
kini arstella sudah ada disebuah hutan.. setelah perdebatan dengan duchess yang menyuruhnya menggunakan kereta untuk berpetualang.
mungkin jika didunia asli Stella pasti dia akan menjadi bahan gosip dan tertawaan orang².
gadis itu terus berjalan sesekali dirinya melompati setiap ranting pohon seperti(Naruto)
"jadi sekarang kemana tujuanku?"ucap arstella Bleszynski, sambil menatap peta yang berada di tangannya..
"ku rasa aku akan menuju ke barat yang masih menjadi kawasan Bleszynski"batin arstella Bleszynski, gadis itu berpikir dia akan menulusuri setiap desa yang masih di berada di bawah kemimpinan ayahnya,
"baiklah mari mulai berpetualangan nya"ucap arstella Bleszynski semangat, dengan segera dia melesat kecepatan sedang menuju bagian barat di mana sebuah desa bernama Phoenix yang akan menjadi tempat tujuan pertama arstella berpetualangan.
setelah menempuh perjalan jauh arstella menghentikan perjalanannya guna beristirahat dan memulihkan kembali tenaganya yang terkuras habis dengan cara mengisi perutnya yang kosong dengan buah²an yang di dapatnya di hutan.
"sedari tadi aku tidak melihat binatang buas atau binatang sihir dalam perjalananku? apa mereka sedang berada di tempat lain?"ucap arstella Bleszynski sambil melihat kanan kiri.
"itu di karnakan nona tidak menekan atau menyembunyikan aura kultivasi nona, jadi semua binatang takut untuk keluar"ucap shandian yang masih berada di cincin dimensi
"eh' shandian? itu kau?"tanya arstella Bleszynski
"benar nona"ucap shandian.
"oh' begitu yah baiklah"ucap arstella Bleszynski, dengan segera dia menyembunyikan aura kultivasi.
"baiklah mari kita mulai berburu"ucap arstella Bleszynski, semangat mengebu-ngebu di karnakan dia akan panen besar.
arstella terus bejalan sesekali dirinya terkadang mendapatkan serangan hewan buas biasa, sampai akhirnya gadis itu sudah berada di depan gerbang masuk desa Phoenix pada hari hampir gelap.
"tolong perlihatkan identitas anda nona"ucap prajurit penjaga gerbang masuk.
arstella pun memperlihatkan indentitas aslinya, membuat prajurit gerbang masuk langsung memberi hormat kepada arstella.
"selamat datang di desa Phoenix nona muda arstella, maaf kan kami tidak mengenal nona muda"ucap prajurit penjaga gerbang masuk,
"tidak apa² saya paham paman, jadi bisakah saya masuk?"tanya arstella Bleszynski.
"silahkan masuk nona"ucap prajurit, dengan segera mereka berdua membukakan pintu gerbang masuk untuk nona muda mereka.
arstella mulai memasuki desa Phoenix, hal yang pertama di lihat arstella adalah banyak para penduduk Phoenix berlalu lalang kesana Kamari, dengan di sambut teriakan para pedagang untuk menarik para pembeli.
__ADS_1
"lebih baik saya mencari penginapan sementara untuk beberapa hari kedepan, sebelum saya melanjut perjalan ke desa selanjutnya"guman arstella Bleszynski, dengan segera gadis itu mencari penginapan untuk dirinya istirahat.
dan disinilah dirinya di depan resepsion (maaf jika salah kata)
"ada yang bisa saya bantu nona"sapa kasir itu ramah.
"saya ingin memesan satu kamaf VIP dengan fasilitas lengkap"ucap arstella Bleszynski,
"ck gaya pas²an begini sok belagu sekali ingin memesan kamar VIP, paling nanti ujung²nya nyicil"ucap salah satu kasir yang ada disana.. dia menatap hina kearah arstella di karnakan pakaian yang sederhana.
"Liza kamu gak boleh begitu, biar bagaimanapun dia adalah pelanggan"tegur kasir yang menyapa arstella ramah dia adalah Megan.
