
Hal pertama yang Karina lakukan setelah tiba adalah membuat susu untuk anak-anaknya.
Saat dia sedang membuat susunya, dalam hatinya ada rasa khawatir.
Setiap ada hal yang tidak adil terjadi di depan matanya, dia pasti akan melakukan sesuatu. Tapi siapa sangka, pemilik mobil Rolls Royce itu adalah orang yang bertanggung jawab atas Grup KING, Aditya Sulistyo.
Kalau saja dia tahu dari awal mobil itu milik Aditya, dia tidak akan mau ikut campur.
Karina memasukkan susu bubuk itu sesuai dengan takaran ke dalam botol susu. Lalu dia menuangkan air panas dan mengencangkan tutup botolnya. Dia berjalan mondar-mandir sambil mengocok botol susu tersebut.
Apa yang dimaksud Aditya? Telinga Karina masih terasa panas, seolah perkataan itu masih ada di sana, dan perkataan itu, membuatnya sangat gelisah.
——Apa aku pernah melihatmu. Itu artinya Aditya tidak mengingat siapa dirinya. Tapi bukan berarti dia tidak akan pernah mengingatnya kembali?
Karian kemudian memutuskan kalau tidak hal yang penting, dia tidak akan muncul lagi di hadapannya! Terlalu berbahaya.
Karina tersadar dari lamunannya. Dia melihat ruangannya kosong melompong. Eh, di mana anak-anak itu?
Saat dia membalikkan badannya, dia melihat anak-anaknya sudah berbaris dengan rapi. Mereka menatapnya dengan penuh semangat.
Karina berkeringat, apa jangan-jangan, saat dia sedang berjalan mondar-mandir, mereka terus membuntutinya? Karina terlihat seperti memiliki ekor yang panjang di belakangnya.
Karina langsung memberikan Yuda botol susu yang ada di tangannya. Kemudian botol selanjutnya kepada anak-anaknya, yang sudah menunggu dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
Karina merasa, ini... ini terlihat sangat imut sekali.
Keesokan harinya, Karina pergi bekerja dan berdiri di belakang meja resepsionisnya. Menjelang siang hari, terdengar keributan dari arah aula, dia langsung tahu kalau Aditya datang.
Dia langsung berdiri tegak sambil menatap ke bawah, perasaannya sangat tegang.
Dia terus merasa tegang sampai Aditya dan yang lain pergi meninggalkan aula. Setelah suasana kembali seperti semula, Karina baru menghela napasnya dan merasa lega.
"Pak Aditya sangat tampan." ujar Tyas sambil mengepalkan tangannya yang ada di depan dadanya dengan penuh semangat. Lalu dia berbalik dan bertanya kepada Karina, "Dia tampan, bukan?"
Karina menyeringai lalu berkata, "Tampan."
"Pria tampan seperti Pak Aditya, aku hanya bisa melihatnya saja. Dia berada di luar jangkauanku! Tidak tahu wanita mana yang nanti akan menjadi kekasihnya."
Aditya memasuki kantornya, jari-jarinya yang ramping berada di sandaran kursinya, perlahan sandaran kursi itu berputar.
Dia duduk di kursi hitamnya dan berkata, "Kirim video kamera pengawas di meja resepsionis."
Budi terdiam dan langsung mengerti, "Baik."
Dia langsung berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.
Beberapa menit kemudian, layar komputer Aditya memutar video kamera pengawas. Dia langsung memilih satu layarnya dan memperbesarnya, yaitu layar yang terdapat Karina di dalamnya.
__ADS_1
Aditya menyandarkan tubuhnya, lalu menyilangkan kakinya. Dia menatap wajah kecil yang ada di layar dengan tatapan yang tajam.
Sementara, orang yang sedang diamati, tidak menyadarinya sama sekali. Dia tetap bekerja dengan serius.
Karina terus berdiri sejak pagi dan akan terus berdiri sampai jam lima sore.
Ini pertama kalinya dia berdiri selama ini dengan memakai sepatu hak tinggi. Dia merasa lelah dan kakinya juga terasa sakit.
Tyas bilang, dia nanti akan terbiasa dengan hal ini.
Tapi tetap saja membutuhkan waktu untuk membiasakan diri.
Di sore hari, Karina sudah tidak tahan untuk terus berdiri. Saat pengawasnya pergi, Karina diam-diam melepaskan sepatu hak tingginya, lalu meletakkan satu kakinya di punggung kaki yang lain. Dia menggerakkan jari kakinya yang putih mulus dan lucu dengan perasaan gelisah.
Matanya terus memperhatikan keadaan di sekitar.
Ah... nyaman sekali.
Meskipun tidak santai sepenuhnya, tapi ini juga sudah sangat nyaman.
Setelah meregangkan kaki kanannya, lalu dia meregangkan kaki kirinya. Dia bergerak perlahan karena takut terlihat oleh Tyas.
Saat dia sudah selesai meregangkan kaki kirinya dan bersiap meregangkan kaki kanannya. Matanya tertuju ke sudut kanan di kantor pengawas. Ekspresinya langsung membeku.
__ADS_1
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!