
Karena masih belum berniat memberitahu Rafael tentang pekerjaan aslinya. Setelah pernikahan hingga saat ini, Tara masih menggunakan bus sebagai alat transportasi.
Bukannya Rafael tidak memaksa, namun dia pun tidak berani memberikan banyak tekanan pada sang istri, takut wanita tersebut merasa tidak nyaman dan menuduhnya suami arogan.
Maka, kesulitan hari ini membuat Tara sangat menyesal. Tidak pernah sekalipun hidupnya mengalami kejadian mengerikan seperti sekarang. Awalnya, dia menggunakan taksi pribadi. Mengingat hari ini dirinya sedikit kesiangan.
Jadi taksi adalah jalan terbaik. Hanya saja, taksi yang dia tumpangi ternyata taksi yang sengaja di siapkan untuk menculiknya. Kini ia pun harus memutar otak agar bisa bebas dari para pria bertubuh kekar namun berwajah sangar. Tidak takut, Tara baik-baik saja. Dia hanya merasa ini sangat merepotkan dan membuang-buang waktu berharganya.
"Siapa yang meminta kalian melakukan ini pada ku? Aku bisa membayar kalau dua kali lipat jika kalian berniat membebaskan ku."
Ya, Tara ingin tahu siapa dalang di balik penculikan ini. Rasanya tidak mungkin keluarga Moore, mengingat kelompok ini bukan sesuatu yang bisa di bayar dengan uang sedikit.
Namun, kemungkinan dalangnya bisa menjadi Olivia. Siapa yang tahu darimana keluarga itu mendapatkan uang untuk membayar anggota gangster. Mengingat sudah berapa kali ia dan Rafael mempermalukan Olivia, pasti dendam itu sudah sangat mengerikan.
"Itu tidak penting bagimu, wanita cantik. Sekarang kau hanya harus menjadi milik kami, dan besok kami pasti akan mengembalikan mu ke rumah dengan selamat."
Jika Tara bodoh, mungkin dia akan berpikir bahwa para pria tersebut menculiknya karena mengincar kecantikannya dan hanya sekedar ingin tidur dengannya. Tapi, siapa Tara yang bisa dibodohi?
"Apa kalian yakin bisa melakukannya?"
Karena mereka tidak akan memberitahu tentang siapa bos mereka. Maka tujuan Tara hari ini hanya harus keluar dari tempat minum cahaya itu lalu membalaskan dendam nya.
Semua orang tertawa mendengar perkataan Tara. Mereka terlalu menganggap remeh Tara, mengingat tubuhnya yang kecil di antara mereka semua.
__ADS_1
Jack yang sudah tiba di depan gedung tua tempat Tara di sekap segera membawa pasukan masuk. Beruntung mereka berhasil menemukan lokasi Tara setelah curiga ada yang tidak beres dengan taksi pagi ini.
Jangan berpikir bahwa Rafael melepaskan Tara begitu saja. Dia selalu menekankan pada para bawahannya untuk menjaga Tara, dan jika sesuatu terjadi padanya atau bahkan kulitnya tergores sedikit saja. Mereka akan langsung di kirim ke neraka.
Awalnya Jack hanya bertugas menjaga Rafael. Namun setelah mendengar sesuatu terjadi pada sang nyonya dari hasil laporan bawahannya. Dia segera mengambil alih tugas, ada banyak nyawa yang akan hilang kalau dia meremehkan kejadian penculikan hari ini.
Suara tendangan kuat di pintu membuat semua orang yang di dalam terkejut tidak terkecuali Tara yang belum mengetahui kalau Rafael sengaja memberikannya penjaga.
Ketika dobrakan kedua, pintu akhirnya terlepas. Tara yang melihat kehadiran Jack langsung bernafas lega. Meskipun ada kecurigaan kenapa pria yang selalu ada di sisi suaminya bisa tahu bahwa dirinya sedang tidak beruntung hari ini.
Tanpa membuang waktu, Jack dan rekannya segera memberikan serangan. Suara pukulan dan jeritan rasa sakit menggema di ruangan Tara yang melihat momen berdarah tersebut tidak menunjukkan reaksi apapun. Bagaimanapun, dia sudah pernah melihat hal yang lebih mengerikan setelah resmi menjadi seorang Dokter.
