
Karina ragu-ragu, "Ulang tahun? Aku… aku lebih baik tidak pergi!"
Meskipun itu adalah teman sekelasnya dulu, tetapi karena selama bertahun-tahun tidak pernah bertemu, jika tiba-tiba ikut pergi merayakan pesta ulang tahunnya, rasanya akan terasa terlalu canggung.
"Aduh, kenapa kamu begitu canggung? Ayo pergi saja! Kamu juga baru saja pulang, bukankah kamu perlu mengenal mereka juga? Begini saja, berikan aku nomor HP-mu dan aku akan menghubungimu nanti malam." Yuni mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya ke Karina.
Karina merasa tidak enak jika harus menolak permintaannya, jadi sebaiknya dia mengambil ponsel tersebut dan menambahkan nomor hpnya kedalam ponsel Yuni, kemudian dia mengembalikan lagi ponsel itu.
"Aku akan menghubungimu nanti malam, sampai jumpa." Yuni melambaikan tangan kemudian mobilnya segera melaju pergi.
Di malam hari terlihat banyak sekali kembang api dan juga lentera karena ada sebuah pesta yang sangat meriah.
Di dalam bar ada banyak pria dan wanita muda yang memakai pakaian begitu mewah dan indah, mereka terlihat memanjakan diri mereka dengan bebas.
Karina berjalan masuk ke dalam bar dengan memakai celana jeans.
Dia ingat terakhir kali datang ke bar saat dia sedang patah hati karena putus dengan pacarnya hingga dia minum terlalu banyak dan akhirnya tidur dengan Aditya, ketika memikirkan hal itu dia selalu merasa bahwa itu hanyalah sebuah mimpi.
"Karina, kemari!"
Di tengah suara yang sangat berisik, Karina mendengar ada seseorang memanggil namanya, dia mencari arah suara itu dan menemukan Yuni sedang berdiri di sana, sehingga Karina segera berjalan mendekatinya.
__ADS_1
Ketika dia sampai di lounge, ternyata ada banyak pria dan wanita disana, tiba-tiba Karina melihat sosok wajah yang sangat dia kenal dan membuatnya sangat terkejut hingga diam terpaku, bahkan dia merasa ada sedikit rasa sakit di dadanya.
Agung memegang segelas minuman anggur di tangannya, dia juga menatap Karina dengan sedikit terkejut.
"Karina, kenapa kamu diam di situ?" Yuni memanggilnya.
"Yuni, selamat ulang tahun." Karina kembali tersadar dan mencoba menenangkan dirinya, kemudian dia menyerahkan hadiah yang ada di tangannya ke Yuni.
Jika dia tahu bahwa Agung ada di sini, maka dia tidak akan datang kesini!
Ketika melihat kotak di tangan Karina yang begitu kecil, Yuni menatapnya dengan jijik dan sedikit menghina.
Kemudian terdengar seseorang berkata, "Karina, bukankah hadiahmu itu terlalu lusuh? Berapa harganya?"
Yuni membuka kotak hadiah itu, didalamnya terdapat sepasang anting-anting yang bertatahkan perak, dia mengambilnya dan menggoyangkannya di depan semua orang, "Lihatlah, aku yakin harganya tidak lebih dari dua ratus ribu Rupiah."
"Mungkin itu dibeli di supermarket dengan harga sepuluh ribu Rupiah."
Yuni menghela napas, "Karina, kamu tetap saja mengejutkanku! Kamu masih begitu miskin. Apakah kamu tahu betapa mahalnya biaya bar di sini? Segelas air putih saja harganya bisa lebih dari dua ratus ribu Rupiah!" Setelah selesai berbicara, dia melemparkan anting-anting itu ke arah Karina hingga akhirnya jatuh ke lantai.
Karina yang datang dengan suasana hati ceria untuk merayakan ulang tahun orang lain, dan juga menghabiskan hampir dua ratus ribu Rupiah untuk membeli hadiah itu, tapi dia benar-benar tidak menyangka akan dihina seperti ini, bahkan dia dihina di depan mantan pacarnya sendiri, itu benar-benar membuatnya marah!
__ADS_1
Apalagi Agung menyaksikan semua kejadian itu dari awal hingga akhir, memang benar-benar sampah tidak berguna!
Karina tersadar dari lamunannya dan segera membungkuk untuk mengambil sepasang anting-anting yang terjatuh di lantai.
Tidak terlihat kesedihan di wajahnya, yang ada hanya senyum tipis dibibirnya, "Memang ini sedikit lebih murah, tapi pacarku mengatakan bahwa sebuah hadiah itu tidak dilihat dari seberapa mahal harganya, tetapi dilihat dari niat kita."
"Pacarmu?" Tanya Yuni.
Agung mengangkat wajahnya dan menatap Karina, dia terlihat seolah sedang tersenyum tetapi tidak tersenyum, jelas dia mengerti bahwa Karina sedang memainkan triknya.
Teman sekelas yang lain berkata, "Pacarmu pasti miskin sepertimu, bukan?"
Setelah berbicara, para laki-laki dan perempuan yang hadir disana tertawa semua.
"Tidak, pacarku sangat kaya! Aku pikir kalian semua pasti tahu Grup KING? Aditya si orang yang bertanggung jawab atas Grup KING itu adalah pacarku." Karina berbicara dengan santai dan gembira.
Tetapi hatinya berkata lain, maaf aku harus berpura-pura untuk menghindari rasa malu saat ini.
Agung menyunggingkan sebuah senyuman dari sudut bibirnya sambil menatap Karina dengan tatapan yang dalam.
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 500 bab di App F/izzo !!!
__ADS_1