
Setelahnya terus tidak berbicara, Karina meringkuk di samping pintu mobil, dan dengan mata yang waspada sesekali menatap Aditya. Wajah tampan Aditya yang dingin sedikit suram, dan mata hitamnya memandang ke luar jendela mobil, tajam bagaikan mata elang, sekujur tubunya memancar aura yang membuat bagian dalam mobil semakin terasa menyesakkan.
Karina gelisah, orang ini sepertinya sedang dalam suasana hati yang buruk? Apakah aku sudah menyinggung dia? Tidak separah itu, 'kan? Sepertinya orang yang diganggu adalah aku!
Mobil berhenti di luar kompleks, lalu pintu mobil dibuka dari luar oleh pengawal, Karina melihat ke arah Aditya. Aditya menutup matanya, dan wajahnya dingin.
"Terima kasih sudah mengantarkanku pulang…" Selesai berbicara, Karina dengan hati-hati turun dari mobil, dan berdiri di pinggir jalan. Teringat dengan perilaku Aditya barusan yang sebelum dan sesudah, Karina bergumam, "Orang ini terlalu tidak menentu, 'kan?"
Mobil menghilang di dalam kegelapan malam, Karina mengembalikan tatapannya, lalu melihat kiri dan kanan, waduh, ini di mana?
Tentu saja, Karina tidak mungkin akan memberi tahu Aditya di mana tempat tinggalnya.
Di sini adalah nama suatu kompleks yang kebetulan diperhatikan oleh Karina ketika lewat saat pergi berangkat kerja, dan diingat olehnya. Tidak disangka bisa menjadi penyelamat bencananya.
Karina ingat dengan jalan pulang, berjarak lumayan jauh dari kompleks tempat tinggal sendiri, yah anggap saja sebagai lari malam!
Sesampainya di rumah, Karina berjalan dengan pelan memasuki pintu, Bibi Tutik dan anak-anak sudah tidur.
Karina kembali ke kamar, dan melihat si kecil yang tidur dengan posisi berantakan di atas ranjang. Dia naik ke atas ranjang dan mencium sampai puas, baru pergi mandi.
__ADS_1
Selesai mandi, Karina berdiri di depan cermin, lalu menurunkan celananya, dan melihat bekas luka sayat horizontal di badannya.
Berpikir hari ini benar-benar berbahaya, sedikit lagi akan diketahui oleh Aditya.
Jika mengatakan radang usus buntu, tapi tempatnya tidak tepat. Jika mengatakan bekas ditusuk, sedikit tidak cocok.
Pria yang sepintar Aditya, bagaimana mungkin tidak tahu apa penyebab luka ini?
Hari ini Karina bisa lolos, bagaimana dengan lain kali?
Meskipun Karina merasa kemungkinan lain kali akan bertemu tidak besar, tapi 1 dari 10 ribu kemungkinan bisa bertemu juga sangat menakutkan.
Misalnya malam ini ketika Karina pergi membuang sampah saja bisa bertemu dengan Adtiya, bisa dilihat bahwa kemungkinan dia dan Aditya akan bertemu tidak hanya 1 dari 10 ribu kemungkinan.
Karina menemukan sebuah studio tato, pintunya bergaya antik, sebuah studio tato didesain seperti sebuah toko penjual barang antik.
Setelah Karina masuk, ada pria yang bertelanjang dada dan setengah berbaring, dan seorang wanita sedang mentato punggungnya. Karina tidak mengerti gambar apa yang sedang ditato.
Wanita itu menghentikan pekerjaan di tangannya, dan menatap Karina, "Membuat tato?"
__ADS_1
"Ah iya, aku ingin membuat tato."
"Apa gambar tato yang sangat diinginkan? Jika tidak, bisa pilih sendiri dari album foto."Wanita itu menunjuk ke album foto di atas meja kopi.
Karina berbalik, baru saja akan mengambil album foto itu, langsung melihat tirai di bagian dalam ruangan terangkat, dan langkah kaki Karina tiba-tiba berhenti.
Agung dengan satu tangan mengangkat tirai, dan sedikit mengernyit menatap Karina, lalu berjalan keluar dari balik tirai, bagaikan membawa roh jahat, bertanya, "Jangan-jangan ingin mentato namaku?"
Karina benar-benar tidak bisa berkata-kata, dari mana orang ini mendapatkan kepercayaan dirinya?
"Ini studiomu?" tanya Karina.
Wanita yang sedang bekerja menghentikan pekerjaannya, "Ini studioku. Kalian saling kenal?"
Karina tidak berbicara, lalu dengan serius menilai wanita itu. Parasnya cantik, mengenakan kerudung warna-warni di kepalanya, dan penampilan dia kekinian. Jangan-jangan pacar Agung!
"Mantan pacar." kata Agung.
"Oh…" kata wanita itu dengan penuh arti.
__ADS_1
Karina sekarang sangat membenci sebutan 'mantan pacar' ini, seperti sebuah duri yang menancap di tubuhnya, membuat seluruh tubuhnya tidak nyaman.
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 400 bab di App F/i/zzo !!!