Wanita Tangguh Dan CEO Dingin

Wanita Tangguh Dan CEO Dingin
Pamer


__ADS_3

Wajah Rafael terlihat sangat kusut saat mereka akan kembali. Tara yang awalnya tidak tahu apa penyebab sang suami seperti itu langsung paham ketika melihat kemeja putihnya terlihat robek di beberapa bagian.


Meskipun sebenarnya dia bisa saja meminta penjaga membelikan kemeja baru. Tapi sepertinya dia cukup menyukai pakaian kantor tersebut hingga repot-repot memasang wajah kesal.


"Mau ku bantu?"


"Dengan apa? Ini kemeja dari Nathan. Dia akan marah kalau sampai tahu aku merusaknya." Rafael begitu menyayangi sang adik sehingga hadiah darinya pun dia jaga dengan baik.


"Aku bisa menjahit, sekarang mandilah. Sebentar lagi kita akan pulang dan kau harus rapat di perusahaan."


"Apa kau yakin?" Rafael belum mengetahui kalau Tara bisa menjahit selain membuat gelang.


"Ya, sekarang mandi dan aku akan menyelesaikannya sebelum kau keluar kamar mandi."


"Oke."


Meskipun tidak berniat membuat istrinya melakukan hal-hal aneh seperti itu, dan dia juga berencana meminta penjaga membelikan kemeja untuknya. Tapi setelah mendengar keahlian lain istrinya, Rafael sangat menantikannya.


Saat Rafael mandi. Tara mulai menjahit, bukan jahitan biasa. Lebih kepada membuat pola di tempat pakaian rusak. Polanya juga beragam, dan terlihat lucu. Untuk bagian lengan, Tara membuat motif rajut kepala kelinci sedangkan bagian dada Tara membuat motif kepala rusa. Masing-masing menggunakan benang rajut berwarna coklat.


Memang, semua jenis benang sengaja Tara bawa jika dia pergi jauh. Sebagai jaga-jaga kalau pakaiannya robek seperti di masa lalu. Meskipun dia sudah menikah dengan Rafael dan bisa saja meminta bantuan, tapi Tara tetap tidak bisa menghilangkan kebiasaan seperti itu.


Setelah selesai, Tara meletakkannya di atas ranjang sedangkan dirinya pergi ke balkon untuk menerima telepon dari salah satu perawat di klinik miliknya.


Rafael yang baru saja keluar, segera mengarahkan kursi rodanya ke arah kemeja yang tergeletak di atas ranjang.


Matanya terbelalak ketika melihat hasil perbuatan istrinya. Tidak marah, bahkan Rafael merasa itu menggemaskan, sama halnya dengan istrinya. Dengan cepat, dia memakai kemeja itu. Tidak sabar memperlihatkannya pada para karyawannya.


Ya, Rafael berniat memamerkan gelang buatan istrinya serta hasil rajutannya yang ada di kemejanya.


Pukul 10 siang, Rafael akhirnya tiba di perusahaan. Dia segera meminta semua karyawan yang bersangkutan rapat. Agenda hari ini tidak terlalu banyak. Setelah rapat, Rafael berniat kembali ke rumah.


Sebenarnya, rapat kali ini tidak terlalu penting namun demi misinya memamerkan pemberian istrinya, dia akan melakukannya. Ruangan menjadi sangat dingin. Seperti biasa, wajah poker Rafael membuat siapapun ketakutan.


Tapi, ada sesuatu yang membuat semua orang tercengang. Bos besar mereka tiba-tiba melepaskan jas kerjanya. Hanya menggunakan kemeja putih. Kalau hanya jas, mungkin mereka tidak terganggu. Yang membuat mereka terganggu adalah, motif kepala rusa dan kelinci yang bisa di lihat dengan mata terpanjang. Belum lagi gelang yang ada di pergelangan tangan bos mereka.


Tiba-tiba saja mereka melihat ke jendela, apakah matahari terbit dari arah lain hari ini. Kenapa pria dingin, acuh dan tidak mungkin suka dengan hal-hal yang sering wanita gunakan ada padanya. Awalnya mereka hanya bisa menahan setiap pertanyaan kenapa bisa terjadi. Mereka masih sayang pada hidup mereka.

__ADS_1


Namun, Rafael menjadi tidak puas karena tidak ada yang mencoba bertanya.


"Kenapa mereka tidak memperhatikan gelang yang dibuat istriku. Bahkan tidak ada yang ingin melihat hasil rajutan indahnya." Wajah Rafael jadi semakin tidak enak di pandang.


"Mari kita tunda rapat sampai selesai makan siang." Nah, ini keanehan lainnya. Mereka tidak paham tapi Austin Mahone menangkap hal penting.


