
akhirnya arstella Genk telah sampai di gerbang masuk kediaman Bleszynski. prajurit yang menjaga pintu gerbang berteriak membukakan pintu untuk nona dan tuan muda mereka. pintu gerbang terbuka arstella Genk masuk kedalam dengan jalan kaki tapi tidak untuk arstella karna dia sedang tertidur di pelukan sang kakak.
saat masuk pintu depan kediaman mereka, mereka sudah di senggukan dengan seorang wanita baya dengan lelaki baya duduk di kursi sambil memandang pintu masuk.
"kalian sudah pulang? ada apa dengan adik kalian? mengapa kalian sangat berantakan sekali apa yang terjadi dengan kalian?"tanya duchess velencia melihat kondisi anaknya dan keponakannya yang sangat berantakan.
sedangkan yang di tanyain hanya menggaruk tengkuk yang tidak gatal karna tidak tahu harus mulai bicara bagaimana apa lagi yang bertanya adalah singa betina salah sedikit bicara ngamuk.
"mm itu..."
"cepat kalian bicara jangan gagap seperti itu!!"ucap duchess velencia menahan nada suaranya karna tidak ingin membangunkan putrinya yang sedang tertidur di pelukan kakak laki lakinya.
"itu bibi kami tidak sengaja bertemu rombongan pemburu saat perjalanan pulang" ucap gerland Narendra memberanikan menjawab pertanyaan dari duchess velencia.
"lalu apakah mereka berbuat macam macam dengan kalian?"tanya duchess velencia sambil menggendong putri kecilnya meski anaknya sudah beranjak tujuh tahun, tapi dia menganggap putrinya masih berumur dua atau tiga tahun.
"ya bibi, itu karna kami mengetahui mereka sedang memburu naga, karna mereka takut kami menjadi penghalang untuk mendapatkan naga yang mereka incar orang itu menyuruh anak buahnya untuk menangkap kami, alhasil kami bertarung dengan tiga puluh pemburu"ucap gerland Narendra menjelaskan kilasan penyerangan tadi.
"apa pemburu naga!!!"teriak duchess velencia tidak seperti Duke tidak terkejut tapi dia tidak berteriak seperti duchess..
"ya bibi, ah sudahlah bibi saya ingin istirahat badan aku sakit" ucap gerland Narendra mencari alasan..
"oh baiklah istirahat,nanti kita akan sambung perbincangan nanti"ucap duchess velencia.
"oh ya ayah itu tolong suruh beberapa orang untuk menjemput pengawal yang ada di pinggiran hutan perbatasan. aku sudah memberi dinding agar mereka tidak di makan hewan buas" ucap Arsenal Bleszynski yang sedari tadi diam kini membuka pembicaraan.
"baik nanti ayah akan menyuruh beberapa orang untuk menjemput mereka"ucap Duke Bleszynski
arsen dan gerland berlalu dari hadapan orang tuanya menuju kearah kediaman mereka masing masing.
"sini biar aku yang gendong dia pasti berat" ucap Duke Bleszynski yang ingin mengambil arstella dari gendongan istrinya
"baiklah istirahatlah di kamar nanti saya susul" ucap Duke Bleszynski sambil menggendong arstella
__ADS_1
"baiklah saya akan menunggu anda di kamar" ucap duchess velencia yang berlalu dari hadapan suaminya,
melihat istrinya pergi dari hadapannya dia berbalik dan pergi dari sana menuju kediaman mawar dimana tempat tinggal putri kecilnya.
beberapa menit akhirnya Duke Bleszynski telah tiba di kamar arstella, dia meletakkan putrinya dengan hati hati di kasur empuknya " tidurlah putriku" ucap Duke Bleszynski sambil memandang putrinya yang terbaring di kasur " aku harap ini adalah kamu, putriku sesungguhnya" ucap Duke Bleszynski sebelum mendaratkan sebuah kecupan di kening sang putri kecilnya, kemudia Duke Bleszynski pergi dari sana saat membuka pintu dia melihat seorang wanita berpakain pelayan dan menunduk.
"Ayumi aku harap kamu bisa menjaganya, itu adalah dia, dia telah datang aku harap kamu bisa menjaganya dengan benar" ucap Duke Bleszynski pergi dari hadapan Ayumi yang belum menjawab pertanyaan Duke.
