Wanita Tangguh Dan CEO Dingin

Wanita Tangguh Dan CEO Dingin
rencana mendekati putra kedua keluarga Xavier


__ADS_3

"Dari mana saja kau?! Apa kau tidak tahu bahwa ini sudah malam dan besok kau harus menikah?"


Nyonya Moore menatap kesal Tara yang baru saja kembali. Ini masih pukul 8 malam namun dia sudah memarahi Tara seolah-olah wanita itu pulang larut malam.


"Bu, jangan marah-marah. Jaga kondisi mu, besok ada acara besar dan tidak baik jika Ibu kesal."


Meskipun Olivia masih belum rela pada posisi terhormat yang Tara dapatkan. Dia tetap bersikap baik-baik saja agar Tara tidak menertawakannya. Rencananya merayu Nathan juga sudah tersusun rapi hanya tinggal menunggu waktu yang pas untuknya memulai.


"Andai saja aku tahu bahwa dia menjadi penghalang mu menduduki posisi nyonya Xavier, mungkin aku sudah membunuhnya sejak kecil."


Tara tidak sakit hati. Dia sudah sering mendengarnya setiap kali nyonya Moore marah. Dan Tara menjadi yakin kalau dia bukan putri kandung mereka. Bayangkan saja, wajah dan postur tubuh mereka sama sekali tidak mirip. Hanya Olivia yang mewarisi ciri-ciri fisik keluarga Moore. Ditambah lagi kecerdasan Tara yang sangat hebat hingga banyak perguruan tinggi berlomba-lomba menariknya ke sisi mereka meskipun akhirnya gagal.


"Apa kalian sudah selesai? Besok adalah acara pernikahan ku dan tidak ada hubungan dengan kalian. Bagaimanapun keluarga Xavier yang mempersiapkan semuanya sedangkan kalian hanya harus datang.

__ADS_1


"Lalu yang kedua, aku baru saja bertemu dengan calon suami ku. Jadi, ku harap sekarang kalian menyingkir dari jalan ku, karena aku butuh istirahat."


Nyonya moore dan Olivia terpana. Mereka tidak menduga kalau Rafael akan mengajak Tara bertemu. Awalnya mereka berpikir bahwa Rafael pasti membenci Tara yang tiba-tiba terikat pernikahan dengannya. Namun sekarang pemikiran mereka mulai rusak setelah mendengar perkataan Tara.


"Tuan Rafael mengajak mu bertemu?"


Olivia masih mengingat wajah tampan Rafael. Dia memang menyukai pria itu, tapi setelah kecelakaan yang membuta kakinya lumpuh. Olivia mulai menargetkan Nathan, adik laki-laki Rafael yang banyak di bicarakan akan menggantikan posisi sang kakak.


"Kau bisa bertanya pada keluarga Xavier apakah aku bertemu dengannya atau tidak." Lalu, Tara meninggalkan kedua wanita yang selalu saja membuatnya kesal setiap kali pulang ke rumah.


"Bu, jika sampai tuan Rafael mencintainya, maka hidup kita akan selesai."


"Apa maksud mu?"

__ADS_1


"Dia pasti akan memberitahu pria itu kalau kita sering menyulitkan hidupnya."


Sebenarnya alasan Olivia mengatakan hal tersebut karena iri. Dia tidak bisa membiarkan Tara hidup bahagia menikmati posisi tinggi yang sejak lama sudah ia incar.


"Beraninya! Jika sampai dia berani melakukan hal tersebut. Maka ibu akan membuatnya menyesal telah dilahirkan."


"Apa maksud Ibu?"


"Tidak apa-apa. Sekarang kita harus tidur, besok acara besar akan berlangsung dan jangan sia-siakan kesempatan mencuri perhatian putra kedua keluarga Xavier. Jika kau berhasil, maka kita bisa membuat hidup wanita itu sulit."


"Pasti, Bu. Aku akan melakukannya. Aku harus membuatnya jatuh cinta pada ku lalu kita bisa mengusir pria lumpuh dan wanita tidak berguna itu. Buat mereka jadi pengemis adalah ide yang bagus."


Olivia dengan segala kepercayaan dirinya.

__ADS_1


"Tentu, ibu juga ingin membuat tuan dan nyonya Xavier menderita. Penolakan mereka pada mu beberapa Minggu yang lalu membuat ibu tidak bisa memanfaatkan mereka."


"Semua akan segera terjadi, Bu. Bersabarlah."


__ADS_2