Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 4


__ADS_3

Tania yang tidak paham, segera berkata, "Saya akan mulai sekarang, Karina, nyalakan kameranya!"


Karina tersadar, ia menyalakan kamera dengan gugup, lalu mengarahkannya ke wajah Aditya yang tampan namun tak dapat dipahami.


Saat mengarahkan ke wajah itu, tangan Karina tak henti-hentinya gemetar, terutama saat Aditya tiba-tiba melihat ke arahnya, tatapan yang tajam dan dalam itu membuatnya takut, hampir saja Karina menjatuhkan kamera.


Tania sedang mengajukan pertanyaan, sedangkan Karina hampir pingsan di sana, kalau mereka adalah dua orang yang berbeda, bagaimana mungkin mereka bisa terlihat begitu mirip?


Meskipun sudah tiga tahun berlalu, tapi kesan yang dalam itu, bagaimana bisa ia melupakannya?


Saat itu di bar, pikirannya juga sedang kalut, bagaimana mungkin ia menganggapnya sebagai seorang model?


Ia berharap orang ini tidak mengenalinya!


"Pak Aditya, bolehkah saya menanyakan satu pertanyaan terakhir mengenai hubungan percintaan Anda? Ini adalah pertanyaan tambahan, jika Pak Aditya tidak bersedia, Anda bisa menolaknya."


"Katakan saja."


"Anda masih muda tetapi memiliki kekayaan yang tak terhitung, Anda adalah pemimpin pujaan di hati semua wanita di Jakarta, apakah Anda memiliki kekasih, atau adakah wanita yang membuat Anda terkesan?" Selesai menanyakan pertanyaan ini, Tania terlihat sangat gugup, emosinya bahkan bisa dirasakan Karina yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Mata Karina tidak bisa tahan untuk tidak menjauh dari kamera dan menatap pria yang mengesankan itu. Memang, wajahnya sangat tampan, tapi sikap dingin dan ketidakmanusiawiannya dapat berakibat fatal bagi orang lain, membuat orang ketakutan.


Meski begitu, para wanita di Jakarta tetap mengejarnya.


Orang dengan status tinggi seperti ini, mustahil kekurangan wanita.


"Ada." Suaranya yang dalam mengejutkan orang.


"Siapa wanita yang beruntung itu?"


Karina gugup, jari-jarinya menggenggam kamera terlalu erat hingga pucat. Tepat disaat ia tidak tahu harus berbuat apa, terdengar Aditya berkata--


"Aku tidak perlu menjawabnya."


Ia mengalihkan topik pembicaraan, "Pak Aditya, saya tidak tahu apakah saya bisa mendapatkan kehormatan untuk makan malam dengan Anda malam ini?"


Karina tercengang, pertanyaanmu ini tidak ada hubungannya dengan topik wawancara, kan?


Ia bertanya-tanya apakah ia harus mematikan kamera?

__ADS_1


"Saya telah lama mengagumi Pak Aditya, Anda lihat, saya juga bisa menjadi wanita Anda, saya akan sangat patuh……" Tania membuka kancing kemejanya dan memperlihatkan bagian dalam tubuhnya.


"..." Karina tercengang sampai-sampai mulutnya menganga lebar, bahkan sebutir telur bisa masuk ke dalamnya. Wanita ini gila ya! "Lempar ia keluar." Perintah Aditya tanpa menunjukkan sedikitpun belas kasihan.


Budi mengangkat tangannya, pengawal di belakangnya maju ke depan, mengangkat Tania, lalu langsung melemparkannya keluar.


Jeritan Tania jatuh ke lantai bahkan dapat terdengar, menunjukkan bahwa ia tidak memiliki belas kasihan bahkan kepada wanita sekalipun.


Karina yang terkejut selama beberapa detik menyaksikan hal ini segera tersadar, lalu langsung meminta maaf, "Terima kasih telah meluangkan waktu Anda yang berharga untuk menerima wawancara dari stasiun televisi kami, sampai jumpa!" Selesai berbicara, ia langsung lari membawa kamera, melihat ke arah pria besar itupun ia bahkan tidak berani.


Mata hitam Aditya menatapnya tajam, ada aura menakutkan, ekspresinya yang begitu dalam tidak dapat ditebak.


Budi memperhatikan mata Pak Aditya, mata itu sudah menatap wanita yang membawa kamera itu sebanyak tiga kali, ini bukanlah hal yang biasa.


Karina dan Tania dengan kakinya yang pincang naik ke mobil.


"Kalau kamu berani menceritakan apa yang terjadi di wawancara hari ini, kamu akan kuusir." Kata Tania.


"Oke."

__ADS_1


Karina sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan Tania, pikirannya dipenuhi dengan urusannya sendiri.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2