Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 23 Apa Beberapa Malam Ini Kamu Bisa Menginap di Sini


__ADS_3

Begitu Karina dipecat, para wanita yang sengaja ingin menarik perhatian Aditya orang yang bertanggung jawab atas Grup KING langsung ketakutan sampai pucat.


Rumor hanyalah rumor, mereka yang mempercayai rumor itu, hampir saja sama bernasib sama seperti Karina, dipecat.


Karina kembali menjadi pengangguran…


Tapi kali ini, dia sendiri yang menginginkannya. Hal ini termasuk peristiwa yang membahagiakan, 'kan...


Karina tidak langsung pulang, tapi langsung mencari pekerjaan lain. Dia terus mencari sampai malam hari dan baru pulang ke rumah, dia sangat lelah.


Pulang ke rumah, lalu mendorong pintunya. Di dalamnya, anak-anaknya langsung berlari menuju ke arah pintu dengan gembira.


Saat berencana untuk masuk ke dalam rumah, kakinya sudah dipeluk oleh Yuda--


"Ah! Yuda, bahaya!" seru Karina yang terjatuh keras ke atas lantai.


Anak-anak itu tercengang, setelah memastikan Karina tidak apa-apa, lalu mereka bergegas menghiburnya--


"Mama!"


"Jangan berdiri di depan pintu seperti itu, hampir saja aku menginjak kalian." Sahut karina yang masih sedikit khawatir.


Bibi Tutik berjalan ke arahnya dan berkata, "Mereka semua khawatir dan terus bertanya, kenapa kamu masih belum pulang."


Karina mengelus kepala mereka dan berkata, "Maaf, mama hari ini harus lembur."

__ADS_1


"Lembur?" Anak-anak itu memasang wajah penuh tanya kepada Karina.


Karina mengerti, mereka masih tidak mengerti apa itu artinya lembur.


"Lembur itu benda yang jahat" Kata Yuda setelah sadar.


"Lebih jahat dali kakek kapak!" Kata Lili sambil memegang boneka panda ditangannya. Wajahnya yang imut terlihat marah.


"Ayo kalahkan dia!" Kata Hendra sambil mengangkat tangannya.


"Kalahkan." Kata Anita.


"Benda jahat!" Kata Renata.


"Iya!" Kata Erik sambil mengangguk.


Setelah anak-anak itu selesai makan dan pergi bermain. Karina bertanya kepada Bibi Tutik, "Bibi Tutik, apa beberapa malam ini kamu bisa menginap di sini?"


"Kenapa?"


"Aku harus lembur, kamu hanya perlu menginap beberapa hari saja. Aku nanti akan menambahkan uang lemburmu. Bagaimana?" Tanya Karina.


"Baiklah. Lagi pula aku tidak ada kegiatan lain."


"Terima kasih. Bibi Tutik pulang dulu saja, kamu mulai menginap dari besok."

__ADS_1


"Baik."


Setelah Bibi Tutik pergi, Karina berpikir. Sebelum dia menemukan pekerjaan, apa dia sungguh harus memulung sampah? Tapi kalau tidak begitu, bagaimana dengan biaya hidup keesokan harinya? Tidak masalah jika dia harus bekerja keras, jangan sampai membuat anaknya kelaparan!


Yuda naik ke bahunya dan berkata, "Mama, temani aku bermain petak umpet!"


Karina melihat tatapan penuh harapan dari keenam anaknya. Dia langsung menutup matanya dengan kedua tangannya dan berkata, "Aku hitung sampai lima, cepat bersembunyi."


Begitu mereka selesai berbicara, keenam anak itu langsung berlari cepat dengan kaki kecil mereka. Mereka mencari tempat untuk bersembunyi.


Erik yang menggemaskan menabrak Yuda sampai jatuh. Dia terguling keluar.


Setelah terkaget selama dua detik, ia bersiap untuk terus mencari tempat bersembunyi.


"Empat... lima!" Karina langsung menjulurkan tangannya dan matanya langsung bertemu dengan Erik. "..."


Pagi harinya, Karina pergi keluar untuk mencari pekerjaan. Malamnya, setelah anak-anaknya tidur dan memberitahu Bibi Tutik, dia pergi keluar.


Memungut sampah adalah pekerjaan yang sedikit memalukan, tetapi dibandingkan tidak bisa memberi makan anak-anaknya, ini semua tidaklah penting.


Karina membawa kantung plastik dan mencari botol sepanjang jalan. Akan tetapi dia hanya menemukan beberapa.


Sifat orang-orang di kota ini sangat bagus. Atau jangan-jangan, dia seharusnya tidak mencari sampah di daerah ini? Ternyata memungut sampah pun dia tidak cukup berpengalaman.


Malam semakin gelap. Mobil di jalanan tidak terlalu banyak. Rolls Royce yang mendominasi dan ganas mengoyak malam, keluar untuk mencari angin.

__ADS_1


Budi di tempat duduknya sedang melaporkan kepada Aditya tentang kenaikan persentase perusahaan. Aditya duduk di samping jendela. Satu tangannya diletakkan di pinggir jendela, dan satunya lagi menahan wajahnya. Matanya menatap ke arah luar jendela. Tatapannya lebih gelap dibandingkan gelapnya malam.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 400 bab di App F/i/zzo !!!


__ADS_2