
Nadine bertemu dengan teman-temannya di kampus. hari ini mereka akan ada belajar kelompok untuk presentasi besok. karena mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi semester akhir. sudah pasti banyak tugas dan juga buku yang harus mereka baca.
"wih, nad. lo dapet buku langka ini dari mana?" tanya Baren sambil meperhatikan buku itu dan memeriksanya.
"dari mana itu enggak penting, yang penting kita bisa ngerjain tugas sekarang dan presentasi sebaik mungkin di depan dosen killer itu." celetuk nadin.
"okeh siap, tapi gue nanti pinjem ya bukunya. langka banget nih buku. gua dah muter-muternya ini. lo beruntung banget dapet buku ini." Baren duduk di samping nadin.
mereka berdua dengan serius mengerjakan tugas makalah yang akan dipresentasikan besok. sedangkan di bangku lainnya ada teman-teman nadin yang sibuk sedang membicarakan mereka berdua.
"kayaknya ya. mereka cocok deh." kata Mario.
__ADS_1
"enggak usah jodoh-jodohin orang deh, nanti si nadin marah baru tahu rasa lo." shasha mengingatkan temannya itu.
Mario yang dekat dengan nadin sangat ingin melihat sahabatnya itu berpacaran. sikap mario yang sedikit klemar klemer membuat shasha dan nadin nyaman berada di dekatnya. Mario juga memiliki sikap yang dewasa. jadi mereka seakan memiliki kakak ketika saat bersama.
"tau lo, nanti malahan di copot dari status kakak sama si nadin. baru nyaho loh." gertak merry dan mereka terkekeh bersama.
"Ngomong-ngomong si justin kemana tuh? kayaknya ke toilet kok lama banget sih. jangan-jangan pingsan lagi tuh anak." mario celingukan mencari sosok justin.
"tau ah, pikirin amat. dah gede ini dia."
"aneh banget sih temen lu satu itu. sekarang kalo setiap kita mau jemput dan setiap pulang dia itu enggam mau banget kita anter dan jemput lagi. mencurigakan tau nih anak lama-lama." celetuk mario dengan gaya ngondeknya.
__ADS_1
"udahlah jeng, biarin ajah. lagian mungkin dia ada urusan lain dan enggak mau ngerepotin kita. positif thinking ajah bestie." kata Merry yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
.
.
.
nadin smapai di rumahnya. dia masuk ke dalam rumah dan melihat kalau mobil suaminya belum ada. dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar dan masuk ke dalam kamar mandi. nadin selalu risih jika jhonson berada di rumah dan dia sedang mandi. dia takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
selesai mandi nadin kembali disibukkan dengan materi skripsinya yang belum rampung seratus persen. Nadin sangat giat kali ini untuk menyususn skripsinya. masih banyak coretan dan catatan di setiap lembar skripsinya dari dosen pembimbing.
__ADS_1
"banyak banget nih coretannya. enggak kira-kira emang tuh dosen." Nadin menggerutu melihat hampir setiap halaman ada yang harus dia revisi.
nadin juga besok harus pergi ke kantor yang menjadi pilihannya untuk kebutuhan obeservasinya. menulis skripsi harus ada penelitian bukan hanya sekedar mengetik saja. banyak hal yang harus dia persiapkan agar bisa lulus dengan nilai terbaik. dia ingin bekerja di sebuah perusahaan yang sudah dia idam-idamkan. sejak nadin duduk di semester tiga dan magang di perusahaan itu. membuat nadin termotivasi untuk bekerja di sana sebagai pegawai tetap.