Ayumi menatap Duke sebelum di bergumam "aku akan menjaganya yang mulia" guman Ayumi sebelum masuk kedalam kamar arstella.
***********
-pagi hari di kediaman Bleszynski-
"putri bunda kamu masih ingatkan dengan janji kamu?"tanya duchess velencia sambil menarik turunkan alisnya menatap arstella.
"ya bunda arstella ingat jadi kapan kita akan mula?"tanya arstella sambil memakan puding rasa coklat.
"hm boiks bunda" ucap arstella Bleszynski yang penuh makan di mulutnya.
"adik kalau makan ada di mulut jangan bicara telan dulu"tegur arsenal Bleszynski kepada adiknya.
"baik ka aku minta maaf" ucap arstella Bleszynski.
"baiklah ayo putriku kita kedapur masak" ucap duchess velencia dengan mata berbinar binar karna dia akan masak.
setelah kepergian dua wanita berbeda umur kini hanya tinggal tiga lelaki di meja makan
satu detik
dua detik
tiga detik
__ADS_1
tidak ada pembicaraan di antara mereka yang ada hanya saling pandangan
arsen yang melihat tidak ada pembicaraan akhirnya dia beranikan diri untuk bicara kepada ayahnya.
"ayah apa aku boleh bertanya" tanya Arsenal Bleszynski kepada sang ayah. Duke yang mendengar perkataan dari putra pertamanya hanya mengangguk mengatakan jika dia di izinkan bertanya.
"apa ayah tau tentang pedang mawar merah?"tanya Arsenal Bleszynski yang takut takut berbicara kepada ayahnya.
Duke mendengar itu langsung menatap arsen " mengapa kau bertanya tentang itu?"tanya Duke Bleszynski menatap putranya
pasalnya pedang itu sudah lama hilang bersamaan dengan empat senjata lainnya saat dimana sebuah perang besar terjadi di alam dewa yang sedang berlawan dengan para iblis. banyak korban dari pihak iblis begitu juga dengan pihak dewa yang bertarung selama lima bulan tanpa henti dan dimana sebuah puncak pemenang terlihat ya itu pemenang perang berlangsung selama lima bulan itu adalah dari alam para dewa.
setelah seminggu pertarungan itu tiba² terdengar kabar bahwa dewa agung meninggal entah apa penyebabnya, setelah kematian dewa agung, kini di gantikan oleh sebuah dewa yang mana dia memiliki kekuatan alam. setelah dua harii penaikkan dewa agung.
tidak lama itu keempat dewa Dewi yang memiliki pengaruh di alam dewa di nyatakan menghilang, selama dua hari penaikkan dewa agung terpilih
itu membuat sebuah tanda tanya bagi mereka, bagai mana bisa hilang? selama tiga ratus tahun ini tidak ada tanda tanda munculnya keempat dewa Dewi yang menghilang dengan misterius itu.
"itu karna aku tidak sengaja para pemburu itu mengatakan bahwa pedang ini adalah pedang mawar merah" ucap Arsenal Bleszynski sambil memperlihatkan sebuah pedang berwarna merah biru dengan lambang bunga mawar.
Duke yang melihat pedang itu terbelalak matanya menatap pedang merah biru yang selama ini menghilang bersamaan dengan keempat dewa itu.
"dimana kamu mendapatkan pedang itu?"tanya Duke Bleszynski kepada putranya.
"itu kami mendapatnya sebuah toko dekat gank toko itu sepi tidak ada orang yang mau membeli barang disana" ucap Arsenal Bleszynski jujur.
"jadi apa ayah tau tentang pedang ini?"tanya Arsenal Bleszynski
sedangkan gerland hanya diam saja karna dia tau pedang apa yang ada di tangan kakak sepupunya, tapi dia hanya malas mengucapkannya, jadi dia hanya melihat saja sambil melirik kearah Duke Bleszynski, begitu juga sebaliknya Duke Bleszynski juga melirik kerah gerland.
"ayah akan mengatakan sesuatu kepada kamu tapi tidak disini kita di ruang rahasia" ucap Duke Bleszynski berdiri dari duduknya berjalan menuju arah pintu ruang makan.
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA
__ADS_1