
melihat mereka datang aku hanya terdiam dan sibuk memainkan ponselku.
"kau sudah lama disini" tanya key
"he'em lumayan" jawabku tersenyum datar
key pun melihat dan menatapku seolah tidak puas dengan jawabanku.
aku mengalihkannya dengan membantu Sandra meletakkan beberapa cemilan dan beberapa botol wine ke atas meja.
makan malam akhirnya terlaksana dengan pemandangan yang sangat indah cuaca yang begitu terang di iringi alunan musik.
"kau mau" ujar Zack menawarkan wine kepadaku.
"emm tidak tidak aku ini saja," jawabku menunjuk minuman dingin yang Bryan berikan kepadaku.
"emm baiklah, kau beruntung key menemukan karyawan sepertinya" ujar Zack
"sedikit saja, ayolah" ujar leo sembari memberikan satu gelas berisi wine.
mereka pun menatapku berharap aku akan menerima tawaran untuk meminum nya
"sudah sudah dia tidak bisa minum jangan dipaksa" ujar key.
"oke oke baiklah" jawab leo.
aku hanya terdiam melihat mereka menghabiskan botol demi botol wine yang ada kecuali Bryan.
"tidakkah kalian sadar bahwa key dan Sandra malam ini memakai pakaian senada" ujar leo yang memang sudah terpengaruh oleh minumannya.
aku yang melihat bahwa benar sekali memang sudah seperti pasangan serasi saja dengan memakai outfit senada.
"wah apakah tahun ini majalah akan gempar lagi karena berita berita kalian hahaha" ujar Zack meledek.
Sandra hanya tersenyum
"baju ini pemberian papa waktu pulang dari Kanada waktu itu hanya saja aku baru sempat memberikan pada key, karena key sangat sibuk dengan urusan kantornya" ucap Sandra.
__ADS_1
"wah wah selangkah lebih dekat men" ujar leo
aku hanya terdiam rasanya ingin beranjak dari tempat itu.
tiba tiba tangan Bryan meraih tanganku
"Aku dan ziva permisi dulu, ada sesuatu yang harus ku beli" ujar Bryan
"kenapa harus dengannya?" tanya key
"apa tidak boleh?"
"em iya aku lupa aku harus membeli sesuatu juga jadi kebetulan Bryan juga mau keluar" ujar ku menambahkan.
key menatapku dengan tatapan dingin
"terserah kalian saja" ucap key
kemudian aku beranjak bersama Brian, aku tau sebenarnya Brian tidak benar benar ingin belanja hanya saja ingin mengalihkan ku dari momen Antara Sandra dan key.
Bryan terus menggenggam tanganku hingga menuju mobil.
"apa kau membutuhkan sesuatu?"tanya Bryan
"Hem" aku yang melamun tak menyadari pertanyaan yang Bryan lontarkan.
"em tadi katanya kau butuh sesuatu untuk dibeli?"
"i iya tapi aku sudah lupa" jawabku datar
"apa kau menyukai Key?" tanyanya
"apa? menyukai?"
"iya apa kau menyukainya?, ekspresi itu aku bisa melihat nya" ujarnya.
"aa tidak tidak, aku tidak menyukai nya, mana mungkin dia Bos ku di perusahaan haha sedangkan aku cuma karyawannya " jawabku beralasan.
__ADS_1
"jangan menutupinya, ku beri tau satu hal bahwa Keluarga Sandra dan key memang sangat dekat, bahkan dari dulu mereka sudah berkali kali dirumorkan berkencan oleh media namun nyatanya mereka tidak benar benar menjalin hubungan" ujar Bryan
entah kenapa Bryan menjelaskan begitu detail tentang hubungan Key dan Sandra, dia tersenyum menatap ku.
"tidak perlu dipikirkan terlalu jauh"ujarnya menasehati ku.
aku hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Bryan, Orang yang berhati lembut dan sangat peka terhadap perempuan.
diantara yang lain memang Bryan adalah sosok yang jarang sekali bicara. lebih sering menggunakan tindakannya karena itu dia lebih peka terhadap sesuatu hal.'
dan akhirnya kita berhenti di kedai es cream
"wah apa kau serius keluar hanya untuk membeli ini?"
dia hanya mengangguk dan tersenyum sembari mencubit pipiku.
aku pun tersenyum lebar melihat nya mengantri
"ini untukmu"ucapnya
tak berlama lama aku pun menerima dan melahap es cream nya.
"wah sudah lama aku tidak makan es cream seperti ini"
Bryan menatap ku dan tersenyum melihat tingkahku sesekali dia menyeka mulutku yang belepotan karena es cream.
"Dasar anak kecil" ucapnya meledekku.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#jangan lupa like,komen,vote✌️ biar author semangat up nya