
Disini terlihat arstella sedang duduk di kamarnya(academy) dia mencoba mengingat-ingat saat pembicaraan di ruangan wakil kepala academy bersama michel.
"Perebutan harta berharga? kerajaan alverzia? pertandingan? apa ada di ceritakan di novel?"guman arstella, dia mencoba mengingat-ingat plot yang ada di novel yang dia baca. beberapa menit kemudian akhirnya dia mengingat plot tentang tadi..
dimana di ceritakan lady Eliza akan mendapat sesuatu berharga yaitu berupa naga yang memiliki sihir cahaya sepertinya, naga itu bukanlah sembarangan naga, naga itu adalah naga yang berasal dari alam dewa Dewi, tapi naga itu di kurung dan di segel entah apa sebabnya naga dewa Dewi itu di kurung..... bukan hanya itu saja Eliza juga mendapatkan banyak barang berharga disana.
mengingat itu arstella tidak akan membiarkan Eliza mendapatkan barang berharga itu, meski dia di bilang egois karna merebut barang milik orang lain.. dia tidak peduli, dia tidak akan membiarkan harta berharga itu jatuh ke tangan Eliza.. apa lagi dengan sifat Eliza yang melenceng dari sifat aslinya yang di ceritakan di novel. Eliza yang memiliki sifat lemah lembut.. jika tetap membiarkan Eliza mendapatkan apa yang di ceritakan di novel entah apa yang terjadi apa lagi dengan sifat pura² polosnya itu.
"apa ini karna aku tidak membuat ulah dan membuly dia?, Jadi sifat pameran utama wanitanya berubah?"pikir arstella yang menebak nebak.
"sudahlah lebih baik aku pergi tidur dulu"ucap arstella sebelum dia membaringkan dirinya dan menutupi matanya untuk memasuki alam mimpi.
********
disisi lain terlihat duchess velencia dan Duke Afdhal sedang duduk berdua di kamar mereka dan jangan lupakan bayi mungil Leonard yang sedang menyusu badan,
disana terlihat jelas wajah masam Duke Afdhal tapi tidak dengan matanya yang menatap tajam kearah bayi mungil di pelukan duchess velencia... sedangkan bayi mungil itu tidak menghiraukan tatalan tajam yang di layangkan untuknya dia malah asyik dunianya sendiri dengan mulut yang di sumpal oleh makanan sehari-harinya.
"suamiku apa kita bawa pergi arstella dan putra kita saja dari sini? aku takut permainsuri redica membuat rencana pada putri atau dua putra kita yang ada di academy"ucap duchess velencia... perasaanya selalu tidak nyaman, saat dimana permainsuri redica yang terus saja memaksanya untuk mau menerima putrinya di tunangkan oleh putra mahkota Wiliam.
"tenang istriku semuanya akan baik² saja kita serahkan saja pada putri kita, kamu taukan putri kita pasti bisa menjaga dirinya sendiri apa lagi dengan tingkat putri kita yang sekarang aku yakin tidak ada yang bisa mengalahkannya, yang seharusnya kamu khawatir adalah kamu dan putra kita kecil ini.. bisa saja mereka akan membuat kita menjadi tahanan agar putri kita tidak bisa melakukan apa²"ucap Duke Afdhal.
"Lalu apa yang harus kita lakukan suamiku? agar aku dan putra kita tidak bisa menjadi tahanan untuk putri kita?"tanya duchess velencia, dia tidak bisa berpikir jernih.
"pergi dari sini"ucap Duke Afdhal, membuat duchess velencia langsung menoleh kearah sang suami. sebelum akhirnya dia mengangguk.
*********
__ADS_1
pagi telah tiba kini semua penduduk mau pun bangsawan dan rakyat miskin telah bangun pagi... mereka melakukan pekerjaan mereka masing² ada yang membuka toko ada yang pergi ke perkebunan, ada yang memberi ternak makan dan bermacam lainnya mereka lakukan....
sedangkan di academy semua murid hanya melakukan tugas mereka seperti mandi,makan dan belajar.
disini terlihat pangeran William atau kerap di panggil senior William.. terlihat sedang berkumpul diruang rapat bersama dengan murid yang lain... disana juga ada gerland, arsen thoender dan kai.
terlihat mereka sedang membahas tentang sesuatu yang serius entah apa yang mereka bahas, yang terpenting mereka membahas sesuatu yang membuat wajah mereka sedikit pucat, sebelum akhirnya rapat antara inti selesai (inti/ketua osis).
