
"Apa kau tidak takut?"
"Kenapa harus takut?"
"Bisa saja istri mu malah jatuh cinta pada adik mu, Nathan. Bukan ayah bermaksud membuat kalian memiliki konflik antar saudara, hanya saja ayah takut kau akan menyesal nantinya." Dari sudut ruangan. Al dan Rafael bisa melihat dengan jelas keakraban Tara dengan Nathan.
Sebenarnya Al bisa melihat bahwa putra keduanya menganggap Tara sebagai saudari iparnya. Dia hanya ingin mendorong putra pertamanya untuk lebih mengenal Tara agar tidak menyesal saat jatuh cinta nanti. Seperti dirinya pada Bellabdulu.
"Aku percaya Nathan tidak akan seperti itu dan Tara bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta, Ayah." Hidup bersamanya dalam waktu yang cukup lama. Membuat Rafael semakin paham sifat asli Tara meskipun mereka jarang berinteraksi. Dari tatapannya saja sudah terlihat bahwa wanita itu tidak pernah tertarik dengan hal-hal perasaan.
"Kenapa kau bisa menyimpulkannya semudah itu?"
"Karena dia wanita paling jujur yang pernah aku temui,
Ayah."
"Apa maksud mu? Bukankah kalian baru beberapa bulan menikah! Tapi kau sepertinya sudah mengenalnya sangat lama." Rafael tahu ini akan terjadi dan dia tidak akan bisa menutupinya lagi.
"Sebenarnya, sebelum kami menikah. Aku mengajukan surat perjanjian pernikahan padanya."
"Hah! Kau melakukannya?" Kini Al yang terpana. Putranya benar-benar mewarisi semua sifat darinya termasuk sifat brengseknya.
"Ya, tapi bukan untuk diri ku. Aku hanya ingin dia belajar bahwa aku mungkin tidak bisa jadi suami yang baik sehingga dia tidak terlalu berharap pada pernikahan kami."
"Nak, kenapa kau langsung mengkonfirmasi perasaan mu padahal kau belum tahu hari esok seperti apa? Kau benar-benar mirip seperti ayah yang sombong dengan mengatakan tidak jatuh pada ibu mu tapi kenyataannya ayah bisa gila tanpanya."
Tiba-tiba saja Al teringat pada masa lalu. Saat mulutnya dengan enteng mengatakan bahwa tidak akan ada cinta diantara pernikahan mereka. Namun lihat bagaimana Tuhan nmenghukum mulut sombongnya. Dia jatuh cinta pada Bella, lalu bersedia menjadi pria tidak normal.
__ADS_1
"Ayah, aku lumpuh. Aku tidak ingin dia hidup bersama pria seperti ku. Dan kita berbeda, ayah lebih beruntung karena bisa memiliki ibu dalam keadaan normal."
Al langsung menepuk pundak putranya. Dia tahu bahwa kepercayaan diri Rafael telah rusak akibat kecelakaan dan berpikir bahwa orang-orang yang ada di sekitarnya akan terbebani oleh keberadaannya.
"Apa kau tidak ingin mencoba perasaan mu pada Tara Kau tahu, alasan ayah langsung setuju pada keputusan ibumu tentang dia menjadi menantu kami, bukan hanya karena di baik, tapi dia juga tulus. Tidak pernah memandang sesuatu dari fisiknya. Akan melakukan segala cara untuk membalas kebaikan orang lain."
"Dari mana Ayah tahu bahwa dia wanita seperti itu?"
"Ayah seorang pebisnis, Nak. Perjalanan ayah jauh lebih lama dari mu. Dan pertemuan pertama ibumu dengannya juga bukan hal yang di sengaja."
"Apa maksud, Ayah? Apa ibu terluka? Siapa yang sudah berani menyentuh ibu?"
"Bukan, ibu mu baik-baik saja ketika bertemu dengannya. Hanya saja, ada sebuah tragedi kecil yang membuat mereka saling mengenal Akhirnya Rafael paham kenapa ibunya tiba-tiba memintanya menikahi wanita asing yang bahkan tidak pernah ia temui sama sekali.
