Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
Masalah baru


__ADS_3

setelah meeting berakhir, aku bergegas menuju meja kerjaku dan berniat untuk melanjutkan pekerjaan.


tak terasa waktu menunjukkan pukul 18:00. entah rasanya tidak mood untuk pulang ke rumah. pasti ibu tiri serta anak kesayangannya itu akan menelanku habis habisan. apalagi kemarin aku tidak pulang sama sekali.


aku masih melangkahkan kaki hingga sampai di halte. entah apa yang akan mereka perbuat terhadap ku nanti seketika dirumah. aku hanya bisa menghela nafas panjang. tidak mungkin rasanya aku kabur kerumah Lula ataupun Ara mereka sudah banyak sekali membantu dan menghiburku ditengah tengah permasalahan keluargaku selama ini. dalam hati ini sama sekali tidak ingin membebani mereka.


bis yang ku tunggu akhirnya datang dan segera aku mengambil tempat duduk ditepi jendela melihat pemandangan gemerlap kota dimalam hari.


aku termenung memikirkan apakah ayahku tidak merindukanku sama sekali, pernah terbesit dipikiran untuk mencarinya untuk memastikan apakah beliau baik baik saja. Tapi rasanya tidak mungkin aku terlalu lemah untuk itu. diujung dunia manapun seorang ayah yang baik pasti akan memberikan kabar untuk anak nya. entahlah selama ini ayah hanya memberi kabar 1tahun sekali itupun hanya pesan terhadap ibu tiri ku bahwa beliau mengirimkan uang untuk anak-anaknya. tapi sama sekali aku tidak menerima nya sepeserpun selama ini. beruntung nya dulu aku selalu mendapatkan beasiswa sekolah sampai lulus kuliah. dan untuk biaya hidupku aku menyempatkan untuk mengajar disalah satu situs belajar online anak anak. walaupun tidak seberapa nyatanya uang kebutuhan sekolah dan kuliahku dulu tidak pernah membebani ayahku. dan siapa sangka sekarang aku bekerja disalah satu perusahaan ternama di negara ini.


tak terasa akhirnya aku pun sampai di depan pintu gerbang rumah ku. dengan perlahan aku pun mengetuk pintu.


"permisi buk aku pulang" ucapku lirih.


tiba tiba suara pecahan gelas pun terdengar dari dapur.

__ADS_1


"oh ini dia wanita yang membuat semua orang sengsara, enak banget ya sekarang pulang pergi seenaknya" ucap perempuan remaja yang tak lain adalah celine adik tiri ku.


aku hanya diam, tak membalas satu katapun


"dasar wanita gatau diri, gatau terimakasih bisanya cuman bikin beban mamaku saja..!"


"oh jadi kamu masih ingat jalan pulang iya, kenapa apa diluar sana tidak ada yang membeli mu, bukankah wanita jal*ng sepertimu harusnya banyak pelanggan"


ujar ibu tiri ku menohok.


"apa maksud ucapan mu itu, yang jal*ng itu adalah kalian !!!!"


"Karena kalian yang telah merebut kebahagiaanku !! kalian mengambil ayah ku mengambil alih rumahku dan sekarang kalian bicara seolah olah ini adalah milik kalian !!!" dengan nafas terengah-engah aku mengeluarkan semua yang ada di benakku selama ini, aku selalu menuruti ucapan mereka tidak pernah aku membantah ucapannya dan menurut ku perkataan mereka saat ini sudah terlalu kelewatan.


plakkk.......!!!!!!

__ADS_1


tamparan keras mendarat di pipi kananku.


"dasar perempuan jal*ng kau sama ibumu sama saja beban, kalau saja dulu ayahmu tidak dijodohkan dengan ibumu, kejadiannya tidak akan seperti ini dia tidak akan punya anak tidak tau diri sepertimu!!! aku membencimu ibumu ya sampai kapanpun aku akan membenci kalian !!!"


air mataku tidak terbendung lagi dan mengalir begitu saja. aku berlari meninggalkan mereka berdua. sesampai di gerbang aku menjerit sejadi jadinya rasanya tidak tau lagi harus melakukan apa, dengan langkah gontai aku melangkahkan kakiku dari rumah itu seketika pandanganku buram dan


Bruuk !!.... aku menjatuhkan diriku di trotoar jalan.


.


.


.


#jangan lupa vote,like,komen ya 😁✌️

__ADS_1


__ADS_2