Sekretaris kepercayaan Rafael tahu apa penyebab sang bos menunda rapat. Hal yang tidak akan pernah pria itu lakukan di masa lalu. Terlebih lagi, rapat mereka hari ini bukan sesuatu yang penting. Dia semakin yakin kalau matanya tidak salah melihat.


Setelah makan siang, dia segera membuat petunjuk seperti yang diinginkan bosnya.


"Kemeja anda sangat bagus dengan motif itu, Bos. Apa itu hasil pekerjaan nyonya? Terlebih lagi gelang yangbada di tangan anda sangat keren. Dimana anda membelinya?"


Segera, mereka paham dengan keanehan yang terjadi pada bos mereka dan ikut memuji hasil karya nyonya di rumah.


"Benar, sebenarnya sejak rapat tadi saya melihat bahwa motif di kemeja anda sangat bagus. Apalagi gelang yang ada di tangan anda. Apakah anda bisa memberitahu saya dimana anda membelinya? Saya ingin memberikannya pada istri saya."


"Ya, kekasih saya pasti senang kalau saya bisa memberikan gelang seindah itu."


"Anda sangat di berkati karena memiliki istri yang hebat seperti nyonya."


"Ya, anda benar-benar beruntung."


Rafael akhirnya tersenyum bahagia. Hal yang tidak pernah dia lakukan di masa lalu, namun sekarang tidak merasa bersalah memberikan senyum ketika semua Orang rasa menahan takut.


"Ya, kalian memang harus memuji hasil karya istri ku. Dia memang sangat hebat, dan aku beruntung menikahinya. Ayo lebih memujinya." Rafael benar-benar puas dengan rencananya. Dia bahkan jadi titik cemburu beberapa pria di ruang rapat.


"Istri ku membuatkan gelang dari hasil cangkang kerang yang selama dia siapkan. Dia sengaja membuatnya untuk ku, dan motif-motif lucu ini adalah hasil karyanya."


Austin merasa sangat bersyukur atas kejelian matanya. Dan para karyawan yang mengetahui tebakan benar Austin sangat berterima kasih.


Bayangkan kalau mereka tidak tahu apa motif sebenarnya sang bos mengadakan rapat sampai dua kali. Mungkin mereka akan di siksa lebih jauh hingga sore hari.


"Nyonya benar-benar hebat, Bos." Puji Austin sekali lagi. Membuat Rafael tersenyum bahagia.


"Hm, benar. Istri ku sangat hebat."


"Mungkin jika ada kesempatan, kami ingin bertemu nyonya, Bos. Kami benar-benar mengidolakan nyonya." Pujian itu semakin membuat Rafael bahagia.

__ADS_1


"Baik, lain kali aku akan membawanya ke perusahaan. Sekarang kalau bisa pergi, aku puas dengan pekerjaan kalian selama satu bulan ini."


Dengan patuh semua orang keluar dari ruang rapat. Meninggalkan Rafael yang memandang puas motif kepala kelinci dan gelang di tangannya.


Cukup kekanak-kanakan, namun percayalah. Hal seperti itu akan semakin sering Rafael lakukan di masa depan.


***


"Apakah itu benar, Ayah? Dia bukan putri kandung Ayah dan Ibu?"


"Ya, Sayang. Keluarganya sengaja menitipkan dia pada kami karena ramalan bahwa kelahirannya adalah sebuah kutukan."


"Tapi kenapa kita tidak mengalami hal buruk kalau dia memang kutukan?"


"Itu karena kami tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Seperti itulah yang dikatakan keluarganya."


"Kenapa Ibu dan Ayah bersedia?"


"Mereka menawarkan uang dan kebetulan kita membutuhkan pelayan yang tidak di gaji. Lagi pula kami tidak terlalu percaya dengan hal-hal ramalan,"


"Benar-benar sangat malang, dia bahkan tidak tahu kalau dirinya diberikan julukan kutukan setelah lahir oleh keluarganya."


"Jadi, apa yang ingin kau lakukan, Sayang?"


"Tentu saja memberitahu keluarga Xavier kalau dia bukan anggota keluarga kita. Mereka pasti akan malu dan membuangnya."


"Sepertinya itu tidak mudah, keluarga itu bisa membuat kita hancur, Nak."


"Apa maksud, Ayah?"


"Keluarganya cukup kaya, dan meminta kami merahasiakan ini pada siapapun termasuk putrinya. Sebaiknya gunakan hal lain. Ayah takut sesuatu yang buruk akan terjadi setelah kita mengungkapkan identitasnya."


"Tapi, hanya ini jalan satu-satunya agar aku bisa menjadi nyonya Xavier, Ayah."


"Bagaimana kalau tidak berhasil? Kita semua tahu kalau nyonya Bella punya kepribadian unik, dan tidak mudah di manipulasi."


"Kita belum mencobanya, Ayah."

__ADS_1


"Dengarkan ayah, jangan gunakan ini. Ayah akan memikirkan jalan lain."


__ADS_2