Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 24 Atau Dia Ingin Mencapai Langit dengan Satu Langkah?


__ADS_3

"Berhenti."


Suara yang membaca laporan terhenti, sang supir menepikan mobil ke pinggir jalan.


Budi menatap sekitarnya dan melihat Karina yang keluar dari semak-semak dengan membawa sebuah karung di pinggir jalan.


Dia sedang... memungut botol plastik?


Budi pikir dia salah lihat. Namun saat dia melihat Karina memungut botol plastik dan melemparnya ke dalam karung, mata Budi terbelalak.


Walaupun Karina dipecat, apa berarti dia harus mencari nafkah dengan memungut botol kosong? Apakah seseorang yang menghidupi diri dengan memungut botol tidak akan menghargai pekerjaannya di perusahaan? Apakah dia takut orang lain tidak mengetahui hubungannya dengan orang yang bertanggung jawab atas Grup KING?


Atau dia ingin mencapai langit dengan satu langkah?


Tentu saja orang waras tidak akan mengambil resiko seperti itu. Seharusnya dia lebih berhati-hati.


Saat Budi tidak yakin atas maksud tindakan Karina, dia menyadari bahwa udara di sekitarnya menjadi berat.


"Menarik." Sudut bibir Aditya sedikit terangkat, namun matanya tidak tertawa. Orang yang mengerjainya sebelumnya sudah bertemu dengan Raja Neraka. "Bawa dia kemari."

__ADS_1


"Baik." Budi turun dari mobil.


Karina menundukkan kepala dan mulai meragukan keputusannya dalam memungut botol kosong. Uang receh ini bahkan tidak cukup untuk membayar upah lembur Bibi Tutik!


Pada saat dia merenungkan keputusannya, ada langkah kaki yang mendekat. Dia mengangkat kepala dan melihat Budi di hadapannya.


"Sekretaris Budi?" Karina tampak terkejut. Kenapa dia ada di sini?


"Naik ke mobil." Budi perlahan berbalik.


Karina melihat Rolls Royce hitam yang berhenti di pinggir jalan. Mobil itu dipenuhi dengan aura yang serius dan menakutkan dari segala sudut, membuat orang tidak mempunyai tempat untuk bersembunyi.


Itu mobil Aditya. Walaupun kacanya gelap dan Karina tidak dapat melihat orang di dalam, tapi Karina yakin Aditya pasti ada di dalam, bahkan pandangannya jatuh pada Karina. Karina merasa sedikit tidak tenang...


"Aku tidak terlihat cocok untuk naik mobil, 'kan? Lihat, bukannya kalian jadi menggangguku yang sedang memungut sampah?" Karina bertanya dengan serius.


Dia sungguh tidak paham kenapa dia harus mendekati Aditya. Dia meninggalkan perusahaan karena perintah Aditya sendiri.


"Buang saja karung itu. Lepaskan juga sarung tanganmu." Karina masih ingin melawan, namun Budi berkata, "Pak Aditya tidak suka menunggu."

__ADS_1


Karina membuang karungnya dan melepas sarung tangan, kemudian berjalan menuju ke mobil Rolls Royce itu.


Budi membuka pintu mobil. Setelah terbuka, Karina melihat Aditya dengan perawakannya yang tinggi duduk di kursi panjang, terlihat duduk dengan malas dengan kedua kaki disilangkan. Dia berpakaian hitam dengan aura yang kuat dan menarik perhatian Karina.


Karina menebalkan muka dan duduk di dalam mobil. Setelah pintu tertutup, Budi duduk di kursi depan dan menutup telinganya.


"Pak Aditya, kenapa Anda mencari saya? Apakah karena akhirnya Anda sadar dan bersedia menikahi saya?" Karina sengaja memancingnya.


Mata Aditya yang hitam pekat menatap Karina. Pikirannya tidak dapat ditebak. Oksigen di dalam mobil seakan menipis.


Saat Karina ingin melanjutkan, Aditya berkata, "Setelah kupertimbangkan, aku bisa menikahimu."


"...Eh??" Karina terdiam. "Apa yang Anda katakan? Me… menikahiku?"


"Kukira kamu akan senang mendengarnya." kata Aditya.


"Tentu saja saya senang, tapi... sekarang saya menyesal. Saya tidak ingin menikah dengan Anda..." Sebelum Karina selesai bicara, Aditya menggenggam pergelangan tangan Karina dan mendorongnya jatuh ke atas kursi.


Kedua bola mata Karina dipenuhi bayangan hitam Aditya.

__ADS_1


Dagu Karina diangkat dan dia terpaksa menatap mata Aditya yang agresif dan penuh dengan ancaman. "Kamu berhasil membuatku marah."


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 400 bab di App F/i/zzo !!!


__ADS_2