Wanita Penakluk Hati CEO Dingin

Wanita Penakluk Hati CEO Dingin
Sebatas Sahabat


__ADS_3

#KeyPOV


malam itu aku sengaja menyuruh ziva untuk mengantarkan teh hangat untukku.


entahlah Wajahnya, aroma nya, bibirnya, semua yang melekat padanya menjadi candu tersendiri untukku akhir akhir ini. beberapa jam saja tidak memandang nya rasa nya hampa sekali.


aku tersenyum saat membayangkan ekspresi terkejut dari wajahnya tadi siang saat aku mencium bibirnya dan sekarang aku membayangkan jika dia berada di kamar ini dengan wajah gugupnya pasti sangat lucu dan menggemaskan sekali.


tiba tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku.


"iya masuk" jawabku


aku mengerutkan keningku saat melihat seseorang yang datang dan masuk ke kamar ini adalah Sandra.


"hai key" ujar Sandra menyapaku


"loh san kenapa kamu yang bawain teh ini?" ucapku bertanya pada Sandra


"emm ini... iya aku buatin spesial buat kamu dong"


"terus ziva dimana?"


"emm dia... dia dikamarnya lah, dia menyuruhku untuk membuat teh untukmu dan dia mungkin sekarang dikamar lagi sibuk beres beres dan juga tadi aku lihat dia belom mandi"

__ADS_1


"bisa bisa nya dia malah menyuruh Sandra dan tidak menuruti permintaan ku" gumam ku kesal.


"key ini tehnya" ujar Sandra menawarkan secangkir teh padaku.


aku hanya diam tak menjawab satu patah katapun dan kembali menatap layar laptop


dia mendudukkan dirinya di tepi ranjang ku dan meletakkan teh itu dimeja.


"key, kau banyak berubah" ujar Sandra lirih


seketika aku menatap Sandra


"berubah bagaimana san, aku tetap key yang dulu yang kalian kenal" jawabku datar


"san, apa maksud ucapan mu? aku tidak ingin berdebat denganmu san, dan juga dengan karyawan baruku itu tidak ada urusan nya denganmu".


"key aku mengetahui semuanya, tentang dia"


aku melirik tajam saat mendengar ucapan Sandra


"jadi kau mencari informasi tentang ziva san?, lantas apa maksud dari tindakan mu itu bisa bisa nya kau memasuki ranah urusanku"


"key dengerin aku dulu, Ziva gadis yang baik key namun dia cukup menderita dengan kehidupan nya, ayah nya yang sudah tidak ingin tau lagi tentang kehidupan ziva dan ibu tiri serta adiknya begitu sering menindasnya, bahkan aku tau sekarang dia tidak tinggal dirumah nya lagi"

__ADS_1


aku tetap terdiam menatap layar laptop saat mendengar ucapan Sandra yang sebenarnya sudah ku ketahui sebelumnya.


"key aku tau ini belum terlambat, jangan buat situasi ziva semakin rumit key, apa kau tidak kasihan padanya hem?, dia sudah cukup menderita, jangan kau tambah lagi bebannya dengan berada di dekatmu, apa kau tega saat nanti nama ziva menjadi sorotan dan dia dibully habis habisan entah itu di kantor atau di manapun, key kau sosok terpandang di negara ini satu hal yang kau lakukan akan menjadi sorotan media, Belum lagi orang tua mu papa dan mama apa kau tidak berfikir kesitu"


"San, kau sudah terlalu jauh melampaui batas mu, ingat san kau sahabat ku sahabat terbaikku sama seperti Leo Zack maupun Bryan jadi aku mohon tetaplah di batasan mu aku tidak ingin merusak nya dengan perdebatan perdebatan yang menurutku tidak perlu seperti ini".


kemudian tangannya perlahan menggenggam tanganku


"key, tidak cukup kalau hanya sebatas ini, bagaimana dengan perasaan ku ini, bagaimana dengan ucapan papa Roy untuk menyuruhku mendampingi dirimu"


perlahan aku pun melepaskan genggaman tangannya


"San ku mohon jangan melampaui batas lagi, sekarang aku ingin istirahat, pergilah san"


.


.


.


.


.

__ADS_1


#nambah bab lagi mumpung lagi begadang wkwk ✌️ terimakasih yang udah Like, dan Vote karya author ini 🤗


__ADS_2