Wanita Ranjang

Wanita Ranjang
Bab 19


__ADS_3

Setelah urusan selesai, Karina berpikir dalam hati, gaji sebagai sekretaris cukup tinggi, cukup untuk cicilan dan biaya hidup.


Karina sibuk memikirkan urusannya, anak-anak yang baru membeli mainan tadi sangat berisik, Yuda mengambil pistol dan memperagakan 'gerakan menembak'.


Lili memegang sendok kecil menyuapi boneka beruangnya biskuit.


Hendra dan Anita sedang bermain layangan sambil berlarian. Anita pun terjatuh, wajahnya langsung ingin menangis.


Hendra buru-buru menenangkannya, "Tidak sakit, tidak sakit. Sakitnya terbang, sakitnya terbang."


"Uh, sakitnya terbang…" Anita pun tertawa riang, bangkit berdiri dan kembali berlari dengan Hendra.


Erik memegang pensil menggambar lingkaran yang tidak beraturan di bukunya.


Saat sedang serius menggambar, Hendra dan Anita yang sedang berlari malah menginjak bukunya, bahkan bukunya tertendang.


"Eh?" Erik menatap bukunya yang tertendang. Dengan perlahan dia mengambil bukunya kembali dan kembali menggambar.


Belum cukup Renata melempar bonekanya, dia pun berlari mendekat, "Aku ingin menyisir rambut mama!"


"Sisir rambut boneka saja ya, mama sudah mau berangkat bekerja." jawab Karina. "Sisir rambut mama setelah mama pulang nanti."


Karina kembali ke kantor. Siang hari saat dia menuju ke lapangan parkir bawah tanah, dia tidak melihat supirnya. Dengan penasaran, dia mengendap mendekati mobil Rolls Royce itu.


Meskipun tidak ada pantulan cahaya matahari, namun mobil itu sangat berkilau, terlihat sangat mahal dan mewah.


Karina ingin melihat di mana bekas coretan yang pernah digambar oleh Erik.


Di sebelah kiri tidak terlihat, dia pun beralih ke sebelah kanan. Kemudian terlihat gambar coret-coretan lingkaran yang tak beraturan di sana.

__ADS_1


Karina menghela napas. Erik memang pandai memilih mobil, memilih mobil ayah kandungnya.


Apakah benar-benar tidak bisa dihapus? Ini membutuhkan sekitar 40 juta Rupiah?


Karina mencoba menghapusnya dengan lengan bajunya, tidak berhasil.


Dia menghembuskan napasnya, menghapus kembali, juga tidak berhasil.


Saat Karina dengan serius membungkuk mencoba menghapus coretan itu, tiba-tiba atmosfirnya berubah menjadi tidak nyaman.


Seakan-akan dia terjebak oleh sesuatu.


Tatapannya jatuh pada bodi mobil, di bagian itu, karena ada pantulan bayangan membuat warna hitamnya semakin gelap, menutupi pantulan bayangannya.


Jantung Karina semakin berdegup kencang. Dengan perlahan dia berbalik, walaupun dia telah menebak siapa sosok itu, namun saat melihat sosok gelap yang tinggi itu, dia masih saja terkejut.


"Ternyata kamu peduli dengan mobilku." Matanya yang hitam seakan perlahan menelannya bulat-bulat.


"Bukan, saya…"


"Datang ke kantorku jam 2 siang nanti." Setelah selesai berbicara, Aditya pun menaiki mobil Maybach hitam yang ada di samping.


Dengan pasrah, Karina menatap mobil Maybach itu melaju pergi.


Tunggu, mengapa harus pergi ke kantornya?


Aku tidak melakukan kesalahan apa pun, aku sungguh berniat menghapusnya.


Apakah Aditya telah salah paham?

__ADS_1


Karina pun ingin menangis.


Karina kembali ke Departemen Sekretariat, saat teringat harus pergi ke kantornya Aditya jam 2 nanti, dalam hatinya langsung terasa sangat gugup.


Sekarang sudah pukul 12 siang, masih ada dua jam lagi.


Dia selalu ingin pergi ke toilet ketika merasa gugup.


Sesampainya di toilet, dia duduk di atas kloset berpikir keras mengapa Aditya memanggilnya ke ruangannya? Saat teringat apa yang terjadi di ruang rapat, keinginan untuk kabur muncul di dalam hatinya.


Ada orang yang masuk ke toilet, berdandan setelah makan siang.


"Obrolan dalam grup mempertanyakan tentang Karina lagi."


Karina yang di dalam pun menempelkan telinganya ke dinding pintu untuk menguping, membicarakanku? Membicarakan apa?


"Mereka mempertanyakan bagaimana Karina si wanita penggoda ini bisa masuk ke Departemen Sekretariat, mereka iri sekali."


"..." Kalianlah yang merupakan wanita penggoda, semua keluarga kalian adalah wanita penggoda!


"Percuma merasa iri, itu adalah inisiatifnya Pak Aditya. Sepertinya Karina sedang bertentangan dengan Dika, si cabul itu, melegakan sekali begitu mendengarnya."


"Tapi ada juga yang curiga kalau Karina dan Pak Aditya mempunyai hubungan gelap."


"..." Karina berpikir dalam hati, terlihat dari mana?


"Sembarangan saja, semua orang tahu Pak Aditya tidak akan menyentuh karyawati di perusahaan."


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!

__ADS_1


__ADS_2