
Ditatap dengan tatapan yang mengerikan itu, membuat Karina panik sampai jantungnya hampir berhenti berdetak. Dia takut jika terus dalam posisi seperti itu, dia bisa dihabisi oleh Aditya!
"Pak Aditya, jika Anda menyentuh saya, apakah Anda akan menikahi saya?" Karina bertanya dengan berani. Dengan gugup dan wajah penuh harap menatap Aditya.
Mata Aditya yang hitam dan tajam menatap dalam Karina. "Apa maksudmu?"
"Jika Anda bersedia menikahiku, saya akan membiarkan Anda menyentuhku. Setuju?" Karina memburu pertanyaannya, tanpa ragu menunjukkan keserakahannya.
Tangan Aditya yang menjepit dagu Karina semakin keras, Karina merasa semakin tidak nyaman, alisnya mengerut.
"Tujuan dari pendekatanmu, adalah demi ini?"
"Itu… tidak ada orang yang tidak ingin menjadi seorang Nyonya Sulistyo, bukan? Semua orang juga tahu pasti, menikah dengan Anda, bukankah akan menjadi Ratu?" Karina menjawab dengan kesan yang haus akan materi.
Wanita ini sering berkeliaran di depannya, ternyata memang ingin memancingnya, menginginkan posisi seorang Nyonya Sulistyo.
Aditya menahan rasa gelisah dalam dirinya, matanya yang hitam menatap dingin bagaikan es, "Keluar."
Karina terkejut, "Bukankah Anda menginginkanku? Sebenarnya tiga tahun lalu, saya juga tidak buruk, bukan?"
"Jangan sampai aku mengulangi perkataanku lagi." ucap Aditya dengan serius.
__ADS_1
Karina menunduk, tangannya mencoba menarik pintu, "Tapi pintunya tidak bisa terbu..." Belum selesai berbicara, pintu pun terbuka, canggung sekali.
Dia pun berbalik badan dan pergi, kemudian menutup pintunya.
Setelah pintu ditutup, hati yang berakting tadi pun sirna, menjadi sebuah ketakutan yang mendalam.
Beruntung dia berakting dengan baik, sengaja membuat Aditya berpikir bahwa dia adalah wanita yang menginginkan materi, jika tidak, dia tidak akan mungkin bisa keluar dari kantor itu, bukan? Dia pasti akan habis ditelan oleh Aditya.
Walaupun tiga tahun telah lewat, tetapi Karina masih ingat dengan jelas keganasan Aditya malam itu...
Kali ini dia berhasil kabur, tapi lain kali bagaimana?
Rasanya ingin sekali dipecat saja!
Tidak ada bedanya dengan para wanita yang juga mengincarnya.
Setelah Karina kembali ke Departemen Sekretariat, sesaat dia duduk, kursi mengeluarkan suara berdecit, dan menghela napas. Berbicara dengan dirinya sendiri, "Pak Aditya aneh sekali, saat dia mendengar harus menikah denganku, dia langsung tidak mempedulikanku, jika bukan pria brengsek, lantas apa?"
Orang lain, "????"
"Dia menempatkanku di Departemen Sekretariat, aku kira dia sangat menyukaiku, ternyata tidak ada tanggung jawabnya sama sekali!"
__ADS_1
Orang lain, "!!!!"
"Atau mungkin saja aku tidak boleh mengungkit masalah pernikahan, tidak apa tidak menikahiku, jika membantu karirku meningkat juga bagus! Posisi Budi juga bagus, aku suka!"
Orang lain, "..."
Hal yang paling tidak perlu dicemaskan di dunia ini adalah angin gosip. Tertiup sampai mana pun pasti akan tersebar.
Ucapan Karina barusan, telah tertiup ke tempat lain dengan mudahnya.
Dan yang paling dia harapkan adalah ucapan ini bisa sampai ke telinga Aditya. Dengan begini, saat Aditya mendengarnya, Aditya bisa memecatnya.
Perhitungannya sangat bagus.
Orang-orang di Grup KING pun tertegun dengan gosip ini, gosip ini sangat manis! Juga asam!
Grup chat pribadi perusahaan--
"Apa kataku? Karina bisa masuk ke Departemen Sekretariat itu karena ada hubungan gelap, aku tidak salah, 'kan!"
"Tidak kusangka akan mengetahui kebenaran seperti ini, bukankah Pak Aditya tidak berminat dengan wanita di perusahaan ini? Lalu bukankah ini juga artinya kita juga punya harapan? Aku rasa kita tidak lebih buruk dari Karina."
__ADS_1
"Faktanya, Karina lebih muda dari kita, wajahnya juga polos, para lelaki menyukai yang seperti ini."
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 400 bab di App F/i/zzo !!!