Jack dan rekannya tidak tahu dengan hal tersebut. Sekarang mereka hanya memikirkan bagaimana cara menyelesaikan misi dengan cepat lalu membawa nyonya mereka agar tidak yang mengalami trauma.
Mereka pikir Tara sama seperti kebanyakan wanita muda yang takut dengan pertengkaran dan darah. Setelah berhasil membuat semua musuh jatuh. Jack menghampiri Tara untuk melepaskan tali yang mengikat wanita tersebut.
Beruntung dia paham dengan titik fatal di tubuh ketika terkena peluru, ditambah lagi dia sudah melihat bahwa akan ada tembakan. Tara ada akhirnya menyerahkan tangannya untuk di tembak sedangkan Jack tersungkur ke samping.
Jika dilihat dari belakang, keduanya tampak sedang berpelukan. Tapi sebisa mungkin Jack tidak menyentuh sang nyonya begitu juga Tara yang tidak suka di sentuh oleh pria asing.
Tembakan tersebut mengagetkan semua orang. Beberapa rekan Jack kembali membuat pelaku penembakan mengalami rasa sakit dan sebagiannya lagi membatu Jack dan Tara.
"Anda baik-baik saja, Nyonya? Bagaimana anda bisa mengorbankan diri anda untuk menyelamatkan saya."
__ADS_1
Jack tersentuh dengan kebaikan Tara. Bagaimanapun jika Tara tidak menyelamatkannya maka detik itu juga dia mungkin sudah mati, tapi setelah ini pun dia akan mati karena sang tuan melihat tangan istri kesayangan terluka.
"Bagaimana aku bisa membiarkan seseorang yang menyelamatkan ku mati? Sudahlah, tembakan ini tidak mengenai titik fatal ku, dan jika kalian takut sesuatu terjadi pada mu. Bawa aku segera ke rumah sakit, aku takut darah ku akan terbuang sia-sia di sini."
Sebenarnya Tara bisa saja mengeluarkan peluru itu sendiri, tapi dia masih belum bisa menunjukkan keahliannya dan alat-alat operasi kecil yang dia perlukan juga tidak ada di Jadi, jalan satu-satunya adalah pergi ke rumah sakit.
Segera, Jack membawa Tara ke mobil. Ini kali pertama Tara di gendong ala putri kerajaan dan itu membuatnya malu. Meksipun dia sudah pernah duduk di atas pangkuan Rafael, namun Rasanya berbeda sebab pria itu menggunakan robot bukan kakinya.
Bukan tersentuh atau merasa berdebar. Lagi pula Tara tahu Jack melakukannya karena takut nyawanya hilang hanya karena tembakan di tangan. Hanya saja,
Tara merasa ada yang berbeda ketika berada di pelukan Jack yang sudah seperti seorang kakak laki-laki baginya.
"Maaf, Nyoya. Saya tidak bermaksud, hanya saja ini jalan tercepat kita pergi ke rumah sakit."
Jack merasa bersalah, bahkan menerima jika Rafael mematahkan tangannya setelah ini.
"Tidak apa-apa, aku paham dan aku sudah menganggap tuan kepala pengawal sebagai kakak laki-laki ku. Jadi, tidak perlu merasa sungkan."
Tara masih sempat menghibur Jack yang sudah terlihat sangat pasrah. Sesaat, suasana mobil menjadi sangat sepi. Jack tidak pernah diperlakukan sehangat itubpada siapapun. Tara adalah yang pertama, dan penilaiannya pada istri tuannya meningkat menjadi seratus persen.
Dia berjanji akan melindungi Tara dan anak-anaknya di masa depan. Tara sudah benar-benar resmi menjadi nyonya Rafael di mata Jack.
"Terima kasih, Nyonya."
__ADS_1
"Sama-sama."
Tara tersenyum kecil ketika melihat ekspresi malu Jack setelah mendengar bahwa dia menganggap Jack sebagai kakak laki-laki. Tidak masalah, dia tidak keberatan memiliki kakak laki-laki angkat.