
Beda dengan lagi cerah milik Tara dan Rafael. Pagi di keluarga Cristopher. Wajah semua orang menjadi tidak enak di pandang setelah melihat kondisi Devon yang ditemukan tadi pagi oleh polisi lalu lintas.
Bukan hanya penuh luka, ada tulisan mengerikan di tubuh dan wajah pria itu. Sekarang mereka mulai menduga-duga raja neraka mana yang sudah Devon provokasi.
Putri keluarga Harris yang mendengar kondisi tunangannya setelah tadi malam masih baik-baik saja pun segera menuju rumah sakit.
Wajah nya semakin memucat ketika melibat tulisan ancaman dengan spidol merah permanen yang belum bisa di hilangkan dari tubuh tunangannya.
Tidak perlu menebak, dia tahu siapa yang sudah melakukan hal sekejam itu. Kini dia pun semakin iri dan membenci keberuntungan kakak perempuannya.
Tidak hanya menjadi nyonya Xavier, bahkan suaminya pun rela meluangkan waktunya membalaskan dendam akibat kejadian semalam.
"Apa kau tahu siapa raja neraka ini? Dan siapa wanita yang sudah kalian singgung akhir-akhir ini?"
Ayah Devon langsung bertanya pada calon menantunya Jika ditanya kenapa dia tidak tahu siapa raja neraka padahal jelas-jelas sudah banyak yang paham dengan sosoknya. Mungkin jawabannya karena, keluarga cristopher belum lama menjadi keluarga kaya sehingga hal-hal mengenai dunia bisnis belum sepenuhnya mereka ketahui.
Sedangkan Donita Grizzly Harris sudah sangat paham tentang sosok yang di sebut raja neraka. Dan kini raja neraka itu sudah tahu bahwa dirinyalah dalang di balik penculikan kakak perempuan yang secara tidak sengaja dia ketahui keberadaannya.
Sebenarnya Tara bahkan tidak tahu dan jika pun tahu dia tidak akan pernah memperdulikan kehidupan kecil Donita. Hanya saja, rasa irinya yang sudah memasuki tahap dengki membuatnya mengusik kehidupan pribadi Tara. Belum cukup kekesalannya karena sang kakak pertama begitu menjauhinya dan hanya menganggap Tara sebagai adik perempuannya. Donita semakin membenci kehidupan Tara yang begitu menyenangkan setelah menikahi pewaris pertama keluarga Xavier.
Kekayaanya bahkan tidak bisa dibandingkanvmilik keluarga Harris. Lucu memang, Tara yang sudah menjadi korban kepercayaan konyol kedua orangtuanya, kini malah di ganggu oleh adik perempuannya akibat iri.
"Maaf, Ayah. Aku tidak tahu, dan mungkin ini hanya dendam persaingan bisnis. Devon tidak pernah. berhubungan dengan wanita lain apalagi mengusik istri pria lain."
Mana mungkin Donita memberitahu calon ayah
mertuanya tentang kejahatannya.
"Baik. Mungkin benar, ini hanya persaingan bisnis." Ayah Devon begitu mempercayai Donita sebab di matanya hanya putri dari keluarga Harris yang pantas menjadi menantunya.
Tentu saja ini ada kaitannya dengan keuntungan bisnis. Keluarga Cristopher yang baru saja menaiki tangga kelas atas belum bisa berdiri dengan tegap tanpa bantuan keluarga Harris yang sudah lama berada di posisi salah satu keluarga terkaya di Negara mereka.
"Aku akan melihat Devon, Ayah."
"Baiklah, jika dia sudah sadar tolong bantu dia makan. Kondisinya sangat mengkhawatirkan."
__ADS_1
"Baik, Ayah."
Donita masuk ke dalam ruang rawat Devon. Hanya VIP biasa, dan sangat kebetulan kalau rumah sakit mereka sama dengan rumah sakit tempat Tara di rawat hanya saja berbeda lantai.
"Tuan, pria itu di rawat di sini." Jack langsung memberitahu Rafael tentang keberadaan Devon.
"Hm, apa dia tidak mati?"
Meskipun tidak berharap pria itu akan segera mati mengingat hal tersebut akan mempermudah proses hukumannya. Tapi Rafael juga enggan mendengar kondisi baik-baik dari pihalk Devon.
"Masih hidup, namun belum sadar sejak dibawa ke rumah sakit."
"Apa wanita itu sudah melihat pesan ku?"
"Sudah, dia bahkan semakin benci dan cemburu pada nyonya. Apa anda tidak ingin menyelesaikan keduanya segera dari pada membiarkan mereka mengusik kehidupan nyonya?"
"Tidak perlu, balas dendam lebih baik di lakukan secara perlahan. Aku juga akan menambah penjaga di sekitar istriku setelah ini."