*********
Lady Eliza kini sedang berjalan menuju kesuatu tempat... tempat yang dia tuju kali ini adalah perpustakaan..
kini Eliza telah masuk perpustakaan dia mengarahkan pandangan kepenjuru ruang perpustakaan.
"salam lady Eliza"ucap seorang nona dari rakyat miskin..
"lady Eliza mau cari buku apa?"tanya salah satu dari mereka.. bahkan nona ini berani menggandeng tangan Eliza.
sedangkan Eliza yang saat itu sudah masuk menatap setiap rak untuk mencari seseorang.. tapi tiba² saja dia di sapa oleh segerombolan nona miskin.. mau tidak mau dia pun menjawab sapaan dari nona miskin itu.... yang lebih membuatnya marah,kesal dan jijik itu adalah seorang nona miskin mengandeng tangannya.. dia ingin berteriak untuk jangan menyentuhnya tapi dia harus menahan karna tidak ingin citra baiknya hancur.. dengan terpaksa dia membiarkan itu meski di dalam hatinya sudah memaki nona miskin di sebelahnya ini.
sampai tiba² saja pandangan tertangkap pada seorang pemuda yang dia cari tadi, karna pemuda itulah yang membuatnya harus menerus keruang perpustakaan.
"maaf saya ingin kesana.. maaf ya"ucap lady Eliza, tanpa menunggu jawaban dari nona² miskin dia langsung saja pergi kearah pemuda yang dia lihat tadi.
"salam senior William"ucap Eliza jangan lupakan rona merah di pipinya saat berdekatan dengan William.
"ya lady Eliza ada apa?"tanya William, sebenarnya dia sangat malas bertemu dengan lady di depannya ini, dia sungguh sangat risih, tapi dia sebagai senior apa lagi dia juga memegang gelar inti mau tak mau dia terkadang harus membantu lady di depannya ini.
__ADS_1
"tidak ada apa² senior William, hanya saja saya tidak sengaja melihat senior William jadi saya berinisiatif untuk menyapa senior saja.. siapa tau juga ada yang bisa saya bantu"ucap Eliza tutur kata lembut dan sopan.
"yang ada anda saja yang sering di bantu.. entah itu disengaja atau tidak disegajakan, dan sekarang dia mengatakan ingin membatu memangnya apa yang kamu bisa bantu?"batin kai yang ingin sekali melontarkan kata² tadi kepada Eliza.. tapi dia menahannya.
"Terimah kasih lady Eliza atas niat baik lady Eliza, tapi saya tidak memerlukan bantuan lady Eliza karna ada asisten saya yang akan membatu saya"ucap William ramah.
"eh begitu ya?"ucap Eliza
"Lady Eliza cari apa di perpustakaan?"tanya William kepada Eliza.
"ya cari kamulah' kamu kira cari buku"batin kai yang ingin menjawab ucapan tuannya untuk lady Eliza.
"saya sedang mencari buku tentang kisah kerajaan senior William, tapi saya tidak menemukannya"ucap Eliza dengan wajah sendu.
"ya memang gak ketemu kan ini di academy bukan di perpustakaan kerajaan dan perpustakaan ibu kota"batin kai yang lagi² membatin
"eh? buku kisah kerajaan? kai tolong bantu lady Eliza cari buku yang dia inginkan.. aku tidak bisa membantunya mencari karna aku harus bertemu dengan guru dilan hari ini"ucap William yang menyerahkan urusan lady Eliza kepada asistennya,
"Maaf nona Eliza saya tidak bisa membantu anda untuk mencari buku yang anda inginkan karna saya baru ingat kalau saya ada janji dengan salah satu guru saya permisi lady Eliza"ucap William sebelum dia pergi dari sana meninggalkan lady Eliza kepada asisitennya.
"mari lady eliza saya antarkan anda mencari buku yang anda cari tadi"ucap kai kepada Eliza.
"eh, tidak perlu senior kai, mmm sepertinya saya baru mengingat kalau saya di tunggu tuan putri windya, saya permisi dulu senior kai"ucap Eliza langsung pergi dari hadapan kai.
sedangkan kai dia hanya geleng² kepala saja melihat itu Eliza, dirinya tidak peduli tetantang lady itu, yang terpenting dia harus menyelesaikan tugasnya yang di perpustakaan sendiri.. seharusnya ini urusan tuannya tapi karna kejadian tadi dia harus sendiri melakukan tugas itu.
**********
__ADS_1