
tak lama kemudian makanan yang telah di pesan pun datang, entah kenapa raut wajah ziva sangat tidak antusias melihat makanan yang dimasak oleh koki profesional itu
"ayo makan"
ziva tersenyum datar dan menurut saja perkataan key
"dulu aku dan Laura memang pernah kesini terakhir dia bertemu denganku saat dia hendak pindah kuliah di luar negeri" ucap key membuka suara karena melihat ziva yang sepertinya sudah tidak berselera makan
"lantas kenapa kau tidak mencegahnya"
"bukannya aku tidak mencegah aku sudah berkali kali berjuang mempertahankan nya bahkan aku sudah memintanya untuk menikah denganku tapi entah dia pergi begitu saja dengan alasan yang menurutku sangat tidak masuk akal masalah pendidikan juga akan aku usahakan asal dia tidak pergi jauh dari ku namun dia tetap saja pergi"
"jujur sebenernya kasihan juga dengannya, kenapa Laura tega meninggalkan key secara sepihak" batin ziva
"jadi aku kesini bukan untuk mengenang nya ataupun ingin mengingatnya, tempat ini sangat indah aku suka dengan pemandangan nya terlebih pak Erick adalah sahabat papa dulu"
ziva mengangguk pelan ia mencoba mengerti namun tetap saja rasa janggal di dalam hatinya tidak bisa dihilangkan
dari kejauhan seorang perempuan belia mengamati ziva dan key dari kejauhan. ya dia adalah Celine dan sahabatnya
"eh Cel itu bukannya Key Hazard Alexander CEO muda perusahaan terbesar di negara ini yang sering banget muncul di layar kaca, Cel aku ngefans banget sama dia" ujar teman Celine yang kegirangan saat melihat key dari kejauhan
"mana sih" ucap Celine penasaran
__ADS_1
"itu lho yang duduk disitu, eh tapi kok sama perempuan sih masa iya dia pacarnya"
setelah diamati dengan serius ternyata benar itu adalah key namun yang lebih terkejut nya lagi ia melihat ziva bersama dengan key.
"wah jadi selama ini dia pergi meninggalkan rumah dan sekarang jadi wanita simpanan key, Dasar murahan" batin Celine kesal
"eh temenin aku dong buat minta foto dengannya cel"
"ih apaan sih nggak mau, minta foto aja sendiri,aku mau ke toilet dulu kamu tunggu disini"
setelah itu Celine pergi untuk mengamati sendiri ziva dari kejauhan
"iya benar banget itu dia, terus apa hubungannya dia dengan key orang tersohor pula gak mungkin banget dia makan berdua tanpa mengenal satu sama lain hemm ini kesempatan besar bagiku. tunggu saja permainan ku ziv" batin Celine
"sayang, apa kau mau jalan jalan keluar"
"iya" jawab ziva tidak bersemangat
"baiklah ayo"
"sebentar aku mau ke toilet dulu"
"iya aku tunggu disini"
__ADS_1
kemudian ziva menuju ke toilet dan tiba tiba seseorang mencengkeram lengannya
"Celine!!!" ucap ziva terkejut saat yang ditemuinya saat ini adalah adiknya, anak dari ibu tirinya.
"kenapa ziv, kau masih ingat dengan ku"
"cel, kenapa kamu bisa..."
"wah sudah lama tidak bertemu gandengan mu boleh juga ziv, aku heran bagaimana kamu menggoda nya"
"tutup mulutmu cel"
"kenapa, kau malu kalau di sebut wanita Penggoda, inget ziv kasta kalian saja beda s jauh dan kau tau bahkan dunia ini saja tau hati key masih berlabuh pada masa lalunya, ia tidak mungkin semudah itu suka pada wanita seperti mu"
"plakkkkkkkkkk" tamparan keras mendarat di pipi celine
"ziva ziva kamu punya apa selain menggoda dengan tubuh murahmu itu ha, aku akan merahasiakannya dari publik tenang saja aku melindungi kakak ku ini sebagai simpanan murahan CEO ternama tapi...."
"jangan berpura pura cel aku tau otak licikmu"
"kemarikan ponselmu ini nomer ku, setiap detik aku menghubungi mu kau harus turuti permintaan ku, atau media akan tau bahwa key berpacaran dengan wanita murahan dan penggoda sepertimu ya pastinya nama baik keluarganya akan jadi bulan bulanan media dan lagi hujatan demi hujatan akan diterima oleh mu selamanya hahaha jadi berpikir lah ziv aku punya kartu as mu"
kemudian Celine beralih meninggal kan ziva sendirian
__ADS_1