Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 15


__ADS_3

"Grup KING? Kamu harus tahu diri jika kamu ingin membual, apakah kamu layak untuknya?" Yuni mencibirnya.


"Menurut kalian mungkin memang tidak layak, tapi mau bagaimana lagi, dia menyukaiku."


Mereka melihat Karina berbicara tanpa ragu sedikit pun, seolah-olah memang apa yang dia katakan itu benar, membuat mereka bertanya-tanya di dalam hati, apa mungkin dia seberuntung itu?


"Jika dia pacarmu, kenapa aku tidak tahu?" Yuni mulai bertanya.


Karina tersenyum sinis, "Mengapa aku harus memberitahumu?"


Yuni berkata, "Apakah kamu tidak tahu? Orang yang bertanggung jawab atas Grup KING adalah kakak laki-laki Agung."


"..." Karina menatap Yuni dengan terkejut.


Agung Sulistyo dan Aditya Sulistyo, mereka sama-sama memiliki nama belakang Sulistyo, apakah mereka benar-benar bersaudara? Tidak mungkin...


Itu artinya, dia putus dengan Agung dan melupakannya dengan cara tidur dengan kakaknya?


Perasaan Karina saat ini benar-benar tidak karuan!


Pada saat yang sama tiba-tiba terdengar suara keributan di pintu masuk bar, dia lalu berbalik badan untuk melihat apa yang terjadi dan saat itu dia melihat sosok bertubuh tinggi masuk ke dalam bar.


Bahkan suara berisik di dalam bar itu bisa ditekan oleh auranya yang sangat kuat.

__ADS_1


Aditya memancarkan aura dingin yang kuat, satu tangannya berada di sakunya sehingga hanya memperlihatkan jam tangan hitam di pergelangan tangannya, dia berjalan dengan kaki panjangnya dan ditemani oleh seorang pengawal di belakangnya, menggambarkan betapa kuat aura dirinya seolah tidak boleh disentuh oleh orang asing.


Karina diam terpaku, bagaimana dia datang ke sini...


"Kakakku sudah ada di sini, apakah kamu ingin membuktikannya pada kita?" Agung seperti ingin melihat drama yang terjadi.


Karina dengan segera menoleh dan menatap Agung, orang ini sengaja melakukannya.


Agung menoleh ke arah yang tidak begitu jauh darinya.


Karina mengikuti arah tatapan mata Agung hingga akhirnya tatapan itu jatuh ke arah Aditya, dia merasa bahwa darah di tubuhnya berubah menjadi dingin.


Yuni mulai mengerti dan bertanya, "Apakah itu kakakmu?"


Saraf di tubuhnya menegang hingga bulu kuduknya juga berdiri.


Mana mungkin Karina berani melangkah sejauh itu untuk membuktikan kepada mereka bahwa Aditya adalah pacarnya, dia tersadar dan segera berbalik badan hendak melarikan diri.


Namun Yuni menghalanginya dengan cepat, "Karina, mau lari ke mana kamu? Apa kamu membohongi kami?"


Karina menatapnya dengan panik, dia benar-benar sial hari ini.


Bertemu dengan mantan pacarnya di pesta ulang tahun temannya, dia juga membual tetapi kebohongannya terbongkar, hari ini memang ditakdirkan untuk menjadi hari yang memalukan untuknya!

__ADS_1


"Karena kamu tidak mau membuktikannya, maka biarkan aku membantumu!" Yuni melepaskan tangannya.


Jantung Karina berdetak lebih cepat saat dia melihat Yuni berlari ke arah Aditya, dan ketika mata Aditya yang begitu tajam melihat ke arahnya membuat dia ketakutan dan ingin bersembunyi.


"Halo Pak Aditya, senang sekali Anda hadir di sini. Saya punya teman yang menyombongkan diri di sini, dan dengan begitu berani dia mengatakan bahwa Anda adalah pacarnya, bukankah ini sebuah penghinaan bagi Anda." Keluh Yuni kepada Aditya.


Aditya menatap Karina, Karina merasa sangat menyesal dan saat ini dia berharap semoga ada guntur yang akan meledakkan dirinya ke luar angkasa.


Dia semakin panik ketika Aditya berjalan menghampirinya.


Dia berpikir, apakah lebih baik menjelaskannya saja? Saat seperti ini tidak usah peduli apakah dia akan canggung atau tidak.


Memanggil Aditya sebagai pacarnya sendiri di sini, tetapi besok dia tidak tahu apakah masih bisa hidup atau tidak?


Bayangan dari sosok tinggi itu menyelimutinya, Aditya diam berdiri di depannya dengan matanya yang hitam pekat dan tatapannya yang dingin.


Karina menunduk begitu dalam hingga kepalanya hampir mencapai dadanya, hal yang terjadi hari ini membuatnya sangat malu.


Sedangkan orang-orang yang hadir seolah sedang menonton lelucon, mereka menunggu kesialan yang akan menghampiri Karina.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Aditya berbicara dengan nada suara yang begitu rendah.


Karina berkata dengan gugup, "Menghadiri acara ulang tahun seorang teman ..."

__ADS_1


__ADS_2