak saja hal ini membuat ku kaget.
"kamu, em bagaimana tanggapan mu mengenai pemasaran produk baru ini" tanya pak Roy tegas.
aku yang sangat gugup tidak tau lagi harus menjawab apa karena kelalaian ku yang tidak menyimak meeting sejak tadi.
"kenapa sejak tadi kamu melamun? apakah ada kendala atau ada hal yang ingin kamu sampaikan" tanya pak Roy sekali lagi.
__ADS_1
"emm tidak kok pak, saya sedikit kurang enak badan" jawabku beralasan.
"apa perusahaan ini tidak memiliki hak cuti untuk setiap karyawan ! kenapa masih ada yang memaksakan diri untuk bekerja, disini kinerja kalian sangat berpengaruh untuk peluncuran produk baru ini, kenapa masih ada hal hal seperti ini yang hanya membuat beban karyawan lain dan hanya memperlambat waktu saja !!!" ujar key lantang.
"Deg" jantungku serasa dihujam peluru tajam, rasanya sakit sekali mendengar perkataan dan nada bicaranya.
ya ini salahku tapi apa harus dia memaki ku di depan rekan rekan kantor dan apalagi sekarang ada pendiri perusahaan yaitu ayahnya, ya tuhan kenapa dia beda sekali
"Danu, kamu handle meeting ini, saya dan papa mau pergi rasanya sudah tidak mood lagi untuk melanjutkan nya" ucap key kesal
mereka akhirnya berlalu keluar ruangan dan kami melanjutkan meeting yang tertunda.
rasanya juga sudah tidak mood lagi apalagi rekan kerja yang terus menggeleng geleng karena kecerobohan ku.
"kenapa harus memakiku didepan ayahnya dan rekan kantor apa dia sengaja mempermalukan ku, kenapa laki laki itu punya 2 kepribadian aneh semalam di bukan seperti key tapi saat ini ah sudahlah rasanya lelah sekali aku ingin istirahat saja".
.
.
.
__ADS_1
#jangan lupa like,komen,vote ya ✌️