
ziva pun terdiam di meja kerjanya
"loh ziv dari mana kamu kok lama banget, kamu sakit" tanya Tania
"emm aku baru saja dari toilet"
"kamu sakit say, pulang aja cus dari pada di tahan tahan" ujar Rendy
ziva tersenyum dan menggeleng kan kepalanya
"aku gak papa kok beneran, cuma tadi sedikit pusing saja"jawab ziva
"ya udah nanti kalau makin sakit atau makin pusing kamu bilang ya biar aku anterin kamu pulang"
ziva mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaan nya
beberapa menit kemudian ponselnya bergetar dan dilihatnya pesan dari key
ia pun mengabaikan nya dan tetap melanjutkan pekerjaan nya
"entahlah key, aku mencintaimu aku menyayangimu aku nyaman denganmu tapi rasanya masih saja takut kalau kau berbuat lebih jauh lagi, maafin aku yang belum siap" batin ziva
melihat ziva yang merenung dan melamun, membuat Tania dan Rendy bertanya tanya
sebenernya apa yang terjadi dengan sahabatnya itu
waktu pun sudah menunjukkan jam pulang kantor. Ziva Tania dan juga Rendy pun bergegas untuk pulang
"ziv mau bareng kami ngga" tanya Tania
" nggak tan, aku sudah pesan Taksi online, kalian duluan saja" ucap ziva
"beneran ziv gak papa sekalian bareng yakan"
__ADS_1
"lain kali aja deh ya, beneran aku udah pesen taksi nih" ucap ziva sambil menunjukkan aplikasi yang tertera pada ponselnya
"ya udah hati hati ya sist kami duluan" ucap Rendy
"ya hati hati juga kalian"jawab ziva tersenyum sambil melambaikan tangannya
beberapa saat kemudian taksi yang ditunggu itu pun datang
"nah ini dia"
namun tiba tiba tangan ziva di tarik oleh seorang laki laki yang tak lain adalah key
"pak ini tip untuk bapak 3x lipat, perempuan ini tidak jadi pulang, nanti dia pulang bareng saya"
ucap key pada sopir taksi online itu
"makasih banyak tuan, kalau begitu saya permisi dulu"
"pak pak pak" teriak ziva pada taksi online yang sudah melaju pergi
"mau kemana, aku mau pulang aku capek" jawab ziva sambil melepaskan genggaman tangan key
"kan kita bisa pulang bareng, lagian tujuan kita sama" jawab key tidak terima
"enggak aku mau pulang sendiri"
"ziv kamu kenapa Hem, kenapa ngehindar dari aku"
"key udah ya, aku lagi gak mood"
"tolong dong jelasin kamu kenapa, masalah tadi siang Hem?"
"apa sih, udah aku mau pulang nanti bisa bisa ada yang lihat kita berduaan disini"
__ADS_1
"nggak, nggak ada acara kamu pulang sendiri kita pulang bareng"
"keyyyy"
"pokoknya kita pulang bareng !!" bentak key yang akhirnya membuat ziva terdiam dan menuruti perkataan key.
"Halo Dan, anter kami pulang, aku sedang tidak fokus untuk menyetir"
"baik pak" jawab Danu pada sambungan teleponnya
selang beberapa menit kemudian Danu datang dan mereka pun pulang bersama.
selama di perjalanan ziva hanya terdiam dan menatap keluar jendela sama hal nya dengan key yang terus saja memandang keluar dan sesekali memainkan ponselnya
hal ini membuat Danu kebingungan padahal siang tadi Mereka baru saja melepas kerinduan dan sekarang momennya berbanding terbalik
"ehhhm" suara Danu memecahkan suasana hening di mobil itu namun tetap saja tidak berhasil membuat mereka merespon
dan akhirnya mereka pun sampai di apartemen setelah itu ziva langsung berlari masuk dan menuju kamarnya
"tuan, anda harus cepat mengambil tindakan"
"tindakan yang bagaimana maksud mu"
"itu lihat non ziva, menatap tuan saja enggan hahaha, tidak enak kan tuan di cuekin" ledek Danu pada CEO nya itu
"isss kau sudahlah pulang sana" jawab key kesal
"Wanita memang butuh perlakuan yang lembut tuan, tidak terburu buru mereka memang sulit untuk di mengerti, mereka enggan untuk menyuarakan isi hatinya jadi saya harap tuan bisa lebih tau dan lebih mengerti" tutur Danu
key hanya terdiam mendengar ucapan Danu
"pulanglah" Hanya itu yang keluar dari mulut key
__ADS_1
"semoga berhasil tuan hehe" ujar Danu dan kemudian beranjak pergi dari apartemen key.