
"Anda benar, Tuan. Nyonya memang bukan mahasiswi biasa." Satu hari berlalu Jack sudah mendapatkan apa yang Rafael inginkan. Semua tentang Tara ada di tangannya, mulai dari pendidikan hingga pekerjaannya sekarang.
"Apa dia seorang Dokter?"
Tidak perlu menebak, hanya harus meyakinkan bahwa kecurigaannya benar adanya.
"Ya, bahkan Dokter yang sangat di cari-cari di Negara kita."
Sebenarnya, pertama kali membaca hasil penyelidikan Jack tidak percaya hampir tidak mempercayainya, berpikir bahwa itu hanya sebuah karangan, mengingat usia Tara masih sangat muda untuk menjadi seorang Dokter. Bahkan Dokter yang reputasinya sangat tidak bisa di abaikan. Namun setelah mengawasi secara langsung aktivitas Tara, dia akhirnya percaya
"Tidak menduga kalau aku menikahi wanita seperti itu." Ada banyak perasaan aneh muncul dalam diri Rafael setelah tahu bahwa istrinya sebenarnya wanita jenius.
Jadi Dokter di usia yang cukup muda. Bahkan memiliki klinik sendiri, dan sangat di cari oleh banyak kalangan kaya. Ini seperti hadiah dari Tuhan setelah kakinya cacat. Mungkin saja Tara bisa membantunya jalan normal kembali. Rafael tidak berharap banyak,tapi tidak keberatan mencoba peruntungan sekaligus menguji kehebatan Tara.
"Tapi, Tuan. Nyonya juga memiliki seorang pengejarncinta dari keluarga kaya."
Ada sedikit perasaan tidak nyaman dalam diri Jack. la ingin memberitahu Rafael bahwa dia harus segera menentukan sikap pada sang nyonya atau kesempatan memiliki Tara tidak akan pernah jatuh ke tangannya.
Sebenarnya, tanpa Rafael sadari. Jack sudah menemukan ada sesuatu yang tidak beres dalam diri sang tuan. Pertama, dia tiba-tiba tidak terganggu dengan kehadiran Tara di sekitar, padahal selama ini dia begitu anti pada aura wanita kecuali keluarga Xavier. Hal kedua, tiba-tiba saja Rafael ingin tahu tentang Tara.
Hal tersebut bukan gaya Rafael biasa yang begitu acuh pada orang
"Siapa?" Ada rasa tidak senang yang bisa Rafael anggap
paling nyata.
"Putra dari keluarga Wilson. Mereka sudah bersama sejak usia nyonya 17 tahun. Pria itu selalunmenyempatkan diri ke klinik nyonya." Jack merangkainya dengan sangat jelas dan singkat.
"Kenapa mereka tidak bersama jika kebersamaan mereka selama itu? Apakah ibu ku mengacaukan hubungan mereka?"
Yah, bisa saja kan ibunya merusak hubungan Tara. Meskipun ia tahu sang ibu tidak akan pernmah melakukannya, tapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi mengingat tidak satupun dari mereka yang tahu kehidupan sebenarnya dari Tara.
"Tidak, Tuan. Nyonya sudah menolak pria itu berulang kali, dan alasannya karena nyonya Wilson tidak menyukai nyonya."
Sekarang Rafael lega. Setidaknya dia tahu bahwa istrinya tidak memiliki pria idaman. Jadi jalannya untuk merubah surat perjanjian akan lancar.
"Apa ada yang lain?"
"Tidak, hanya saja mungkin lebih banyak cerita tentang betapa liciknya keluarga Moore terhadap hidup nyonya sebelum menikah dengan anda."
"Apa hal yang paling mengerikan yang mereka pernah lakukan padanya?"
__ADS_1
"Mereka berniat menikahkan nyonya dengan pria tua. Dan selama tinggal di rumah itu, nyonya sering mendapatkan kekerasan dari mereka baik mental maupun fisik."
Bukankah ini cerita yang hampir sama dengan ibunya.
Ayolah, meskipun sang ayah tidak memberitahu alasan kedua orang tuanya menikah. Rafael cukup dewasa dan sudah mengetahui cerita kelam ayahnya di masa lalu.
Ya, sebenarnya secara tidak sengaja ia mengetahuinya. Itupun akibat menyelidiki kasus Shela yang berbuntut pada terbongkarnya keluarga asli sang ibu. Siapa kakeknya dan bagaimana kondisinya sekarang.
"Dan saya mendengar bahwa mereka sedang berusaha masuk ke kehidupan nyonya untuk menghancurkan rumah tangga anda dan nyonya, Tuan."
