
Setelah selesai menemui ziva, Celine pergi dan menemui sahabatnya kembali yang sudah menunggunya
ziva melihat dari kejauhan wajah licik celine
"ya tuhan masalah apa lagi ini, apa mungkin aku beritahu key soal ini, tapi bisa saja nanti Celine buka suara soal hubungan ku dengannya, terus aku harus bagaimana" gumam ziva.
ziva kembali ketempat ia dan key makan bersama tadi
"kok lama?" tanya key penasaran
"emm aku tadi merapikan make up ku Yang agak luntur jadi agak lama"
"sayangku ini sudah cantik kok, walaupun tanpa make up" ucap key sembari mencubit gemas pipi kekasihnya itu.
kemudian mereka berdua pun menuju ke bibir pantai menikmati angin yang berhembus dan indahnya pasir yang membentang disepanjang pantai itu
diam diam key mengambil potret ziva yang sedang bermain main dengan air laut
"lucu sekali, menggemaskan" ucap key dalam hati
tak terasa sudah 1jam mereka menikmati area pantai.
"lelah?" tanyanya pada kekasihnya itu
ziva mengangguk
"baiklah ayo kita pulang"
dan saat mereka menuju parkiran mobil, disana Bryan dan asisten nya baru turun dan memarkirkan mobilnya di area tersebut
"key" suara laki laki itu yang tak lain adalah Bryan sahabatnya
"bry, kamu sama siapa?"
"aku sama Doni asisten ku, kami mau bahas kerjaan" jawabnya
ziva menunduk memberi salam hormat pada Bryan dan asisten nya, dan dibalasnya salam itu dengan senyuman yang lembut dari Bryan.
merasa tidak nyaman kekasihnya di beri senyuman oleh sahabatnya tangan key menggenggam jemari kekasihnya itu erat erat.
"oh ya bry kami duluan ya"
"oke oke hati hati di jalan" ujar Bryan sembari menepuk pundak key
__ADS_1
di dalam mobil ziva terus memandangi ponselnya
"kamu selingkuh ya?"
"apa?"
"itu buktinya kamu main hape terus" sambil mengerucutkan bibirnya
"apa sih ini lho aku lihat sosial media doang kok, aku takut nanti tiba tiba ada yang motoin kita"
"harus ya kamu lebih peduli sosial media daripada aku"
"ya ampun key"
"cepat letakkan hapenya, sini" sambil mengulurkan tangannya
ziva pun meletakkan ponselnya dan menggenggam jemari milik key
"nah gitu dong, kalau ada aku fokuslah padaku jangan yang lain"
ziva menarik pelan nafasnya dan menghembuskannya perlahan, ia baru pertama kali menjalin hubungan dengan laki laki yang menurut nya posesif itu.
sesampainya di apartemen mereka pun duduk diruang tengah
"kau tidak mandi dulu?"
" ow iya, apakah istriku bersedia menyiapkan setelan baju untuk ku?"
"tentu saja dengan senang hati" jawab ziva tulus
saat ziva menyiapkan pakaian untuk key
tiba tiba ponsel nya bergetar
dia terkejut saat melihat foto dimana ia bersama key sedang bercengkrama tampak jelas sekali kalau itu adalah dirinya.
"tidak, bagaimana bisa dia mengambil fotoku"
saat hendak membalas kiriman foto tersebut tiba tiba key keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya
"sayang"
karena terkejut key memanggilnya, ziva pun menoleh dan lebih terkejut nya lagi ia melihat kekasihnya hanya terlilit handuk dan memperlihatkan bagian atas tubuhnya yang bidang dan hal itu membuat ziva membelalakkan matanya.
__ADS_1
"aaaaaaa, keeeyy!!!!" ucap ziva sambil menutup wajah merah nya
"kenapa, Hem" ujar key mendekat
"ini aku, aku sudah persiapkan pakaian mu, kalau begitu aku keluar dulu" ucap ziva yang kemudian berlari menuju keluar kamar
key hanya tersenyum dan menggeleng pelan ia sangat terhibur melihat tingkah ziva yang menggemaskan itu.
ziva keluar dan melihat lagi pesan dari Celine
"kirimkan aku uang secepatnya, aku ingin party dengan sahabatku" hanya kalimat itu yang Celine kirimkan namun bisa membuat ziva mengacak kesal rambutnya
"tidak ada jalan lain lagi, ya kartu tanpa batas dari key, tapi mana boleh seperti ini walaupun nominal yang Celine minta tidak seberapa di banding isi dalam kartu ini, tapi tetap saja ini tidak dibenarkan"
ia akhirnya menuruti permintaan adik tirinya itu
"aku kirim sekarang tapi awas saja sampai foto itu menyebar luas di sosial media, isi chat ini tidak segan segan aku kirim ke kantor polisi sebagai tindakan pemerasan pengambilan gambar tanpa izin" ancam ziva
ziva hanya terdiam melamun di area kolam renang
"bagaimana aku bilang pada key, pasti dia akan marah, dia akan malu punya pacar seperti ku, yang punya keluarga terobsesi pada uang uang dan uang, bagaimana kalau key memandang ku seperti itu" batin ziva
"sayang aku berangkat" suara itu memecah keheningan di fikiran ziva
"iya sayang hati hati"
"kamu gak papa kan?" tanya key sembari menyentuh jidat ziva
"aku tidak apa apa"
"kalau kamu sakit, aku tidak akan pergi"
"tidak sayang pergilah"
"ya sudah, kabari aku kalau butuh sesuatu atau kau bisa telfon Danu"
"iya sayang"
kecupan pun mendarat di kening perempuan cantik itu
"aku pergi dulu, ilove you".
"love you too"
__ADS_1