Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 16


__ADS_3

Jelas-jelas ada yang salah pada percakapan ini.


Agung mengerutkan dahinya, matanya memancarkan tatapan curiga.


"Pak Aditya, apa Anda mengenal Karina?" Yuni bertanya dengan perasaan tidak terima.


Aditya seakan tidak mendengar ucapan Yuni, matanya hanya menatap Karina dengan tajam. "Bar bukanlah tempat yang cocok untukmu."


Ucapannya ini terdengar seperti memiliki makna terselubung. Samar-samar ingatannya tentang kejadian di bar waktu itu mulai muncul.


Tapi apa maksud Aditya? Apa dia tidak marah? Bahkan dia juga mengatakan ucapan yang dapat membuat orang salah paham, Karina hanya menjadikannya sebagai alasan dengan mengatakan bahwa Aditya adalah pacarnya...


"Antarkan dia pulang." Aditya memberi perintah kepada pengawalnya.


Masalah ini masih belum jelas. Yuni yang masih tidak terima terus mendesak untuk mengetahui kebenarannya. Padahal awalnya ia hanya ingin mempermalukan Karina. "Pak Aditya, apa Karina sungguh pacar Anda? Bagaimana kalau Anda membuktikannya sebentar?"


Ini adalah pikiran Yuni, dan juga pikiran orang banyak.


Agung menggertakkan giginya, tatapannya tertuju pada wajah Karina, seolah-olah ingin melihat ke dalam isi hatinya.


Aditya memiringkan tubuhnya sedikit, menatap Yuni, "Kamu ini siapa?"


Yuni melangkah mundur karena terkejut. Berhadapan dengan tatapan menyeramkan dari bola mata berwarna hitam pekat itu membuatnya tidak berani menatap Aditya lagi.


Setelah selesai berbicara, Aditya berbalik dan pergi.

__ADS_1


Pengawal Aditya yang masih tinggal berkata, "Nona Karina, saya akan mengantarkan Anda pulang."


Karina kembali tersadar, ia meninggalkan orang-orang itu, berjalan mengikuti pengawal Aditya keluar dari bar.


Sesampainya di luar bar, pengawal Aditya berkata, "Mohon tunggu sebentar, mobilnya akan segera tiba."


"Tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri!" Setelah itu Karina tidak sabar untuk segera menghentikan sebuah taksi dan melarikan diri dari tempat itu.


Lelucon macam apa ini, apa dia akan membiarkan pengawal Aditya mengantarnya pulang?


Jika pengawal Aditya benar-benar mengantarnya pulang, tempat tinggal Karina dan keeenam anaknya pasti akan langsung terbongkar!


Setelah naik ke dalam taksi, kepala Karina terasa berdengung. Kejadian malam hari ini sungguh terasa seperti sebuah lelucon. Kalau tahu akan seperti ini, tentu saja dia tidak akan datang ke sana.


Hanya saja, apakah Aditya marah? Orang itu benar-benar sulit ditebak, tidak ada yang tahu isi hatinya.


Karina menatap kotak di tangannya, berpikir apakah ia bisa mengembalikannya? Kemudian uangnya bisa ia gunakan untuk membeli sekaleng susu untuk anak-anaknya.


Padahal Karina sudah berniat baik untuk menghadiri pesta ulang tahun Yuni, tapi ia malah dipermalukan sampai seperti itu. Lain kali dia pasti akan menjauhi mereka.


Kemunculan Agung adalah sesuatu yang tidak terduga. Entah apakah dia masih bersama dengan wanita itu, atau sudah melajang?


Saat berada di dalam bar, Karina tidak melihat wanita itu. Tapi, ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Karina.


Karina pikir hubungannya dengan Agung sudah berakhir, tapi siapa sangka dia adalah adik Aditya. Dulu saat masih berpacaran dengan Agung, Karina pernah mendengar kalau dia punya seorang kakak dari keluarga pamannya. Hanya saja hubungan mereka tidak terlalu baik.

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya berdering, Karina melihat siapa yang menghubunginya.


Meskipun tidak menyimpannya, ia masih mengingat sederet nomor itu dengan jelas, itu adalah nomor Agung.


Karina tidak menerimanya dan membiarkan ponselnya terus berdering. Hal ini membuat sang supir taksi merasa terganggu, hingga akhirnya Karina pun menjawab teleponnya, "Siapa?"


"Jika kamu sungguh tidak tahu, kenapa kamu baru menjawab panggilanku sekarang?"


Tindakan Karina dapat ditebak dengan mudah, benar-benar konyol. "Apa aku harus memberitahumu kapan aku akan menjawabnya?"


"Bagaimana kamu bisa mengenal Aditya?" tanya Agung.


"Kenapa aku harus memberitahukannya padamu?"


"Apa kamu sedang balas dendam padaku?"


"Kamu sudah berpikir terlalu jauh, aku tidak membosankan seperti itu."


"Sebagai mantan pacarmu, aku akan memperingatkanmu, jauhi dia."


"Kenapa?"


"Karena aku dan dia memiliki darah yang sama, dia tidak akan tertarik dengan gadis semacam dirimu." Suara Agung dengan nada mengejek terdengar jelas.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!

__ADS_1


__ADS_2