"Mereka berani!"
"Ya, bahkan sekarang putri kesayangan mereka sedang berusaha mendekati tuan kedua."
"Apa Nathan menyadarinya?"
"Sepertinya begitu, Akhir-akhir ini tuan muda kedua." menambah banyak pengawal, baik pengawal yang ada di dekatnya maupun pengawal tersembunyi."
"Bagus. Tetap awasi keluarga.
"Baik, Tuan."
Hari yang sangat melelahkan untuk Tara. Beruntung dia sudah tinggal di kediaman Rafael sehingga tidak akan ada yang membuatnya semakin tidak nyaman.
"Ya, apa kau sudah makan malam?"
"Belum, aku menunggu mu. Apa kau sudah makan malam?"
Tara menggelengkan kepalanya pertanda belum, namun tubuhnya sedang sangat lemah akibat kelelahan.
"Ayo makan bersama.
"Bisakah aku tidur dulu?"
Tara benar-benar lelah dan tubuhnya merindukan kasurnya yang empuk.
"Kau harus makan agar bisa tidur dengan nyaman. Jika kau merasa tidak nyaman di ruang makan kita bisa pindah ke balkon kamar ku. Ada pemandangan kunang-kunang di sana."
Sebagai pecinta alam, Tara yang lelah menjadi bersemangat kembali. Rafael yang melihat pun mulai mencatat kesukaan istrinya dalam hati.
"Baik, aku akan mandi dan pergi ke kamar mu." Lalu, tanpa menunggu jawaban dari Rafael. Tata meleset bak peluru ke lantai dua. Meninggalkan Rafael yang
__ADS_1
tersenyum kecil, ternyata mengembalikan mood istrinya
sesederhana itu.
"Bawa makan malam ke balkon kamar ku."
"Baik, Tuan."
Waktu berjalan cepat. Akhirnya Tara selesai membersihkan diri, dan dia langsung mengetuk pintu kamar Rafael sebelum masuk ke dalam. Melihat kehadiran sang istri dengan pakaian tidur yang sangat menggemaskan. Rafael merasa dia sedang berhadapan dengan anak gadis berusia 15 tahun.
Begitu menggemaskan, dengan pola kelinci merah muda penutup kepala yang memiliki telinga kelinci.
"Apa penampilan ku sangat aneh?" Tara sedikit tidak nyaman dengan tatapan Rafael.
"Tidak, kau terlihat menggemaskan menggunakan
pakaian itu."
Benar, Tara memang sangat murni. Mungkin wanita lain akan memaafkan momen ini untuk merayunya dengan menggunakan pakaian seksi. Tapi Tara malah melakukan sebaliknya.
Pakaian tidur itu, selain lucu dan terlihat kekanak-kanakan. Tidak ada celah memperlihatkan kulit putih Tara kecuali telapak tangan dan lehernya.
"Terima kasih, ini kado pernikahan dari sahabat ku. Dia mengatakan bahwa aku pasti sangat menggemaskan menggunakan ini, dan ternyata penilaiannya benar."
Benar-benar. Rafael tidak bisa menahan senyumnya saat melihat betapa antusiasnya Tara tentang pakaian tidurnya. Dan dia merasa bahwa ego prianya mulai mengambil alih. Rafael ingin Tara menggunakan pakaian lucu seperti itu setiap malam dan hanya dia yang bisa melihatnya.
"Ya, penilaian sahabat mu sangat bagus. Sekarang mari kita makan."
"Oke."
Keheningan akhirnya mengambil alih. Tara sibuk dengan makam malam lezatnya, sedangkan Rafael sibuk memikirkan poin apa saja yang harus di perbarui di surat perjanjian pernikahan mereka. Usai makan malam.
Tara menikmati pemandangan yang tidak bisa dia dapatkan di balkon kamarnya. la merasa ini tidak adil, namun harus menahannya sebab sadar kalau dirinya pun sedang menumpang di rumah orang lain.
"Apa itu indah?" Rafael tidak bisa mengabaikan keberadaan Tara atau bahkan mengalihkan perhatiannya dari sosok sang istri. Malam ini, adalah malam paling istimewa baginya. Bisa melihat pemandangan
kunang-kunang di temani sang istri. Mungkin masih belum paham dengan perasaanya namun Rafael mulai nyaman dengan keberadaan Tara.
"Ya, sudah lama rasanya aku tidak melihat pemandangan
seperti ini."
__ADS_1
"Apa kau sering pergi ke hutan pada malam hari?"
Bagaimanapun kunang-kunang hanya akan keluar saat malam hari dan di tempat sunyi seperti hutan.