
Seluruh tubuhnya terasa sakit, tulang-tulangnya seolah terlepas dari sendinya, seakan-akan seperti baru saja melakukan lomba lari dengan kereta sambil menunggang kuda sepanjang malam.
Dengan rasa lelah, Karina membuka matanya sehingga wajah cantiknya terlihat jelas, dengan garis wajah yang tegas seolah diukir dengan pisau. Bahkan saat ia sedang tidur pun, wajahnya tetap terlihat seksi dan menawan. Cahaya matahari senja melukiskan sebuah bayangan yang dalam di bawah poninya yang berantakan, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan raut kesombongan di antara kedua alisnya.
Karina menikmatinya sesaat, tapi tiga detik kemudian, bayangan tentang kejadian semalam seakan menyerbu pikirannya dengan membabi buta, ia menarik napas dalam-dalam ketakutan, tangannya dengan cepat menutup mulut kecilnya yang hampir berteriak.
Dirinya, ia ia ia, dan model itu, ia ia ia……
Ia ingat, kemarin malam ia pergi ke bar untuk minum-minum. Pengkhianatan kekasihnya telah membuatnya begitu marah sampai-sampai ia mencari seorang model di bar dan pergi tidur dengannya.
Karina dengan cepat menenangkan dirinya, pandangannya tertuju pada wajah model itu, pria seperti ini, pasti dari kelas atas!
Pelan-pelan Karina turun dari tempat tidur, berusaha supaya tidak bersuara, pakaian yang berserakan di lantai mengingatkannya pada kegilaan mereka semalam.
Ia mengeluarkan selembar Dolar dari dompetnya, berpikir sejenak, lalu mengeluarkan selembar lagi. Kemudian ia mengenakan pakaiannya dan pergi dari situ…
Tiga tahun kemudian--
Di suatu kompleks apartemen Blok A lantai 5, di sebuah ruangan yang terbilang rapi, di mana setiap sudutnya terdapat mainan anak-anak, lantainya dilapisi papan busa yang dirangkai sedemikian rupa membentuk tokoh kartun yang lucu.
Karina berdiri dengan satu kaki di atas papan busa, sedangkan satu kakinya lagi dinaikkan ke atas kepalanya membentuk sikap split, ia mempertahankan posisi itu agar seimbang.
__ADS_1
Saat Karina sedang memejamkan matanya menikmati saat-saat tenang melakukan yoga, tiba-tiba pintu terbuka dengan keras dari luar, lalu enam orang anak kecil berhamburan masuk--
"Mama!"
"Mama!"
"Mama!"
"Mama!"
"Mama!"
"Mama……"
Karina panik, "Tunggu, tunggu, tunggu! Ahhhhhhh!" terdengar suara gedebuk, Karina dan anak-anak itu jatuh bertumpuk seperti bola, bahkan Erik yang lucu sampai terlempar keluar dari tumpukan dan berguling beberapa kali, lalu ia berhenti di sudut tembok, wajahnya yang tembam tertegun.
Yuda dan Lili memanjat ke atas tubuh Karina, si kembar identik Hendra dan Anita juga berbaring di atas tubuhnya, sedangkan Renata duduk di atas pinggangnya. Dikelilingi oleh enam anak kecil seperti itu membuat dirinya seolah-olah penuh ditumbuhi oleh bayi-bayi.
Bibi Tutik yang mengikuti dari belakang tidak bisa menahan tawanya melihat pemandangan itu.
Erik yang terguling sampai ke sudut tembok, berdiri dengan susah payah, lalu berjalan menghampiri Karina sambil serius berpikir, haruskah aku naik lagi ke atas tubuh mama?
__ADS_1
Karina yang tubuhnya penuh dengan anak-anak itu akhirnya berhasil bangkit untuk duduk, membuat mereka berjatuhan satu persatu. Yuda bersandar di punggung Karina bersiap untuk memanjat naik, kaki pendeknya masih terus berusaha.
"Yuda, jangan nakal, hati-hati jatuh." kata Karina mengingatkan.
"Aku tidak takut, aku adalah plajulit terhebat!" Yuda mengangkat kedua tangannya, lalu terjatuh dari tubuh Karina.
"Yang benar itu prajurit." Karina mengoreksinya.
"Mama, mama, hari ini aku dapat bunga melah kecil!" Lili memegang sekuntum bunga merah kecil di tangannya yang montok, kedua matanya berbinar menunggu pujian.
"Hebat sekali!" Puji Karina.
"Aku juga dapat bunga melah kecil!" Hendra juga mengeluarkan sekuntum bunga merah kecil.
"Aku juga." Kata Anita dengan lembut.
Karina melihat ke arah Renata, Renata berkata, "Mama, punyaku sudah kuberikan ke orang lain."
Karina tertawa, diberikan ke anak laki-laki mana lagi?
Yuda dengan susah payah akhirnya berhasil memanjat punggung Karina lagi, ia melambaikan tangan, "Mama, aku juga punya bunga melah kecil! Tapi Erik tidak punya!"
__ADS_1
Erik yang berdiri di sana dengan perut buncitnya, tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah terkejut.
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!