Wanita Terkuat Didunia Novel Kerajaan

Wanita Terkuat Didunia Novel Kerajaan
izin pertualang


__ADS_3

di kediaman Bleszynski.


sebuah ledakan beberapa kali terdengar secara berturut-turut


bhoom.. bhoom..bhoom


"ini.. beginikah rasanya bisa berkultivasi?"ucap Arsenal Bleszynski, saat mengetahui dirinya telah menerobos ke kultivasi tahap prajurit tengah tingkat 4.


bahkan dia merasakan tubuhnya lebih ringan saat berkultivasi.. bukan hanya arsen, Duke, duchess,gerland dan yang lainnya juga sama apa yang dirasakan arsen..


bahkan Duke sudah berada di raja awal tingkat empat, duchess raja awal tingkat dua, sedangkan gerland berada di prajurit tengah tingkat tiga.


mereka ber'empat, sedang berkumpul di ruang keluarga khusus untuk keluarga Bleszynski.


"ya kau benar Gege seluruh tubuhku menjadi ringan, aku penasaran? apa yang lainnya juga sama seperti kita bisa berkultivasi"ucap gerland Narendra,


"jika kau penasaran, mengapa kau tidak tanyakan saja pada prajurit dan pelayan yang ada disini, apa mereka juga sudah bisa kultivasi"ucap duchess velencia, memberikan jawaban kepada keponakannya.


"eh'


"sudahlah, mari kita bertarung gerland, aku penasaran dengan kemampuanku saat ini? apa sekarang kemampuanku makin bertambah saat aku sudah bisa berkultivasi?"tanya Arsenal Bleszynski.


"mm' aku juga penasaran dengan kemampuanku sekarang, baiklah mari bertarung"ucap gerland Narendra menerima ajakan dari sepupunya mencoba berduel bertarung


"baiklah ayo kita kelapangan ksatria black night"ucap Arsenal Bleszynski,


"ayo"


"ayah ibu, kami pergi dulu"ucap Arsenal Bleszynski, meminta izin sebelum mereka berdua keluar dari ruang keluarga.


"ah, ada² saja dengan anak² itu"ucap Duke Afdhal, setelah kepergian kedua pemuda itu.


"sudahlah biarkan saja, bagus jika mereka berdua pergi jadi kita bisa berduaan suamiku, beberapa hari ini kita tidak bisa berduaan di karnakan pekerjaan kita yang tidak ada habisnya"ucap duchess velencia, mengeluh karna waktunya tidak ada buat suaminya, dia ingin sekali bermesraan dengan sang suami tapi tumpukan dokumen tidak bisa di tinggalkan.


"yah kau benar istriku, mari kita habiskan masa berdua kita sebelum, kita kembali pada pekerjaan kita masing ² ucap Duke Afdhal, yang langsung membawa tubuh duchess ke pangkuannya.


*******


"baiklah aku akan pergi,ku harap kalian semua bisa menjaga alam suci di saat aku tidak ada disini"ucap arstella Bleszynski.


"tentu kami akan menjaga alam suci ini Dewi agung"ucap Dewi Baruna.


"baiklah, aku percayakan pada kalian semua menjaga dan mengurus alam suci ini dan ingat jangan sampai aku mendapatkan di antara para dewa/Dewi memiliki sifat seperti dewa dulu(Fauzan)"ucap arstella Bleszynski yang tidak ingin mengucapkan nama penghianat itu.


"itu tidak akan terjadi Dewi agung, Dewi agung tenang saja"ucap dewa Zeus.


"baiklah jika begitu saya akan pergi"ucap arstella Bleszynski, dengan segera melangkah menuju sebuah portal yang menghubungkan taman mawar, taman kediaman arstella.

__ADS_1


disisi lain..


arsen dan gerland sedang beradu pedang


Ting... Trang..


arsen selalu melancarkan serangan kepada gerland sesekali dia juga mencoba menendang gerland, tapi itu berhasil di hindari oleh gerland.


"Gege, hanya beginikah kemampuan gege?"tanya gerland Narendra sambil memperlihatkan senyum mengejek. dia mencoba memprovokasi gegenya agar dia bisa lebih serius sedikit dalam pertarungan mereka,


dan hap umpan pun di makan.. arsen mencoba serius, saat mendengar ucapan sepupunya.


"kau meremehkan gegemu? baiklah jangan sampai mengeluh ok, aku akan sedikit lebih serius dalam. pertarungan kali ini"ucap Arsenal Bleszynski, dengan segera pemuda itu mengalirkan mananya ke arah pedang. lalu menyerang gerland sedikit kuat.


Trang..Trang..Trang..


"jangan menahan saja gerland"ucap Arsenal Bleszynski, yang sedari tadi terus melayangkan serangan kearah sepupunya..


"baiklah jika begitu, mari kita lebih serius"ucap gerland Narendra, dengan segera di mundur untuk mencoba melancarkan serangan..


gerland mulai berlari kearah arsen begitu juga dengan arsen yang berlari kearah gerland sambil mengayunkan pedangnya..


Trang..


mereka terus menyerang sampai dimana kedua pedang mereka terlepas dari genggaman mereka, mereka masih terus bertarung dengan tangan kosong.


bugh..


