
Setelah selesai membeli beberapa buah akhirnya ziva dan key kembali meneruskan perjalanan.
"pacarku masih cemberut, kenapa Hem"
ziva hanya menggeleng pelan dan tak menjawab satu patah katapun.
key hanya tersenyum dan mengelus pucuk kepala pacarnya itu dia tau kalau pacarnya masih dalam mood yang kurang baik.
setelah beberapa menit akhirnya ziva dan key sampai di rumah Tania.
"permisi, Tania nya ada?" salam ziva pada petugas penjaga rumah
"oh ada non, silahkan masuk"
"iya pak"
ziva dan key beranjak masuk dan Tania pun keluar dengan tubuh yang masih lemas dan pucat
"Tania astaga !!!" ziva terkejut dan langsung memeluk sahabat baru nya itu, ia menangis melihat kondisi rekannya, entah apa jadinya kalau mereka tidak ditolong langsung oleh key saat itu.
" ziva, pak key" ucap Tania yang kemudian memberi salam pada ceonya itu
"gimana kondisi kamu?" tanya key pada tania
"lumayan membaik pak, owh iya silahkan duduk pak key, ziv"
__ADS_1
"Tan bener kamu gapapa" ucap ziva yang masih khawatir dengan sahabatnya itu
"iya bener aku gapapa, aku malah khawatir sama kamu ziv, kamu gak pernah minum dan malam itu kamu dipaksa, syukur lah kamu juga baik baik saja"
"emm sebelumnya terimakasih pak, pak Danu udah cerita malam itu kalian berdua datang ke tempat itu"
"sudah lupakan saja, aku sedang mencari informasi dan kelemahannya Louis"
"pak tidak usah di perpanjang kami sudah tidak apa apa" ujar Tania
"aku tidak memperpanjang hanya saja mereka harus mendapatkan peringatan dari apa yang yang telah mereka perbuat"
Tania dan ziva hanya mengangguk, disisi lain mereka juga geram atas perlakuan Louis dan anak buahnya yang bisa saja membahayakan kesehatan mental bahkan bisa saja nyawa mereka.
"aaa itu tadi sebenernya kami tidak sengaja bertemu di jalan Tan, lalu berencana untuk menjenguk mu" jawab ziva gugup
ziva menutup rapat rahasia hubungannya dan menatap key seolah memberikan kode untuk key merahasiakan nya juga
"ow aku kira kalian.."
"emm tidak Tan tidak seperti yang kau fikirkan hehe" ujar ziva memotong kalimat tania
"sebentar ada telfon dari Danu" ucap key pada mereka berdua
"owh iya pak" jawab mereka bersamaan
__ADS_1
"ziv ayo bantu aku persiapkan nanti kita makan malam bersama"
"Tan kamu nih masih saja mau merepotkan diri sendiri, yaudah kamu duduk disini biar aku yang siapkan" tutur ziva
"iya udah iya aku bantuin kupas buahnya aja"
"oke deh"
dan diluar ruangan key sedang mengangkat panggilan telfon dari Danu
"ada apa Dan"
"begini pak, Saya dapat info bahwa Louis memang dulu adalah rekan kerja pak Roy, dan saya juga mendapat info dan bahkan ada beberapa foto yang menunjukkan Louis dan mantan kekasih anda nona Laura pak"
"apa !!! Laura ?"
" iya pak dan konon Nona Laura ini adalah anak yang di sembunyikan oleh Louis bersama mantan istrinya dulu dan maaf ini perkiraan saya pak bahwa dulu mungkin nona Laura hanya menjadi boneka Louis karena dendam dengan pak Roy papa anda pak"
key sedikit kaget mendengar pernyataan dari Danu
"yasudah kumpulkan terus informasi nya akan aku jadikan Louis bertekuk meminta maaf padaku"
"baik pak" ucap Danu dan menutup sambungan telepon nya
"Laura, apa ini alasan mu meninggalkan ku dulu dan tiba tiba menghilang aarrrgghhh" ujar key kesal
__ADS_1