
Nadin kembali ke rumahnya dan tidak jadi bertemu dengan kedua orang tuanya yang diketahuinya kalau sudah pindah ke rumah baru yang diberikan oleh keluarga suaminya.
Nadin mengurung diri di kamarnya merenungi nasibnya yang dijual orang tuanya sendiri demi terbebas dari hutang dan bisa hidup nyaman.
Jhonson yang pulang kerumah dan ingin masuk ke dalam kamarnya ternyata terkunci. Dia mengetuk pintu ternyata tidak ada jawaban dari istrinya.
Jhonson menemui Bi Imah di dapur.
"Bi, Nadin sudah pulang?" tanyanya.
"Sudah Tuan. Sejak pulang tadi sepertinya Nyonya murung sekali dan langsung mengurung diri di kamar." Cerita bi Imah.
Ada apa dengannya? Dia juga hari ini tidak datang ke kampus.
Jhonson kembali mengetuk pintu kamarnya. "Nadin, Nadin buka pintunya." Jhonson terus memanggil nama istrinya.
Jhonson tidak membuahkan hasil. Dia akhirnya mau tidak mau beristirahat di ruang kerja yang memang sudah disediakan sejak awal oleh kakeknya.
Jhonson menyelesaikan tugasnya, dia nyaman di rumah kerjanya, hanya saja ruang kerja itu tidak ada sofa. Hanya ada kursi dan meja kerja dan ruangannya tidak terlalu besar.
Jhonson bermalam di ruang kerjanya dengan tidur sambil duduk di kursi. Sedangkan Nadin tidur lelap di kamarnya setelah menangis seharian merenungi nasib.
.
.
Ayam berkokok membangunkan Nadin dan jhonson yang tidur di ruangan terpisah.
Nadin sudah bersiap untuk pergi ke kampus pagi-pagi sekali sehingga tidak bertemu dengan suaminya.
__ADS_1
Bi Imah yang menyiapkan sarapan pagi melihat Nadin keluar rumah. Dia ingin memanggil nyonyanya, tapi terlanjur pintu sudah tertutup.
Jhonson keluar dari ruang kerjanya dan dengan mata sayup-sayup dia menuju kamarnya, ternyata tidak terkunci. Dia langsung masuk ke kamar dengan mata lebar. Dicarinya istri yang sejak kemarin mengunci pintu.
Jhonson tidak mendapati istrinya di sekitar kamar. Dia langsung keluar kamar lagi dan mencari istrinya di sekitar dalam rumah.
"Tuan mencari Nyonya ya?" tanya Bi Imah
"Iyah, Bi. Kemana dia?" tanyanya.
"Sudah pergi Tuan sejak tadi pagi sekali. Sepertinya sih ke kampus. Soalnya bawa beberapa buku." Jelas Bi Imah.
"Bi, nanti sore siapkan makanan satu porsi, taruh di kamar kami. Saya takut dia mengurung diri lagi. Saya khawatir dia sakit." Jhonson menitip pesan kepada asisten rumah tangganya.
"Baik, Tuan," jawab Imah.
"Oh ya Bi. Nanti siang akan datang kasur lipat. Simpan di ruang kerja saya." Jhonson langsung membalikkan badannya dan kembali ke kamarnya.
.
.
Nadin sampai di depan gang sebuah komplek elit yang tidak jauh dari rumah barunya.
Nadin berjalan sampai di depan rumah besar dan sangat mewah.
Shasha muncul dari dalam rumahnya dan membukakan pintu pagar untuk sahabatnya yang sudah menghubunginya sebelum datang ke rumah.
"Din, ayo masuk." Ajak Shasha.
__ADS_1
Nadin masuk ke dalam rumah besar dengan gaya Belanda. Shasha adalah wanita keturunan Belanda Indonesia. Bisa dibilang dia adalah blasteran.
"Pagi Om, Tante." Nadin menyapa kedua orang tua sahabatnya.
"Pagi Nadin. Kita sarapan bareng yuk. Kamu pasti belum sarapan'kan?" Ajak Monica ibu dari Shasha.
"Makasih ya Din, udah mau bantuin Shasha buat tugas."
Monica selalu baik kepada Nadin. Nadin adalah sahabat yang selalu membantu anaknya mengerjakan tugas kampus. Shasha pintar dan mandiri hanya saja ada satu mata kuliah yang kurang dia kuasai dan kebetulan mata kuliah itu tidak sekelas dengan Nadin.
Nadin dan Shasha kuliah di kampus yang sama, tapi tidak satu jurusan. Ada beberapa mata kuliah yang membuat mereka satu kelas. Sedangkan Nadin satu jurusan dengan Muza.
.
.
Jhonson pergi kerumah kakeknya. Di sana tempat mama dan adiknya tinggal. Jhonson sangat menghormati mamanya meski, terkadang mamanya membuatnya jengkel.
"Kek," sapa Jhonson.
"Kenapa kamu kemari sendirian?" tanya Suganda.
"Maaf, Nadin sudah pergi ke kampus dan aku tidak ada jadwal mengajar kuliah pagi." Jhonson mengerti maksud pertanyaan kakeknya.
"Lain kali, kalian harus pergi ke kampus bersama. Kakek dengar Nadin menolak diantar sopir," jelas Suganda.
"Ya, baguslah kalau dia menolak. Itu artinya dia sadar kalau dia orang miskin, enggak pantas naik mobil mewah." Ketus ibu dari Jhonson.
"Dia adalah menantumu, jangan sembarangan bicara. Mereka juga dulu keluarga kaya hanya saja salah jalan." Suganda menyentak menantunya.
__ADS_1
Suganda dulu menikahkan putranya dengan putri teman bisnisnya. Karena mereka pikir cocok jadi mereka menjodohkan anak-anak mereka. Tanpa disadari ternyata putranya memiliki wanita di dalam hatinya. Namun ia menyadarinya setelah putranya tiada. Ayah Jhonson meninggal karena depresi saat adik Jhonson lahir ke dunia dia memutuskan bunuh diri.