Melihat pintu kamar mandi akan terbuka. Rafael dan Jack mengalihkan pembicaraan, mereka tidak berniat memberi tahu Tara tentang siapa dalang dan kebenaran identitas asli Tara.
"Bosan?"
"Ya, aku bahkan tidak bisa makan kripik kentang yang baru di beli bibi." Wajah Tara cemberut, membuat Rafael gemas sendiri.
"Baik, kita akan pulang hari ini. Kebetulan Dokter mengatakan tangan mu tidak perlu rawat inap."
Tara menjadi sangat bahagia, dia akhirnya bisa keluar dari rumah sakit dan menikmati hidup santainya di rumah sang suami. Rafael dan Jack yang melihatnya hanya bisa.menggelengkan kepala. Keduanya pun berjanji akan melindungi wanita yang sudah mengalami kehidupan paling tidak adil di dunia ini.
"Jack, urus kepulangan kami."
"Baik, Tuan." Jack pergi, sedangkan Rafael meminta Tara menunggu sebentar. Kepulangan keduanya cukup menghebohkan rumah sakit sebab Rafael memang sengaja. Dia ingin membuat Donita melihat hidup mewah istrinya sehingga iri dengki wanita itu membuatnya menderita.
Benar saja, Donita yang awalnya tidak tahu kalau kakak perempuannya di rawat di rumah sakit yang sama dengan tunangannya menjadi terkejut.
Dia memang belum mendengar kondisi Tara, hanya tahu kalau rencananya gagal bahkan gangster yang sengaja di sewa menghilang begitu saja tanpa kabar.
__ADS_1
Saat Rafael membawa Tara yang di paksa duduk di atas pangkuannya sedangkan Jack mendorong kursi rodanya menjadi fokus perhatian,
Donita melihatnya dengan mata penuh kebencian. Ketampanan Rafael membuatnya linglung dan saat ingat bahwa pria itu sangat kaya, hati Donita sakit. Bukankah selama ini dirinya adalah pusat perhatian banyak pria di ibu kota Bukankah seharusnya dia yang ada di posisi Tara, berjalan di samping Rafael dan menjadi fokus rasa iri wanita lainnya.
Tapi, semuanya hanya ilusi. Sebelum memulai, dia sudah
kalah. Dan kini orang yang paling dia benci mengambil alih. Belum lagi, ekspresi cinta di wajah Rafael. Ingin rasanya Donita maju lalu menarik Tara yang sedang menyembunyikan wajahnya karena malu dari pangkuan Rafael.
Ya, kau memang harus semakin iri. Lihat bagaimana aku sangat memanjakan kakak perempuan mu sedangkan kau yang terkenal sebagai wanita tercantik di ibu kota kalah dengan istriku.
Sebenarnya, jika di bandingkan dengan kecantikan Tara. Donita tidak ada apa-apanya. Tara cantik bahkan tanpa lapisan make up sedangkan Donita harus menggunakan make-up agar penampilannya semakin menarik.
Tara tanpa make up dan pakaian mewah sudah mencuri perhatian. Maka Donita tanpa barang mewah dan make up seperti bunga layu.
Tara di ibaratkan mawar merah, indah namun penuh duri sehingga orang-orang lebih suka.memandangnya. Sedangkan Donita seperti bunga hias biasa yang mudah di pegang namun tidak selalu menarik perhatian.
"Nona yang berpakaian putih. Kenapa anda menatap penuh kebencian pada istri ku?"
Jangan pikir Rafael puas hanya memberikan pemandangan pada Donita. Dia akan mempermalukannya agar kemarahannya sedikit berkurang.
"A-aku." Tiba-tiba di ajak bicara oleh Rafael. Donita jadi pucat, bahkan tidak sempat menghilangkan tatapanbbenci hingga orang-orang berhasil melihatnya.
"Sepertinya istri ku tidak pernah menyinggung orang lain, bahkan dia tidak pernah meninggalkan rumah tanpa izin ku. Namun sepertinya kau melihat dia seolah dia pernah memprovokasi mu."
Kini Rafael sudah berada di dekat Donita. Semua orang menjadi penasaran dan mulai berbisik-bisik tentang Donita.
Tara yang sejak awal malu dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami tiba-tiba mengangkat wajahnya lalu memandang Donita dingin.
Selain keluarga Xavier, White dan David. Tara selalu memasang wajah dingin ketika bertemu orang lain.
Donita terpana, ini kali pertama ia bisa melihat wajah kakak perempuannya. Benar-benar sangat cantik, dan dia merasa bahwa kehadirannya seperti latar belakang tidak berarti.
Bersyukur karena selama ini sosok Tara tidak di kenali orang-orang secara luas sehingga posisi wanita tercantik masih ada padanya.
Tapi, Donita pun mulai tidak yakin apakah julukan itu akan tetap menjadi miliknya ketika Tara memperlihatkan sosoknya secara luas.
__ADS_1