
Ruang rapat yang suasananya begitu canggung, bahkan orang-orang bisa datang kapanpun.
Begitu pintu didorong terbuka maka akan langsung terlihat suasana di dalamnya dengan jelas, ini sungguh memalukan!
Karina berjuang untuk bangun, dagu yang di pegang oleh jari tangan Aditya terasa dingin dan tegang, wajahnya yang tampan menekan kebawah dan terus mendekat, kemudian dia berkata dengan suaranya yang rendah dan serak, "Tidak tahu? Percaya atau tidak, aku di sini untuk menelanjangimu supaya kamu bisa merasakan sensasi yang belum pernah kamu rasakan, apa kamu paham?"
Karina gemetar ketakutan sambil menatap matanya, apa maksudnya?
"Pak Aditya, Anda pasti salah orang, sungguh!" Karina sangat panik, orang ini tidak akan benar-benar melakukan apa pun padanya di sini kan?
Jelas sekali Karina meremehkan keganasan dari pria ini.
Saat Karina sedang terdiam kebingungan, tangan Aditya meraih kerahnya dan menariknya ke bawah dengan paksa sehingga terlihatlah bahunya yang cantik dengan tulang selangka yang dalam, dia begitu ramping dan anggun, kulitnya yang terlalu putih hampir terlihat transparan di bawah sinar matahari, sinar itu menusuk ke dalam mata hitam Aditya hingga membuatnya sedikit mengernyitkan matanya.
Ingatan tentang apa yang terjadi di malam itu terlintas di benaknya, memikirkan betapa panas dan manisnya benda kecil ini.
"Ahhhhh! Saya akan jujur, saya akan jujur!" Karina memegang tangan Aditya dengan kedua tangan untuk mencegah Aditya membuka bajunya.
Kedua tangan yang memegang tangan Aditya itu terlihat sangat mungil dan menyedihkan.
Pupil matanya bergetar, kemudian dengan rasa bersalah dia berbicara, "Saya tiba-tiba teringat sesuatu, tapi saya berharap pak Aditya tidak membuat perhitungan pada saya, bagaimanapun Anda sudah tidur dengan saya dan saya juga sudah tidur dengan Anda, Jadi kita sudah impas, 'kan?"
"Impas? Kamu bahkan membayarku, bagaimana mungkin bisa dibilang impas?" Aditya bertanya dengan muram.
__ADS_1
Karina ketakutan tidak berdaya, perasaan tak berdaya seperti ditekan di atas meja rapat semacam ini benar-benar berbahaya dan sangat menakutkan.
"Itu... itu hanya salah paham." Karina rasanya ingin mati saja.
Aditya tidak hanya mengingatnya, tetapi dia mengingatnya sampai mati!
Ketika Aditya melihat dua lembar Dolar di atas meja pada saat itu membuat wajahnya benar-benar marah.
Sebagai orang yang bertanggung jawab atas Grup KING yang begitu bermartabat, diremehkan dengan cara dibeli dengan 2 lembar uang Dolar.
"Atau begini saja, bagaimana kalau kamu mengembalikan uang itu kepadaku?" Karina bertanya dengan hati-hati.
Karina menatap mata Aditya yang begitu dalam dan tajam hingga membuatnya ketakutan dan menggigit bibirnya.
Pintu ruang rapat terbanting keras hingga tertutup.
Jiwa Karina telah kembali sepenuhnya, tubuhnya terbaring di meja rapat.
Setelah menyadari dia berbaring di sana, dia memutuskan untuk segera turun dari meja sambil menarik kerah baju dan merapikannya.
Apa maksud dari perkataan Aditya tadi? Benar-benar membuat orang yang mendengarnya merasa bingung.
Kapan Karina membuatnya marah? Apakah Aditya pikir dia sengaja menarik perhatiannya?
__ADS_1
Dia benar-benar sedang mengalami kesusahan!
Pekerjaan Karina di Departemen Sekretariat relatif mudah dan santai, bagaimanapun juga itu jauh lebih nyaman daripada ketika dia menjadi resepsionis, karena sekarang dia tidak perlu berdiri.
Tapi itu juga lebih berbahaya.
Untungnya setelah kejadian itu, Aditya tidak lagi melakukan perbuatan yang aneh.
Ketika pulang kerja, Karina melewati toko mainan dan melihat boneka lucu di jendela toko, dia berpikir apakah perlu membelikannya untuk anak-anak?
Tetapi ketika dia memikirkan jika harus membeli satu buah artinya dia harus membeli sebanyak 6 buah, hal itu membuatnya jadi ragu-ragu.
"Karina?"
Seseorang memanggilnya, ketika menoleh dia melihat ada dua orang wanita duduk di dalam sebuah mobil BMW yang terparkir di pinggir jalan. Meskipun dia telah lulus SMA selama beberapa tahun, Karina masih bisa mengenali wanita yang dulu satu kelas dengannya berada di dalam mobil itu.
Dia berjalan mendekat, "Yuni Gunawan."
"Ternyata benar kamu, kamu kapan pulang ke Indonesia?"
"Ah, aku baru saja pulang."
"Wah, kebetulan sekali hari ini adalah hari ulang tahunku dan aku akan membuat pesta, kebetulan aku juga mengundang beberapa teman SMA dulu, kamu juga pasti mengenal mereka, ayo pergi bersama!"
__ADS_1
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!