Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
memahami


__ADS_3

hari ini adalah hari Minggu, matahari pagi pun menyapa


ziva terbangun dan langsung menuju keluar kamar, terkejut nya ia melihat Key yang tertidur di sofa dengan kondisi masih memakai pakaian kantor.


ia pun mendekati kekasihnya yang masih terlelap itu dan membereskan botol wine di meja


setelah selesai ia duduk di tepi sofa dan memandangi kekasih nya


"aku tidak marah padamu, aku hanya belum siap, maafkan aku key" ucapnya lirih


tiba tiba tangan key menggenggam lengan ziva


"gak papa, aku akan mengerti dan maafkan aku yang terburu buru tapi tolong jangan abaikan aku jangan menghindari ku"


key menatap lekat dalam wajah cantik itu.


ziva hanya tertunduk diam dan air matanya tidak bisa terbendung lagi


"maafkan aku, aku belum bisa"


key pun memeluk kekasihnya itu


"aku janji sampai kau benar benar siap sampai kita berada dalam ikatan sampai hari itu tiba aku akan menunggu, percayalah aku sangat mencintaimu sayang"


"aku juga mencintaimu key aku takut suatu saat kehilanganmu"


"sudah jangan menangis"


"sebentar aku ingin ke dapur menyiapkan sarapan untukmu dan air hangat untuk kau mandi"


key tersenyum ia sangat bersyukur memiliki kekasih yang begitu perhatian dan pengertian dengannya, padahal baru dua bulan mereka saling kenal. saat pertama kali bertemu di cafe dengan ketidaksengajaan itu mampu membuat hati key luluh juga setelah bertahun tahun.


ziva pun beranjak menuju dapur dan mengambil beberapa sayur untuk dibuat salad. key mengikuti nya dan memeluknya dari belakang dan sesekali mencium leher indah milik ziva

__ADS_1


"i love you" bisik key lirih


ziva memilih tersenyum dan melanjutkan kegiatan nya


karena gemas dengan kekasihnya ia menggendong ziva dan mendudukkannya di atas meja dapur


"sayaaaaaang" teriak ziva


key hanya tertawa karena ia berhasil mengganggu ziva dan kini mereka saling berhadapan dan lagi lagi mereka bercumbu di dapur.


"bagaimana kalau hari ini kita jalan jalan" ujar key menawarkan


"boleh, tapi awas dulu kapan selesainya ini"


"yasudah nanti kita keluar jam 11 setelah aku selesai olahraga"


"baiklah"


waktu pun sudah menunjukkan pukul 11 ziva sudah bersiap untuk pergi bersama key.


"sudah siap" ujar key yang sudah menunggu di dalam mobil


ziva mengangguk dan tak lupa ia selalu memakai masker saat keluar dengan key


ia belum sanggup menerima hujatan hujatan karena ia jalan dengan seseorang yang punya pengaruh besar di negera ini


key mengecup pucuk kepala pacarnya


"jadi mau kemana kita" tanya key sembari melajukan mobilnya


"key kan kamu yang mengajakku, mana aku tau kita harus kemana"


key tertawa " iya iya kita ke restoran dekat pantai ya"

__ADS_1


ziva hanya mengangguk dan selang beberapa jam perjalanan


akhirnya mereka pun sampai,


"2 jam lamanya kita berada di dalam mobil huh"


"capek ya sayang sini" tangannya pun menggenggam tangan ziva dan mereka menuju salah satu Restoran Highclas di dekat pantai yang jauh dari keramaian dan keindahan pantai yang bisa membuat mata takjub


"selamat siang tuan key" sambut pemilik cafe tersebut.


"apa kabar pak Erick"


"sudah lama sekali anda tidak datang kemari" ucap pak Erick


"iya pak,banyak sekali perubahan disini pak"


"iya tuan, saya jadi ingat terakhir kali Anda kemari bersama nona Laura Restoran saya masih biasa biasa saja"


mendengar hal itu ziva membelalakkan mata


"jadi dulu ia pernah mengajak Laura datang kesini" gumam ziva dalam hati


karena tidak nyaman dengan perkataan pak Erick, key pun mengalihkannya dengan memesan beberapa menu spesial di restoran itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2