Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 5


__ADS_3

Momen bergairah dengan Aditya di malam itu mungkin bisa dianggap selesai, tapi ia masih harus melahirkan anaknya, enam sekaligus!!


Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana mungkin ia bisa tahu kalau pria itu bukan seorang model, melainkan berasal dari sebuah keluarga yang punya kuasa dan status di Jakarta!


Kalau Aditya tahu bahwa dirinya diam-diam melahirkan anaknya, ia pasti akan merebut mereka!


Tidak bisa! Anak-anak adalah miliknya, Aditya tidak boleh tahu! Ia harus menyimpan rahasia ini rapat-rapat!


Tapi kalau ingat kejadian di ruangan itu, sepertinya Aditya tidak mengenalinya.


Kalau ia mengenalinya, bagaimana bisa wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun ekspresi?


Jadi, ia pasti tidak mengenali Karina!


Keluar dari stasiun televisi, Karina sangat ingin memaki ke langit.


Saat mereka kembali ke stasiun televisi, Tania memecatnya, dengan alasan bahkan mengambil gambar dengan kamera pun ia tidak becus, masih berani mengatakan kalau ia pernah melakukan pekerjaan serupa di luar negeri.


Alasan macam apa ini! Jelas-jelas karena Tania takut Karina akan mengatakan kejadian saat wawancara itu!

__ADS_1


Setelah sibuk seharian, bahkan sepeser uang pun tidak ia dapatkan, alasannya kalau sudah bekerja selama seminggu baru bisa mendapatkan gaji.


Karina sangat marah, tapi ia tidak berdaya, ini tentang mau atau tidaknya orang itu mempekerjakannya, apa haknya untuk melawan.


Karina berjongkok di pinggir jalan, tangannya menggambar sebuah lingkaran, ia merasa malu menghadapi anak-anaknya di rumah!!


Sesampainya ia di rumah, kakinya langsung dipeluk begitu pintu dibuka.


"Mama!" Keenam anak itu berlari menghampirinya. Yuda lari paling cepat, jadi ia adalah yang pertama sampai di depan Karina, Erik yang paling lambat, ia paling terakhir sampai.


Karina berjongkok dan menatap keenam wajah imut mereka, "Mama sudah pulang, apa kalian menjadi anak yang baik di rumah?"


"Ya!" Keenam anak itu menjawab serempak.


Karina mengira ia harus mulai mencari pekerjaan lagi dari awal, tak disangka dua hari kemudian, ia mendapatkan panggilan kerja lagi, dan itu adalah Grup KING di Jakarta.


Karina sangat senang, walaupun hanya menjadi resepsionis, tapi dengar-dengar pekerjaan resepsionis di Grup KING memiliki standar tinggi.


Setiap tahunnya banyak mahasiswa dari berbagai universitas ternama berusaha keras berlomba agar bisa bekerja di Grup KING, dan tidak semua orang berhasil masuk. Orang-orang mengatakan mereka lebih memilih Manajemen papan atas di Grup KING daripada mendirikan perusahaan sendiri, itu menunjukkan betapa hebatnya Grup KING.

__ADS_1


Jadi bagaimana mungkin Karina tidak senang? Ia bahkan sangat bersemangat melihat para elit yang luar biasa itu, seakan-akan ia sangat yakin suatu saat nanti ia bisa menjadi seperti mereka.


Tapi seketika ia langsung merasa putus asa, di mata orang lain, ia paling-paling hanya dianggap sebagai seorang anak kecil yang sedang mencari pekerjaan.


Orang yang mewawancarainya adalah pengawas resepsionis bernama Tina Wicaksana, seorang wanita berusia tiga puluhan, dengan kartu identitas tergantung di dadanya, ia sangat cakap dan serius, "Pekerjaan sebagai resespionis tidak semudah yang kamu pikirkan, setiap hari kamu harus mengangkat telepon, menghadapi berbagai macam orang, kalau kamu tidak berhati-hati kamu bisa menyinggung orang, jadi kamu harus mengandalkan otakmu sendiri untuk menghindarinya. Masa percobaanmu adalah satu bulan, pergi sana."


"Baik."


Dengan demikian, Karina pun mulai bekerja di Grup KING sejak hari itu.


Menjadi resepsionis tidaklah semudah itu, ia harus berdiri sepanjang waktu. Tentu saja, sekarang ia hanyalah seorang anak kecil, yang masih harus berdiri di samping sambil belajar.


Menjelang tengah hari, sebuah mobil masuk dan berhenti di depan pintu.


Penjaga keamanan segera melangkah maju dan berdiri tegap, terasa atmosfir yang menegangkan.


Tyas, yang berdiri di sebelah Karina, mengingatkannya, "Pak Aditya sudah datang!"


Karina tersentak. Pak Aditya? Kenapa namanya begitu familier?

__ADS_1


Seorang pengawal membuka pintu mobil, dan orang di dalamnya keluar, yang pertama terlihat adalah kaki yang panjang, dengan sepatu kulit Oxford kualitas tinggi, berjalan masuk.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2