Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
weekend selesai


__ADS_3

#keyPov


"tapi key,..."


"san sudahlah tidak ada yang perlu kamu harapkan dari diriku, kau sahabat baikku sampai kapanpun"


"Key bagaimanapun juga aku berhak atas perasaan ku ini, kau mungkin belum bisa menerimanya tapi suatu saat akan aku pastikan perasaan ku ini tidak salah orang dan berlayar pada tempatnya" ujar Sandra yang kemudian beranjak dari kamarku dan meninggalkan tempat itu.


aku hanya diam dan tak menjawab, akhirnya aku memutuskan untuk ke kamar ziva.


"ziv..."


aku membuka pintu kamarnya ternyata dia sedang terlelap, dia gadis yang sangat mudah terlelap, sepanjang di villa ini rasanya sering kali dia berdiam diri dikamar dan tertidur.


aku mendekatinya dan mendudukkan diriku di tepi ranjang


"imut sekali" ucapku seraya mengelus pucuk rambutnya


namun perlakuan ku membuat nya terbangun dari tidurnya


"key, kenapa kau disini"


"ini villa ku apakah aku salah jika aku harus ke kamar ini?"


dia hanya menggeleng dan tersenyum datar


"kau kenapa apa kau sakit?" ujar ku sambil meletakkan tanganku di dahinya


"tidak aku tidak apa apa" jawabnya


"apa kau bosan disini, yasudah ayo kita pulang malam ini"


dia hanya terdiam namun mengangguk kan kepalanya


"aku akan panggil pegawai villa ini untuk membereskan barang barang kita"

__ADS_1


dia pun tersenyum memandangku seketika tangan ku mengelus lembut pipinya


"ayo" aku pun menggandeng tangannya dan menuju ke mobil.


sesampainya tiba tiba Leo Zack dan Bryan mengagetkan ku


"wah kalian juga mau pulang?" ujar Zack padaku


aku hanya mengangguk untuk menjawabnya


"sama kami juga mau pulang besok ada meeting dengan klien" ujar Zack


"yasudah ayo pulang, kalian hati hati dijalan kapan kapan aku ingin berkumpul lagi key kau harus luangkan waktu mu" ujar leo.


kami memang jarang bertemu mungkin 1-2 bulan baru kami bisa meluangkan waktu karena jadwal kami yang sangat padat.


"kau sendiri bry, bukankah proyekmu sudah selesai, lalu kenapa tidak melanjutkan liburanmu?" tanyaku pada Bryan


aku sengaja melontarkan pertanyaan karena sedari tadi aku melihat Bryan memandangi ziva


"proyek ku memang sudah selesai namun ada beberapa urusan kantor yang lain yang harus aku selesaikan" jawabnya santai


"wah wah kau makin berani saja key" ucap leo


sembari tertawa melihat kami bergandengan.


ziva pun melepaskan genggaman tanganku


"kenapa dilepaskan?" tanyaku pada ziva


akupun meraih kembali tangan ziva dan mengajaknya masuk kedalam mobil.


"see you guys" ujarku kepada leo Zack dan Bryan


kami pun berpisah setelah mobilku melaju di tengah malam.

__ADS_1


"kenapa kau tidak menyetir sendiri" tanya ziva


"aku lelah, dan aku punya banyak sopir pribadi" ujarku datar sambil menyenderkan kepalaku dipundaknya kemudian memejamkan mataku


"aku ingin bertanya padamu"


"bertanya? soal apa?"


"apakah kau punya kriteria untuk laki-laki yang akan mendampingi mu?"


dia hanya diam tak menjawab pertanyaan ku dan malah mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.


"aku bertanya padamu jawablah"


"aa.. itu... aku... aku tidak punya kriteria apapun"


"benarkah" jawab ku bersemangat.


"aku hanya tidak ingin laki laki yang seperti ayahku"


aku pun terbangun dari sandaran dipundaknya


dan menghadapkan wajahnya yang mulai berkaca kaca


"maaf soal pertanyaan ku" ucapku sambil mengusap butiran air mata yang keluar dari sudut matanya.


"jangan menangis aku tau kau begitu sangat merindukan ayahmu merindukan keluargamu merindukan kisah bahagia kalian dulu, aku tau perasaanmu, sudah jangan menangis ada aku"


kembali aku memeluknya dan tak lama aku meraih kembali lehernya dan mendekatkan wajahku dengannya dan ya bibir ini kembali mendarat di bibirnya.


"kenapa kau sangat cantik" ujarku sambil menatap mata indahnya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2