Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 12


__ADS_3

Sosok tinggi Aditya berdiri di hadapannya, diselimuti bayangan hitam, seperti akan membungkus tubuh Karina yang ramping.


Karina menurunkan pandangannya, jantungnya hampir berhenti berdetak. Semuanya seakan berubah menjadi lambat, termasuk napasnya yang menjadi semakin berat.


Budi membuka pintu ruang rapat, Karina pun tersadar, namun sudah terlambat.


Setelah pintu terbuka, Aditya berjalan melewatinya dan memasuki ruang rapat.


Angin yang timbul dari gerakannya itu menerpa wajahnya, sungguh terasa panas.


"Masuk." kata Budi.


Karina teringat dengan perkataan Budi tadi pagi. Selama rapat berlangsung, dia harus selalu berada di dalam.


Dia pun tersadar dan bergegas masuk ke dalam ruang rapat.


Setelah masuk ke dalam, ia pun berdiri di samping proyektor.


Para manajemen papan atas duduk mengelilingi meja rapat berbentuk persegi panjang itu. Aditya duduk di tempat yang paling penting. Jika dibandingkan dengan Manajemen papan atas yang sedang duduk tegak, dia tampak bersandar malas pada kursi hitamnya dan menyilangkan kakinya. Namun itu tidak dapat menghilangkan karismanya yang serius dan mengagumkan. Dia melirik para manajemen papan atas itu dengan samar, karismanya begitu kuat.


Budi duduk di sebelahnya.


Setelah rapat dimulai, Karina--sebagai satu-satunya orang yang kehadirannya tidak diperlukan di ruangan itu, tidak bisa melepaskan pandangannya dari Aditya.


Melihat karismanya yang begitu kuat, kenapa waktu itu dia bisa merasa kalau Aditya adalah seorang model?

__ADS_1


Ah, matanya benar-benar buruk saat mencari pacar, begitu pula saat mencari model...


Selama rapat, Karina memegang remote control dan menekan tombol proyeksi. Selain itu tidak ada lagi yang dia lakukan.


Rapat baru berakhir pada pukul 12:00.


Karina membukakan pintu, para Manajemen papan atas satu per satu keluar dari ruang rapat.


Budi mematikan komputer, kemudian berdiri dan keluar dari ruang rapat.


Hanya Aditya seorang yang masih tinggal di ruang rapat. Dia masih tetap duduk di kursinya, sama sekali tidak berniat untuk beranjak.


Bahkan, bola matanya yang hitam itu sedang menatap Karina dengan tajam.


Dia... kenapa dia melihatku seperti itu? Apa yang ingin dia lakukan...


"Tutup pintunya dan datang kemari." Suara Aditya yang berat sangat enak didengar, namun dapat membuat orang menjadi ketakutan.


Karina merasa ragu untuk sejenak, kemudian menutup pintu. Dia berjalan dengan hati-hati hingga jaraknya berada satu meter dari Aditya.


"Permisi, apakah ada yang bisa saya bantu?" Dia bertanya dengan suara pelan.


Aditya tidak bersuara, ia pun berdiri dari kursinya.


Karina yang sudah sangat gugup itu pun terkejut, berbalik badan, dan berlari.

__ADS_1


Aditya mengulurkan lengannya yang panjang, mengaitkan tangannya ke pinggang Karina yang ramping.


"Ah!" Karina terkejut dan berteriak. Pandangannya tiba-tiba menjadi kabur dan tubuhnya terasa sangat ringan. Ia pun terjatuh ke meja rapat yang barusan masih diselimuti dengan aura serius yang mencekam!


Sebelum dia dapat bereaksi, tubuh Aditya yang tinggi itu menekannya. Satu tangannya berada di sebelah telinga Karina, seolah-olah sedang mengurung Karina. Tubuh Karina terpaku dan tidak bisa bergerak, ia menatap Aditya dengan gugup, "Pak Aditya, apa yang Anda lakukan?"


"Kamu sengaja muncul di hadapanku untuk menarik perhatianku?" Aditya bertanya sambil menyipitkan matanya. Dia benar-benar terlihat berbahaya.


"..." Karina terdiam, kepalanya terasa berdengung, "S... saya tidak bermaksud begitu."


Meskipun dalam waktu singkat Karina telah bertemu tiga kali dengan Aditya secara kebetulan, tapi ini tidak ada hubungannya dengan Karina. Kenapa Aditya bilang Karina sengaja melakukannya?


"Caramu yang pura-pura jual mahal untuk mendekatiku itu tidak ada gunanya."


Karina menatapnya dengan ekspresi bertanya-tanya, dia menolak Aditya untuk mendekatinya?


Aditya mencengkeram pinggang Karina yang ramping, menimpa tubuh Karina dengan sekuat tenaga--


"Ah!" Wajah Karina merona merah.


"Apa kamu teringat sesuatu?"


"Saya... saya tidak tahu soal apapun, Pak Aditya. Saya hanyalah karyawan biasa dari Grup KING. Tolong, Anda jangan seperti ini. Ini adalah ruang rapat!" Kenapa dia melakukan hal semacam ini padanya di sini?


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!

__ADS_1


__ADS_2