Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 20


__ADS_3

"Betul juga. Jadi, meskipun masuk ke Departemen Sekretariat dan lebih dekat dengan Pak Aditya, itu percuma saja. Jika ada gunanya, sejak awal kita pasti sudah mendapatkan kesempatan itu."


"Benar..."


Setelah berbincang sejenak dan dandanan sudah lumayan bagus, mereka pun beranjak pergi.


Setelah Karina mendengar perbincangan mereka tadi, dia pun menjadi tenang.


Itu artinya, Aditya tidak akan menyentuh karyawati Grup KING. Pikiran Karina langsung melayang ke kejadian di ruang rapat saat itu.


Karina pun menghitung waktu dan beranjak pergi.


Dia berdiri di depan pintu kantor, mengetuk pintu, kemudian terdengar suara yang berat dan elegan berkata, "Masuk."


Tubuh Karina terasa kaku. Dia membuka pintu, dan langsung terlihat sosok gagah yang sedang berdiri di antara meja kantor yang besar dan jendela prancis yang besar itu.


Tubuh tegap itu memberikan ganggguan psikologis kepada orang.


Udara pun terasa menjadi pengap.


Karina pun berjalan masuk dengan hati-hati. Berhenti tidak jauh dari meja kantor itu dan menjelaskan terlebih dahulu, "Pak Aditya, saya sungguh tidak ada maksud lain, saat itu saya melihat ada coretan yang digambar oleh anak kecil, itu jelek sekali, maka itu saya ingin mencoba menghapusnya."

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu anak kecil yang menggambarnya?"


Tubuh Karina menegang, lidahnya kaku. Menatap Aditya yang membalikkan tubuhnya sedikit, tatapan dari mata Aditya yang hitam dan tajam itu balik menatap Karina, seakan siap menebasnya.


Karina memutar otak dengan cepat, dengan gagap berkata, "… Gambar seperti itu, yang mirip dengan sebuah bola baja, dan juga dengan ketinggian itu, tidak mungkin dilakukan oleh orang dewasa bukan?"


Aditya tidak berkata apa pun, dia menatap Karina, tatapan seperti itu sangat memberi tekanan kepada Karina.


Dengan sekuat tenaga berusaha untuk tidak kabur.


Lalu Aditya pun berjalan ke arah Karina, membuat jarak di antara mereka semakin dekat.


Karina panik, "Pak Aditya, saya… saya masih ada pekerjaan, saya akan kembali ke tempat saya dulu."


Aditya tidak mengejarnya, dengan datar dia terus berjalan ke depan, kecepatan langkahnya tidak berubah.


Karina pun menarik pintu, tapi dia tersadar pintunya tidak bisa terbuka.


Apa yang terjadi? Ini pintu elektrik, jika Aditya tidak membiarkannya pergi, dia tidak akan bisa pergi.


Dia berbalik, tubuh Aditya sudah sangat dekat. Satu tangan bersandar di samping telinganya, mengunci tubuhnya di antara pintu dan Aditya.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah pernah bilang, hati-hati saat bermain dengan api? Sudah lupa? Hum?"


"Saya… saya tidak, apa yang saya katakan itu benar, Pak Aditya, lain kali saya akan menghindari mobil Anda. Tidak akan terulang lagi, ya?" Karina sangat ketakutan, di kantor hanya ada mereka berdua, ketakutan yang disebabkan Aditya sangat besar, dia seperti siap menerkam kapan saja.


Tinggi Aditya melebihinya satu kepala, posturnya yang melihat ke bawah, posturnya yang tinggi seakan menelan seluruh tubuh Karina.


Kemeja hitam, dasi abu-abu, hanya berjarak beberapa meter darinya.


Aditya tampaknya teralihkan oleh suatu aroma, wajahnya pun mendekat.


"Pak Aditya!" Tubuh Karina yang menempel di pintu membentuk sebuah garis. Apa yang orang ini lakukan!


"Sebelumnya aku sudah menyadarinya, ada aroma susu di tubuhmu."


Karina bingung, matanya melotot, aroma susu… bukankah itu aroma dari menyeduh susu bubuk untuk anak-anak dan tidur bersama mereka setiap hari.


"Sa… saya suka minum susu stroberi." jawab Karina.


Aditya mengangkat tangannya, kemudian menjepit dagu Karina dengan erat, membuat tubuh putih lembut itu gemetaran.


Jarinya yang kasar dan panas itu membuat kulit Karina memerah dan membuat napasnya terengah-engah.

__ADS_1


Tatapan Aditya jatuh pada wajah merahnya Karina, terkunci pada kedua bola matanya yang jernih itu, aroma manis susu itu membuat darah dalam tubuh Aditya berdesir.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2