Wanita Tangguh Dan CEO Dingin

Wanita Tangguh Dan CEO Dingin
Penuh Cuka


__ADS_3

Malam hari, Tara menemani Rafael hadir di acara makan malam bersama rekan bisnis perusahaan Xavier. Awalnya Tara sedikit keberatan mengingat dia tidak pernah terlibat dengan hal seperti itu.


Namun, karena ingat bahwa Rafael bisa minum anggur dan efeknya tidak akan baik. Maka ia mencoba menerima ajakan pria tersebut.


Demi janjinya untuk melindungi keluarga Xavier. Tara akan melakukan apa saja agar mereka baik-baik saja. Dan, kini keduanya sedang menjadi pusat perhatian semua tamu. Satu pria tampan namun harus melakukan pekerjaan mengandalkan kursi roda, sedang sang wanita yang cantik memasang wajah acuh seolah dia tidak ada kaitannya.


"Tara." Suara seorang pria memanggil Tara yang sedang duduk di sisi Rafael yang tengah berbicara dengan salah satu tamu.


Melihat siapa yang memanggil, Tara hanya bisa menghela nafas pelan. Sebuah pertemuan yang tidak pernah dia inginkan, apalagi saat ini statusnya telah menjadi istri Rafael.


David yang tadinya enggan ikut dalam jamuan menjadi bersemangat saat melihat kehadiran Tara. Meskipun harus melihat pria lain yang kini telah merebut wanita pujaannya berdiri di sisinya.


"Aku tidak menduga kalau kau akan datang ke acara seperti ini."


Meskipun Rafael kaya dan berkuasa, David tidak pernah takut padanya. Apalagi, kini pria tersebut malah merebut wanitanya. Rasanya David ingin memusnahkan pria itu dari muka bumi.


"Aku menemani suami ku." Tara tetap lah Tara. Tidak berperasaan atau bahkan menganggap sesuatu kecuali uang penting.


"Apa kau sudah makan? Aku bisa membantu mu mengambilnya atau kita bisa pergi bersama untuk mengambilnya."


Seolah-olah kata-kata Tara tidak terdengar, David semakin berani. Rafael yang sudah tahu identitas David menjadi sangat kesal. Walau tahu bahwa istrinya tidak pernah mencintai pria itu, namun dia masih merasa tidak bahagia. Tara miliknya, dan hanya dia yang boleh akrab padanya.


"Sayang, bisakah kau mengambilkan aku kue dan Tiba-tiba saja aku lapar." Menekan kecemburuannya, Rafael berbicara manis pada sang istri.


"Baik." Tara tidak pernah keberatan, lagi pula tempat makanan tidak jauh dari posisi duduk mereka sehingga dia menyetujui.


"Bagaimana anda bisa meminta istri anda mengambil makanan untuk anda, Tuan? Bukankah seharusnya anda yang mengambilnya?" Ada nada ejekan dalam perkataan David, dan Rafael mengetahui hal tersebut. Lagi-lagi kelumpuhannya di jadikan bahan hinaan.


"Aku tidak masalah, jadi jangan katakan hal seperti itu lagi ." Tara hanya tidak ingin ada keributan.

__ADS_1


"Biar aku mengantar mu." David menawarkan, dia ingin bertanya bagaimana hidup wanita itu setelah menikah dengan pria lumpuh seperti Rafael.


"Tuan David. Tara adalah istri ku, dan meskipun anda yang lebih dulu mengenalnya, tapi sangat tidak sopan jika anda mendekati istri ku. Orang-orang akan berpikir bahwa kau berniat menggoda istri pria lain."


"Bagus jika anda tahu bahwa kami lebih dulu berkenalan. Setidaknya anda paham kalau dia tetap menjadi wanita spesial di hati ku."


"Anda benar-benar tidak malu mengatakan hal seperti itu tentang istri ku."


Perdebatan mereka tidak sampai menarik perhatian orang lain. Bagaimanapun mereka masih memikirkan harga diri Tara. Apa kata orang-orang kalau sampai perdebatan mereka terdengar dan di sebar luaskan. Mereka pasti akan berpikir kalau Tara seorang wanita penggoda.


"Bisakah kalian tidak bertindak kekanak-kanakan? Di sini ada banyak orang, akan sangat memalukan kalau mereka tahu kalian bertengkar."


Tara memijat keningnya. Dia baru tahu kalau Rafael juga suka berdebat tentang hal tidak penting seperti David.


"Jack, katakan pada supir untuk menjemput di pintu utama." Karena rasa cemburunya, Rafael memutuskan menarik diri dari acara. Membawa istrinya menjauh dari David yang menjengkelkan.