"Dia wanita baik, dan ayah yakin itu. Berharap kau akan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Ayah ingin menebus setiap kesalahan ayah pada mundan adik laki-laki mu. Belum lagi ayah sering melukai perasaan ibu mu di masa lalu. Jangan seperti ayah yang terlambat menyadari bahwa ayah sudah jatuh cinta pada ibu mu."
"Ayah bahkan pernah melukai perasaan ibu?" Rafael baru mengetahuinya. Bagaimanapun Bella tidak pernah menceritakan keburukan suaminya pada anak-anak mereka agar di masa depan mereka tidak.mencontoh sifat sang ayah.
"Ku pikir ayah tidak bisa mengapresiasikan perasaan ayah pada ibu." Goda Rafael pada sang ayah.
"Ayah sering melakukannya dengan ibu mu. Kadang adik mu pun terkena imbasnya." Al dan Rafael sama-sama tertawa. Memikirkan betapa cerewetnya Nathan, sudah menjadi hiburan tersendiri untuk keduanya.
"Lalu, apa Ayah akhirnya berhasil memberitahu perasaan
Ayah pada ibu?"
"Ya, tapi tidak semudah yang kau bayangkan. Sebenarnya, ayah sedikit malu, tapi ayah harus memberitahu mu agar kau tidak mengalami hal yang ayah alami akibat terlambat menyadari bahwa ayah sudah jatuh cinta." Bagaimanapun cerita tentang dia yang menolak kehadiran Rafael sangat memalukan bagi Al.
__ADS_1
"Aku akan mendengarkannya.
"Sebelumnya, ayah hanya berpikir bahwa kami akan baik-baik saja. Ibu mu akan tetap bersama ayah apapun yang terjadi, namun ayah salah. Karena beberapa hal dan kesalahan fatal ayah yang menolak kehadiran mu. Ibu mu memutuskan meninggalkan ayah tanpa memberikan ayah kesempatan untuk mengenal mu lebih dalam."
Untuk bagian kenapa dia menikahi Bella. Al tidak akan memberitahu putranya. Biarkan dia dan Bella saja yang menyimpan rahasia itu.
"Apa Ayah membenci ku?"
Kini Rafael mulai paham kenapa sang ayah begitu sangat memanjakan mereka. Bahkan tidak pernah sekalipun memarahi mereka atau melarang apa yang mereka inginkan.
"Tidak, waktu itu ayah hanya merasa takut. Kau tahu, sepupu ayah mengalami hal paling menyedihkan dalam hidupnya. Dia kehilangan istrinya karena mempertahan anak mereka. Meskipun kematian ada di tanganbTuhan, tapi ayah beranggapan bahwa ibu mu akan meninggal kalau tetap mempertahankan mu.
Maaf, ayah terlalu pengecut di masa lalu,"
"Tidak apa-apa, aku paham perasaan Ayah. Bagaimanapun, jika itu terjadi pada ku, maka aku akan melakukan hal yang sama."
Yah, pria mana pun akan takut kehilangan istrinya. Rafael pun setuju dengan ketakutan sang ayah, dan merasa bersyukur ibunya memperjuangkan dirinya
di masa lalu.
"Apa penolakan Ayah pada Nathan juga karena hal itu?"
Masih segar dalam ingatan bagaimana dulu ayahnya
bertindak kekanak-kanakan saat sang ibu sedangkan hamil adik laki-lakinya. Dia bahkan pada tahap menyebalkan untuk semua orang.
"Ya, dulu ibu mu berjanji hanya akan memiliki diri mu tapi siapa yang tahu bahwa ada anak yang lahir dari rahimnya lagi. Awalnya ayah sangat ingin membuat adik mu menghilang, namun ibu mu sangat kuat begitu juga keinginan adik mu untuk tetap berada di sana dan menjadi putra kedua ayah."
__ADS_1
Rafael tidak lagi bisa berkata-kata. Dia benar-benar
baru tahu bahwa cinta ayahnya pada sang ibu sangat beresiko. Tapi syukurlah sekarang mereka baik-baik saja.