Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 2


__ADS_3

Karina buru-buru menghibur, "Erik, tidak apa-apa, kali ini kamu tidak dapat, kamu masih bisa berusaha lagi lain kali, semangat!"


"Iya!" Erik menganggukkan kepala, sorot matanya mencerminkan sebuah tekad yang kuat.


Karina melihat ke arah Bibi Tutik, "Bi Tutik, kamu bisa pulang sekarang."


"Baik, besok jam 8 pagi aku akan datang lagi."


"Baik."


Setelah Bibi Tutik pergi, hanya tersisa Karina dan keenam anak kecil itu di ruangan itu.


Karina mulai membuat susu bubuk untuk keenam anak kecil itu--


"Susu sudah siap!" Begitu Karina selesai berkata demikian, keenam anak kecil lucu itu bergegas mendekat, berdiri di hadapan Karina, wajah-wajah kecil tembam mereka mendongak, menunggu diberi makan, "Ayo berbaris yang rapi, ambil satu per satu, Yuda pimpin barisan, lalu mulai menghitung."


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga!"


"Empat!"


"Lima."


"Enam……" Erik yang terlambat bereaksi melanjutkan, wajahnya merah karena tersipu.


Karina menyerahkan keenam botol susu kepada mereka.


Anak-anak itu pun memeluk botol mereka, mencari posisi masing-masing dan mulai minum, mulut kecil mereka sibuk bergerak-gerak, perut bulat mereka menggembung bagaikan balon kecil.

__ADS_1


Susu ini adalah makanan pembuka mereka. Tanpa beristirahat, Karina langsung berbalik dan memasak menu pelengkap untuk anak-anak itu: risotto dengan kentang dan udang.


Setelah selesai, ia menyajikan makanan itu di atas sebuah meja makan kecil.


Setiap anak memiliki meja makannya sendiri, mereka sudah menunggu di sana sejak tadi.


Setelah siap tersaji, anak-anak pun mulai mengangkat sendoknya masing-masing dan mulai makan.


Karina melihat mereka makan dengan gembira, ada rasa puas dan cinta seorang ibu di hatinya yang semakin kuat.


Tiga tahun yang lalu, Karina bertemu dengan seorang model di sebuah bar, ia tidak menyangka, hanya tidur satu malam dengan model itu bisa membuatnya hamil.


Saat itu, ia masih seorang mahasiswi, bagaimana mungkin ia bisa punya anak! Ketika ia bersiap melakukan aborsi, ia menyadari bahwa dirinya mengandung enam bayi sekaligus! Saking terkejutnya, ia sampai-sampai langsung pingsan di depan dokter.


Apalagi yang bisa ia lakukan? Ia tidak mungkin menggugurkan keenam anaknya!


Akhirnya, ia meneruskan kuliahnya sambil mengandung.


Yuda si anak laki-laki, Lili si anak perempuan, Hendra dan Anita si kembar identik, Renata si anak perempuan, dan Erik si anak laki-laki.


Tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan, masing-masing memiliki kepribadian dan kelucuannya sendiri.


Ia kembali ke Indonesia ketika anak-anaknya baru berusia tiga tahun.


Hal pertama yang ia lakukan setelah kembali ke Indonesia adalah mencari pekerjaan.


Enam anak dengan enam mulut, jika sekaleng susu bubuk di rumah orang lain baru habis setelah satu minggu, tetapi di rumahnya habis dalam sehari.


Karina sering mengeluh, model itu bukan hanya pandai bercinta, tetapi kesuburannya ternyata juga sangat menakutkan.


Enam anak sekaligus!!

__ADS_1


Setelah ia kembali ke Indonesia, sudah 20 perusahaan yang ia lamar, tapi tidak ada satu pun yang menghubunginya.


Tepat disaat ini, ponselnya berdering, ia melihat sebuah panggilan dari seorang asing, lalu mengangkatnya, "Halo, ini dengan siapa?"


"Dengan Karina? Saya dari Televisi SK, apakah besok ada waktu datang kemari?"


"Ya, ada!" Jawab Karina sambil menahan kegembiraan dalam hatinya.


"Bagus, besok jam 12 siang silakan datang ke stasiun televisi."


"Baik, besok saya pasti akan datang tepat waktu."


Setelah menutup telepon, hati Karina senang bukan kepalang, kelak jika ia sudah memiliki pekerjaan, anak-anaknya tidak akan kelaparan lagi!


Kalau orang lain setelah lulus bercita-cita memiliki karir yang sukses, tetapi bagi dirinya, cita-citanya adalah membesarkan anak!


Keesokan harinya, Karina datang lebih awal ke stasiun televisi.


Begitu sampai di depan pintu masuk stasiun televisi, seorang reporter cantik keluar, dengan galak wanita itu bergumam, "Mengapa Karina belum datang juga? Apa di hari pertama saja sudah terlambat?"


Karina segera menghampiri, "Halo, saya Karina."


Tania menatapnya dari atas ke bawah, "Apa yang kamu lakukan? Baru datang sekarang! Kita akan mewawancarai seorang tokoh yang sangat penting di Jakarta, kamu ini buang-buang waktu saja, apa kamu bisa menggantinya?"


"Maaf, maaf!" Dalam hati Karina berkata, aku 'kan tidak terlambat……


"Tugasmu adalah memanggul kamera!"


Orang di sebelahnya menyerahkan kamera kepada Karina, Karina mengambilnya, lumayan berat.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!

__ADS_1


__ADS_2