"Baik, Tuan." Jack pergi meninggalkan ketiganya. Dia tahu apa yang sedang terjadi padan tuannya, dan senyum kecil terbit di sudut bibirnya.


"Kita pulang!" Rafael juga kesal karena Tara tidak membelanya. Dia berpendapat sendiri kalau istrinya mengatakan hal tersebut untuk menyelamatkan David, bukan dia.


Andai Tara tahu apa yang sedang pria itu pikiran. Dia pasti akan tertawa. Tara yang tidak tahu kenapa Rafael meminta pulang secara tiba-tiba hanya bisa mengikuti keinginan pria tersebut.


Setelah berpamitan dengan David. Tara mendorong kursi roda suaminya. Keanehan kembali terjadi ketika pria itu memintanya membantu mendorong kursi roda padahal ketika masuk tadi, dia tidak melakukannya.


Duduk di mobil. Tara yang tidak tahu dan tidak melihat wajah cemberut Rafael sedang asyik melihat pemandangan kota dari balik jendela. Sedangkan Rafael yang sejak tadi menunggu untuk di hibur oleh istri semakin memasang wajah gelap karena tidak mendapati hal tersebut terjadi.


Lalu, Jack yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum geli di tengah gelapnya mobil. Benar-benar pemandangan yang sangat langka. Tuannya, yang terkenal dingin, acuh dan tidak berperasaan kini menghadapi wanita yang memiliki sifat yang sama dengannya.


Jika orang-orang tahu hal tersebut. Mereka pasti akan menatap kagum pada Tara yang berani memprovokasi tuan Rafael yang kejam.

__ADS_1


"Dia pacar mu?" Kesal melihat sikap acuh istrinya. Rafael memutuskan membuka suara, ingin menunjukkan pada wanita itu kalau dia sedang cemburu dan ingin di hibur.


"Tidak."


"Lalu kenapa dia mengatakan kalau dia menyukaimu dan memandang ku dengan tatapan' aku telah merebut mu darinya, dan menghancurkan hubungan kalian'?"


"Ada apa dengan mu?"


Tara menatap lucu Rafael yang sedang memasang wajah cemberut namun entah kenapa dia menjadi sangat menggemaskan.


"Jawab saja pertanyaan ku!"


"Aku dan dia tidak punya hal-hal manis. Dia memang mencintai ku, tapi karena perbedaan derajat. Aku memutuskan mundur sebelum kisah kami di mulai."


Malang nasib Rafael. Dia yang awalnya ingin di hibur malah semakin kesal setelah mendengar kalau istrinya hampir jatuh cinta pada David.


"Siapa yang paling tampan diantara kami?" Seketika supir dan Jack langsung menatap Rafael dari kaca yang ada di dalam mobil.


Mereka tidak menduga kalau tuan Rafael yang ditakuti oleh banyak orang bersikap kekanak-kanakan. Tentu saja jawabnya masih Rafael. Itu pendapat kedua pria yang ada di depan, tidak tahu dengan jawaban Tara.


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya hal seperti itu?" Kini Tara menatap bingung Rafael.


"Jawab saja! Kenapa kau suka bertanya kembali?" Rafael kesal, dan dia bahkan harus menyiapkan hati jika jawaban yang Tara berikan menyakiti hatinya.


"Tentu saja kau yang lebih tampan. Bukan karena kau suamiku, tapi mata ku menatap bahwa sekian banyak pria yang pernah ku lihat, kau adalah pria yang paling tampan." Tara benar-benar jujur, dia tidak sedang menghibur Rafael. Akhirnya, cuka yang mengelilingi tubuh Rafael dari atas hingga bawah kaki menghilang.


Jack dan supir pun terpana, ternyata menghibur tuan mereka sangat sederhana namun hanya Tara yang bisa melakukannya. Senyum Rafael mengembang, telinganya bahkan memerah. Untungnya suasana mobil temaram sehingga Tara tidak memperhatikannya. Sesampainya di rumah. Tara yang berniat menuju kamar di hentikan oleh Jack.


"Nyonya, anda sangat ahli dalam menghancurkan cuka-cuka yang mengelilingi tuan."

__ADS_1


Lalu, Jack pergi meninggalkan Tara yang tidak paham dengan kata-kata pria tersebut. Dia benar-benar tidak tahu apa arti cuka yang di maksud Jack. Dan semakin pusing karena dirinya tidak bisa melihat cuka yang dikatakan oleh Jack.


__ADS_2