
Melihat sebuah kejadian di mana seorang perempuan dengan pakaian pelayan yang agak sedikit terbuka berani menggodanya, membuatnya sangat murka.. lelaki itu mendorong wanita itu dengan keras membuat dirinya terhampar di tembok, dan tidak sampai disitu dia menjambak rambut perempuan itu serta menyeretnya keluar.
Semua yang ada di kediaman itu hanya dapat melihat tanpa membantu bahkan espresi mereka tidak ada yang menunjukkan kasihan atau selainnya, mereka hanya menampilkan wajah datar dan tatapan tajam yang mereka layangkan kearah perempuan yang di seret itu.
"hisk...hisk tuan tolong maafkan saya, saya janji tidak akan melakukannya tolong ampuni saya"ucap pelayan yang di seret oleh tuan rumah., Bahkan saat dia melihat para pelayan dan prajurit yang ada disekitarnya dia melihat tidak ada sama sekali tatapan sedih yang hanya tatapan datar dan mata tajam membuatnya sedikit gemetar.
"Sepertinya aku salah memasuki kawasan, dan salah target, aku kira semua lelaki sama suka main perempuan mengapa aku harus memiliki takdir seperti ini"teriaknya pelayan itu dalam hati.
"Salam tuan Duke"ucap prajurit saat melihat kedatangan tuan mereka sambil membawa seorang wanita
Brakkk
Bugh..
"Seterah kalian buat apa yang terpenting perempuan ini mati, dia tidak layak hidup, jika dia masih di bagi kesempatan akan merusak hubungan orang"ucap Duke Afdhal dengan aura yang menakutkan yang keluar dari tubuhnya..
Dia bukan lelaki bejat yang suka bermain perempuan, dia adalah lelaki setia untuk pasangannya. Jika ada yang berani menghancurkan keluarga harmonis mereka akan langsung tinggal nama saja, karna menurut Duke Afdhal orang seperti itu tidak layak hidup, itu akan menghancurkan hubungan orang lain jika di biarkan hidup dan di iring waktu pasti akan banyak perempuan seperti itu.
"tuan tolong ampuni saya, saya janji tidak akan berbuat seperti itu, tolong tuan"ucap pelayan yang tidak lain marya dengan wajah memelasnya membuat Duke jijik melihat itu.
"Lakukan tugas kalian"ucap Duke Afdhal sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan itu tanpa mendengarkan teriakan sang pelayan yang memohon.
*******
Seminggu setelah kejadian seorang pelayan yang berani menggoda sang Duke telah menyebar seluruh kawasan Bleszynski.. terutama di telingan Lina.. hanya saja espresi Lina tidak menunjukkan kesedihan atau apapun setelah mendengar ibunya di siksa sampai mati, dia malah terasa senang.
Disisi lain terlihat seorang lady sedang menikmati waktunya di kereta kuda.. lima hari yang lalu gadis itu menjalankan debutante agar di akui sebagai lady yang sudah bisa menginjak usia dewasa.
__ADS_1
Kini gadis itu sedang menuju academy Ariston, untuk mendaftar sebagai murid baru di academy Ariston.
"alur cerita akan segera di mulai.. dan aku harap tidak ada pengganggu saat disana"guman seorang lady itu yang tak lain adalah arstella Bleszynski.
******
Kini kereta yang di naikki arstella sudah berada di depan gerbang acadamy, saat gadis itu ingin turun sebuah tangan muncul bukan satu tapi dua.. pemilik tangan itu adalah arsen dan gerland dengan senang hati arstella menerima sambutan tangan mereka berdua...
Itu membuat semua murid baru iri apa lagi dengan murid lama yang sudah lama mengejar gerlan dan arsen.
"Terima kasih kakak"ucap arstella Bleszynski..
"Ck bisakah kau menghilangkan asperesi wajah menyebalkanmu itu adik? Itu membuat hatiku terluka"ucap arsenal yang sedang membuat drama sambil memegang dadanya.
Dua orang yang ada di sana hanya bisa memutar bola matanya malas, makin hari makin jadi sifat arsen semakin aneh saat dia berteman dengan seorang pemuda playboi, meski playboy arsen tidak mengikuti jalannya.
"Oh aku tidak tau, dia selalu mengikutiku kemana saja biasa adik dia kan orang gak punya"ucap gerland dengan wajah andalannya. Dan hanya di angguki oleh arstella.
"Hy kalian sedang membicarakanku? Kau sangat jahat padahal aku ini kakak kalian loh"ucap Arsenal dengan wajah kesalnya.
"Sudahlah lebih baik kita bawa arstella jalan² sebelum mereka di kumpulkan untuk mengetesk bakat"ucap gerland langsung menarik tangan arstella untuk mengikutinya dan di susul oleh arsen di belakangnya.
"Ck dasar adik² menyebalkan, apa lagi dengan orang di depan itu"guman Arsenal.
Kini mereka sedang berada di sebuah taman yang ada di depan academy.. para calon murid baru tidak di perbolehkan masuk kecuali mereka sudah di terima menjadi murid tetap di acadamy Ariston.
"Kakak? Apa kakak tidak mempunyai kerjaan lain, Stella takut jika menggangu waktu kakak"ucap arstella pada 2 kakanya itu.
__ADS_1
"Tidak kami tidak mempunyai kerjaan lainnya kami hari ini libur"ucap arsen.
"Wow siapa ini? Hay lady perkenalkan saya adalah thoender arisson pemuda terpopuler di acadamy ini"ucap thoender dengan senyum khasnya yang mampu membuat para lady terposana.
Krik...krikk
hening membuat thoender menjadi malu karna tidak ada jawaban dari lady yang ada di depannya.
"Ck apa²an Lo datang² langsung ngerayu adik gue"ucap Arsenal,dia tidak suka adiknya di rayu oleh pemuda di depannya ini, apa lagi suka kerap kali ganti pasangan, dia tidak mau adiknya terluka dan sakit hati jika berpacaran dengan pemuda di depannya meski pemuda di depannya ini adalah sahabatnya.
"Apa!!! Lu serius adik Lo, jadi ini arstella yang Lo selalu ceritain"ucap thoender, dia tidak menyangka akan melihat adik dari sahabatnya.
"Sungguh lady arstella sangat cantik, seperti bunga mawar.."
"Ck jangan samain adik gue dengan bunga, dia itu tumbuhan bukan manusia seperti adikku"ucap Arsenal yang tak suka di samain adik kesayangannya dengan bunga yang tidak memiliki wajah jadi yang mananya seperti bunga?.
"Ck sungguh menggangu suasana saja"ucap thoender yang kesal dengan acaranya yang di gangu untuk merayu adik dari sahabatnya.
"Ehm"
"Salam yang mulia putra mahkota"ucap arstella yang memberi hormat saat menyadari pemuda yang baru datang tidak sendrian.
"Lady tidak perlu seperti itu, panggil saya Wiliam saja"ucap putra mahkota William, dia menatap arstella dengan lekat sedari mereka datang.
"Maaf yang mulia saya tidak bisa melakukan seperti itu"ucap arstella sambil menatap William.. hal yang terlintas di pikiran arstella adalah..
"tampan tapi tidak setampan karakter BTS, hanya biasa² saja, bahkan masih tampan ayamnya"pikir arstella
__ADS_1