Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 27 Akibat dari Menilai Orang Berdasarkan Penampilan


__ADS_3

Ketika melihat Agung, Karina langsung teringat dengan pengkhianatan yang dulu dilakukan Agung. Benar, pengkhianatan, dan bukan putus hubungan yang biasa.


"Ternyata mantan pacar, aku akan memberimu diskon, kamu pilih saja gambarnya!" kata wanita itu dengan murah hati.


"Tidak perlu." Karina langsung berbalik badan dan pergi setelah berbicara.


Kalau bukan karena Agung adalah mantan pacarnya, Karina juga tidak akan membiarkan Agung tahu di bagian tubuh mana dia akan membuat tatonya.


Mungkin malah akan mendapatkan simpati dan cemoohan dari Agung!


Ini adalah hal terakhir yang diinginkan Karina.


Waktu itu setelah putus, Karina bersumpah untuk tidak mengenal Agung lagi.


Sebelum mencapai pintu, pergelangan tangan Karina dicengkeram, dan dirinya ditarik kembali--


"Ah!" Karina hampir menabrak dada Agung, dan membuat Karina marah, "Apa yang kamu lakukan?"


"Meskipun kita sudah putus, kamu tidak perlu begitu dingin, 'kan?" kata Agung dengan lembut dan bercanda.


"Apakah aku familier denganmu?" Karina sekuat tenaga melepaskan tangan Aditya, "Ada lagi, tolong kamu jangan mengatakan kepada orang lain aku adalah mantan pacarmu, kita, tidak pernah memiliki hubungan!"


Selesai berbicara, Karina langsung pergi tanpa melihat ke belakang.

__ADS_1


Agung berdiri di tempat, wajahnya tidak berekspresi, dan ada cahaya samar yang melintas di bawah matanya.


"Bagaimana kalian putus?" Setelah wanita itu selesai bertanya, Agung tiba-tiba memalingkan wajahnya, dan matanya terlihat suram hingga membuat wanita itu sangat ketakutan dan terburu-buru menundukkan kepalanya untuk bekerja.


Karina benar-benar ingin pergi meramal nasibnya sendiri, dia merasa sangat sial, bahkan mencari tempat untuk membuat tato saja bisa bertemu dengan Agung. Di depan pacarnya yang sekarang mengungkit mantan pacar, Agung benar-benar tidak bermoral.


Karina penasaran, dulu matanya yang sebelah mana yang buta hingga terpikat oleh Agung! Ini akibat dari menilai orang berdasarkan penampilan!


Ketika dia sedang bersungut-sungut, ponselnya berdering.


Karina mengeluarkan ponselnya dan melihat ke layar. Tangannya bergetar hingga hampir membuat ponselnya terjatuh, Budi Sudarsono? Mengapa meneleponnya?


Karina menjawabnya, "Halo?"


"Terlambat? Bukankah aku sudah dipecat?"


"Pak Aditya sudah bilang, kamu bisa terus bekerja di Grup KING, posisimu masih di Departemen Sekretariat."


Wajah Karina penuh dengan kebingungan, lelucon apa ini? Setelah bersusah payah berhasil keluar dari sana, mana mungkin dia ingin kembali lagi? Tidak mungkin! "Tidak mau."


"Pak Aditya sudah bilang, kalau kamu tidak datang, dia sendiri yang akan pergi menjemputmu."


"...!!!" Karina terkejut, membiarkan Aditya datang menjemput? Otak Karina berputar, ini tidak boleh terjadi! Memberikan alamatnya kepada Aditya, sama saja dengan mengungkapkan alamatnya yang asli, Karina buru-buru mengubah perkataanya, "Tidak perlu, aku akan pergi!"

__ADS_1


"Aku akan menunggumu."


Telepon dimatikan, Karina ingin menangis tapi tidak ada air mata, Aditya sebenarnya sedang melakukan apa?


Karina menertawakan dirinya sendiri, dia bukan benar-benar ingin menikahiku, 'kan? Siapa yang percaya.


Karina langsung pergi ke kantor Grup KING.


Begitu Karina masuk, mata semua orang di dalam tertuju padanya dan memperhatikannya.


Iya, sebelum Karina keluar dari sana, dia adalah 'selebriti kecil' di perusahaan. Tidak ada yang tidak tahu kalau dia 'memiliki hubungan' dengan orang yang bertanggung jawab atas Grup KING, dan Karina juga dianggap sebagai karyawan yang paling suka berkhayal dan mencari masalah.


"Siapa ini?"


Karina memalingkan wajahnya, dan langsung melihat Dika Hartanto datang ke meja resepsionis.


Dika berjalan di depan Karina, "Bukankah ini Karina yang beberapa waktu lalu sangat sombong itu? Enak tidak memeluk kaki orang yang berkuasa? Kamu sudah dipecat, sekarang datang ke sini lagi untuk apa? Bukan untuk berlutut dan menjilat, 'kan?"


Karina tidak ingin memedulikannya, dan hendak menghindar lalu terus berjalan, tetapi Dika tidak membiarkannya, dan sekali lagi menghentikannya, "Apakah aku mengizinkanmu untuk pergi? Kamu ini siapa? Kamu juga tidak melihat di mana ini, tempat ini tidak menampung orang seperti dirimu!"


"Bisa berhenti menghalangi jalanku?" tanya Karina dengan sabar.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 400 bab di App F/i/zzo !!!

__ADS_1


__ADS_2