
Aku menurut saja dengan perkataannya.
suasana hening kembali.
"aneh sekali manusia ini, kenapa menyuruh ku kesini kalau tidak melakukan apa-apa." gumam ku kesal.
seketika dia membalikkan badannya yang bidang itu dan kembali menatap ku tajam.
perlahan langkah kakinya mendekatiku.
Refleks saja aku berdiri karena saking gugupnya dan membuat ku hampir terjatuh dan saat itu tangannya meraih pinggang ku hingga aku berada ke dekapannya. aroma parfum nya yang maskulin membuat kesan pria ini sangat tampan.
aku yang terus menatap nya, pun sebaliknya dia juga menatapku, jarak kami semakin dekat dan sangat dekat.
dan tiba tiba
"..cupp"... aku membulatkan mataku ketika bibirnya menyentuh bibirku.
"Apa ini !!!" teriakku dalam hati
__ADS_1
sontak aku melepaskan ciuman itu dan mendorong dada bidangnya. ya, dia telah merenggut ciuman pertamaku yang aku jaga selama ini untuk kekasih ku nanti, yang memang aku idam idamkan.
bukan dengan laki laki super dingin yang menyebalkan ini.
setelah berhasil mendorong nya aku pun berlari menuju kamar mandi ingin rasanya aku berteriak kesal. dan didalam kamar mandi aku terus memandangi diriku, rasanya sama sekali tidak percaya. aku sangat kesal dan terkejut dibuatnya. tapi rona pipiku merah dan ciuman tadi sangat nyaman argh aneh sekali kenapa laki laki itu seenaknya sendiri.
"Menyebalkan..!!!" teriakku sambil mencengkram kedua tanganku.
setelah beberapa menit aku menenangkan diri dikamar mandi, rasanya sangat malu dan aneh jika bertemu lagi dengannya. kini aku memutuskan kembali ke meja kerja ku dan melanjutkan beberapa pekerjaan yang memang belum ku selesaikan.
tiba tiba bunyi ponsel ku berdering, ya itu adalah panggilan dari sahabat ku Ara. dia mengajakku makan siang disebuah restoran cepat saji didekat kantor. tak lama aku pun menyetujui nya. rasanya memang aku perlu mengalihkan mood ku yang tidak bagus hari ini untuk bertemu mereka.
pekerjaan ku yang baru beres ini pun membuat ku terlambat untuk menemui Lula dan Ara.
ketika hendak beranjak keluar ruangan tiba tiba tanganku ditarik oleh laki laki yang tak lain adalah Key. CEO di perusahaan ini.
"hey apa apaan ini, lepaskan aku " ucapku kesal
"sebentar saja" ucapnya sambil menarik badanku hingga jarak kami semakin dekat.
__ADS_1
"apa kau gila, bagaimana bisa kau berbuat seperti ini pada karyawan barumu"
"justru karna aku CEO disini aku bisa melakukan apa saja yang aku mau, memecat mu atau bahkan menindas mu dulu" ucapnya sambil tersenyum.
"oke oke aku minta maaf soal kejadian waktu di cafe, karena keteledoran ku kau jadi kehilangan waktu penting mu ya kan,"
"hanya itu saja?, kesalahan mu sangat besar jadi kau harus bertanggung jawab akan hal itu".
"aku harus bagaimana,? apa kau akan memotong gaji pertamaku atau kau bahkan tidak memberiku gaji sama sekali,? dasar laki laki kejam".
"tidak, hanya saja aku ingin kau turuti semua ucapan yang keluar dari mulut ku, kau tidak bisa membantahnya atau kau mau tau konsekuensinya".
.
.
.
jangan lupa vote ya βοΈπ
__ADS_1