"ups' maaf Gege pasti itu sakit"ucap gerland Narendra meringis melihat arsen jatuh tidak elitnya di karnakan dirinya.


"itu tidak apa² kau cukup tangguh juga mengalahkanku"ucap Arsenal Bleszynski,


"tidak juga, andai kan tadi kita masih menggunakan pedang mungkin aku yang kalah melawan dirimu Gege"ucap gerland Narendra jujur, saat bertarung menggunakan pedang dia bisa melihat kekalahan dirinya saat bertarung melawan gegenya jika dia dalam mode serius.


"ck sudahlah lebih baik kita membersihkan diri kita, sebelum nanti sore kita berangkat ke academy"ucap Arsenal Bleszynski kepada adik sepupunya.


"hm benar, baiklah mari Gege"ucap gerland Narendra.


*******


sebuah cahaya muncul di halaman kediaman mawar dan keluarlah seorang anak perempuan yang cantik dengan rambut kepirangan(kuning dan hitam).


"aku telah sampai, lain kali aku akan belajar cara menggunakan taleport agar aku bisa kesana kemari"guman arstella Bleszynski, gadis itu berjalan menuju kearah kamarnya.


krekk


"Ayumi tidak ada disini kemana?

__ADS_1


"lebih baik aku kediaman utama siapa tau, mereka sedang berkumpul"ucap arstella Bleszynski, dia berjalan menuju kediaman utama.


dan di sepanjang jalan para pelayan dan prajurit terkejut menatap nona muda mereka yang sudah kembali.. dengan buru² mereka melaporkan kedatangan nona muda mereka kepada duchess, Duke dan para tuan muda mereka.


"dimana ayah dan bunda sekarang?"tanya arstella Bleszynski pada prajurit disana.


"Duke sedang ada di ruang keluarga bersama duchess nona muda"ucap prajurit.


"oh baiklah terima kasih"ucap arstella Bleszynski, dengan segera dirinya menuju tempat ruang keluarga.


krekkk


"ayah!! bun!!!"teriak arstella Bleszynski terhenti saat melihat orang tuanya sedang bermesraan disana.


"gila, ku rasa aku datang di waktu yang tidak tepat, tapi mengapa juga mereka bermesraan disitu, seperti tidak ada kamar saja"batin arstella Bleszynski merutuki kelakuan orangtuanya yang tidak tempat.


sedangkan Duke dan duchess terkejut melihat kedatangan putri mereka yang dia tunggu beberapa hari ini, dengan segera mereka memperbaiki penampilan mereka yang berantakan.. yang masih menempel ditubuh.


"ahh putri bunda"ucap duchess velencia yang menahan malu karna terpergok oleh putri mereka..


sedangkan Duke hanya berdeham untuk mencoba menghilangkan kecanggungan didalam ruangan itu, saat melihat istri dan putrinya sudah duduk di sofa sebelah...


entah kapan istrinya sudah bersama putrinya


"emm putri bunda itu.... kamu emm"ucap duchess velencia yang tidak tau harus mengucapkan apa, agar putrinya tidak berpikir tidak².


andaikan arstella Bleszynski bisa membaca isi pikiran duchess mungkin dia akan tertawa terbahak² apa lagi dia bukan anak kecil yang tidak mengetahui apa tentang tadi yang di lakukan orangtuanya.


"mmm ayah, bunda aku ingin bicara"ucap arstella Bleszynski.


"kamu sudah bicara"ucap Duke Afdhal ketus, karna gara² kedatangan putrinya dia tidak jadi bermesraan dengan sang istri.


"jangan dengarkan ucapan ayahmu, dia sedang sedikit kesal di karnakan banyak pekerjaan yang selalu menumpuk di ruang kerjanya yang membuat ayahmu harus tidak bisa punya waktu bersama bunda dan kalian semua"ucap duchess velencia sambil melirik tajam kearah Duke Afhdal.


"jadi putri bunda ingin bicara apa?"tanya duchess velencia.


"mm, mungkin permintaan Stella akan membuat kalian sedikit syok atau kaget"ucap arstella Bleszynski dengan wajah datar.


"aku ingin ayah dan bunda mengixinkan ku petualangan selama dua tahun"ucap arstella Bleszynski Sambil melirik Duke dan duchess yang sedang terkejut di karnakan ucapannya.


"tidak, itu tidak akan terjadi arstella, jika kamu kenapa² gimana bunda tidak mau kehilangan anak perempuan bunda"ucap duchess velencia dengan nada sedikit ditinggikan.


"tapi bunda.."


"tidak Stella bunda tidak akan membiarkan kamu pergi dari kediaman ini"ucap duchess velencia dengan suara lirih, dia belum sanggup berpisah dengan putrinya, apa lagi di luar tanpa dirinya dan suaminya itu sangat berbahaya buat putrinya tanpa perlindungan mereka.


"bunda aku mohon izinkan aku, untuk petualangan aku ingin mencoba menjelajahi seluruh dunia bawah ini, dan aku ingin menjadi kuat, agar aku bisa melindungi adikku jika bunda memberiku adik suatu saat aku kembali dari bertualang"ucap arstella Bleszynski dia sedang mencoba merayu bundanya dengan iming² adik.

__ADS_1


HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA


__ADS_2