Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 9


__ADS_3

Kakinya langsung segera dia tarik ke dalam sepatunya dengan panik.


Dia lupa kalau ada kamera pengawas!


Dia berharap, semoga tidak ada orang lain yang melihatnya melanggar peraturan.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya seorang pria yang tiba-tiba datang, wajahnya terlihat tampan dan sambil tersenyum.


Karina terkejut, hal yang barusan dia lakukan, tidak terlihat, 'kan?


Tapi kelihatannya, orang ini datang bukan untuk memeriksanya, melainkan untuk mengajaknya mengobrol.


Karina adalah karyawan baru, jadi dia tidak mengenalnya. Tyas yang mengenalnya langsung berkata, "Halo Pak Dika".


"Apa dia… karyawan baru?" Ujar Dika sambil menunjuk ke arah Karina dan melihatnya.


Karina menjawab, "Iya."


"Siapa namamu?"


"Karina."


"Oh, nama ini terdengar seperti nama seorang bayi."


"..." Karina langsung tersenyum dengan palsu.


"Karina, malam ini aku akan mengundangmu untuk makan malam. Ikutlah denganku". Dika langsung pergi setelah selesai berbicara.

__ADS_1


Karina tercengang, dia hanya seorang karyawan baru, kenapa mengajaknya makan malam? Dia juga bukan orang yang harus datang di acara seperti itu, bukan?


"Orang ini adalah Pak Dika Hartanto, Kepala Departemen Personalia. Dia adalah saudara jauh dari Keluarga Sulistyo, dia juga orang yang kaya. Kalau kamu mampu membuatnya menyukaimu, artinya kamu akan menikah dengan keluarga orang kaya." ujar Tyas.


"Kalau aku tidak pergi makan?"


"Tidak pergi? Aku saja ingin pergi, tapi dia tidak menginginkanku. Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu melewatkan kesempatan yang bagus ini? Kalau kamu tidak pergi, dia tidak hanya akan membuatmu malu, tapi juga langsung memecatmu." ujar Tyas.


Karina tidak menyangka, orang ini ternyata sangat kejam.


Karina hanya ingin membesarkan keenam anaknya dengan baik, dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan orang kaya.


Dan juga, semua orang yang menyukainya langsung pergi saat mendengarnya memiliki enam orang anak.


Saat jam pulang kantor tiba, telepon di meja resepsionis berbunyi. Tyas langsung mengangkatnya dan berkata, "Karina, Pak Dika memanggilmu untuk datang ke kantornya."


"Kamu akan tahu setelah tiba di sana."


Karina tidak pernah pergi ke tempat lain selain lantai satu, setelah bertanya pada orang lain, dia akhirnya menemukan kantor Pak Dika.


Karina lalu masuk ke dalam setelah mengetuk pintu, Pak Dika tersenyum saat melihatnya datang dan berkata, "Ah, kamu sudah datang?"


"Pak Dika, apa yang bisa saya bantu?"


"Nanti kamu ikut bersamaku, kita ke pergi ke tempat parkir. Aku akan mengantarmu pergi untuk membeli baju terlebih dahulu, lalu kita pergi makan malam."


"Maaf, Pak Dika, saya ingin pulang lebih awal." ujar Karina menolaknya.

__ADS_1


"Kamu tidak mau pergi?"


"Iya, saya hanya karyawan baru, tidak ingin ikut serta dalam makan malam ini."


Dika menertawakan Karina yang tidak tahu situasinya, "Karina, kamu hanya resepsionis biasa, aku menganggapmu bernilai tinggi dan itu adalah kehormatan bagimu, jangan bodoh."


"Terima kasih atas ketertarikan Pak Dika, tapi saya benar-benar tidak ingin pergi." Karina langsung berbalik badan setelah selesai mengatakannya.


Karina berjalan ke arah lift dengan wajahnya yang muram. Dia berpikir, orang-orang ini mengira dirinya hebat hanya karena memiliki uang yang banyak, dia masih saja sombong meski aku sudah menolaknya, dasar sampah!


Sebelum jari Karina menyentuh tombol lift, dia ditarik oleh seseorang.


"Aku akan memberimu kesempatan satu kali lagi untuk mempertimbangkannya, kali ini kamu pikirkan dengan baik-baik, kalau tidak, aku akan membuat hidupmu lebih sengsara di Grup KING!".


Karina yang sejak tadi sedang mengendalikan amarahnya, perlahan mulai terbakar api emosi.


Karina memang tidak mempunyai uang dan kekuasaan, tapi dia tidak akan membiarkan harga dirinya diinjak begitu saja.


Oh iya, Tyas bilang kalau Pak Dika marah, dia akan mencari cara untuk membuat orang itu keluar dari perusahaan, kebetulan, Karina jadi tidak perlu menulis surat pengunduran diri, dia sangat menantikannya.


"Kamu masih menertawakanku?" tanya Dika.


"Pak Dika, apa Anda buta jadi tidak bisa melihatku menertawakan Anda?" Kata Karina.


Dika tidak dapat mempercayai apa yang barusan dia dengar, apa dia sedang memakiku?


"Aku katakan kepadamu, jangan merayu wanita sesukamu hanya karena kamu merasa punya banyak uang. Apa kamu merasa semakin banyak wanita artinya kamu bisa semakin bahagia? Aku merasa kamu seperti gigolo!" ujar Karina sambil melihatnya dari atas ke bawah lalu melanjutkannya, "Gigolo sepertimu, tidak akan bisa mendapatkan banyak uang dalam semalam, melihatmu membuatku jijik!"

__ADS_1


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2