"ck"
"mm maaf nona atas ucapan teman saya, tapi kamar yang nona pesan itu agak sedikit mahal nona apa nona tetap ingin kamar VIP tadi"ucap Megan dengan perasaan tidak enak itu, di karnakan ucapan teman kasirnya yang telah menghina nona di depannya di karnakan penampilan nona didepannya ini yang terkesan sederhana membuat nona di depannya di jadikan bahan cibiran teman kasirnya.
"tidak masalah, jadi berapa harga kamar yang saya pesan?"tanya arstella Bleszynski. yang tidak mempersalahkan, tapi jika lain kali dia mendapatkan kasir itu berbuat hina lagi dia tidak akan segan² memberi pelajaran pada pelayan sok belagu itu.
"itu nona tiga keping emas"ucap megan
dengan segera arstella memberikan empat keping emas kepada kasir bernama Megan itu.
"nona ini kebanyakan"ucap Megan saat melihat koin yang di bagi arstella berlebihan.
"kamar nona di lantai tiga nomer dua tujuh, dan ini kuncinya nona"ucap Megan ramah..
dengan segera arstella pergi dari sana.. sedangkan salah satu kasir yang bernama Liza masih termenung melihat itu. dia menatap tidak percaya pada pelanggan yang dia hina tadi.
"itu tidak mungkin, mungkin dia memberi bonus kepada Megan agar aku bisa bersikap baik dengannya dan melayaninya dengan baik, jika dia berpikir seperti itu sungguh pikiran dangkal"batin liza.yang berpikir tidak² tentang arstella.
sedangkan gadis itu sedang berbaring di ranjangnya sebelum dia akan membersihkan dirinya dan mencari makan di luar untuk mengisi perutnya yang kosong.
*********
kini arstella sudah bersiap untuk keluar mencari makan, meski penginapan di tempatnya bisa menyajikan makan, tapi arstella mau tetap di luar mencari makan, sesekali dirinya berjalan² melihat² desa Phoenix ini.
arstella segera menurunin tangga.. tak..tak..tak..
setelah menurunin tangga arstella segera berjalan keluar dari penginapan itu dan mencari sebuah restoran
__ADS_1
arstella berjalan jalan sambil melihat di sekitarnya.. sampai tibalah dia berada di depan restoran.. gadis itu pun melangkah masuk dan mencari meja kosong dan pandangannya tertuju pada sebuah meja di paling pojok dengan segera dia kesana..
"nona ingin makan apa?"tanya pelayan itu saat arstella sudah duduk di kursinya sambil melihat menu yang terdaftar.
"saya ingin memesan daging bakar, cumi pedas, sup daging dan minumannya saya ingin teh hangat, dan jus jeruk"ucap arstella Bleszynski mengatakan makanan yang dia inginkan.
"baik nona tolong tunggu sebentar"ucap pelayan itu yang sedang menulis pesanan arstella sebelum pergi meninggalkan meja gadis itu.
sambil menunggu arstella melihat para pengunjung restoran, ada yang sedang makan, asyik bercanda bergosip dan lain²nya.
"ini nona pesanan anda silahkan di nikmati"ucap pelayan restoran yang meletakkan menu² apa saya yang arstella pesan..
"saya permisi nona"ucap pelayan itu.
setelah Kepergian pelayan itu, arstella dengan segera menyantap makanan yang dia pesan.. baru setengah makanan yang di makan, keributan pun terjadi.
terlihat seorang perempuan berumur 11 atau 12 tahun sedang marah di karnakan Restoran yang di datangi telah terisi penuh tidak ada meja lagi kecuali meja pojok yang di tempati oleh arstella.
dengan segera anak perempuan itu berjalan kearah meja arstella.
"kamu segera pindah dari sini karna saya akan menempati meja ini"ucap perempuan itu kepada arstella.. dengan wajah angkuhnya.
sedangkan arstella hanya mengangkat kepalanya guna melihat siapa perempuan yang menyuruhnya pindah saat melihat siapa perempuan itu, dia segera menjawab
"jika kau ingin menempati meja ini sepenuhnya tunggulah aku selesai makan, tapi jika kau ingin sekali makan dan tidak bisa menunggu aku selesai makan maka duduklah makan bersama"ucap arstella Bleszynski santai dan kembali melanjutkan makannya setelah mengucapkan sepatah kata.
perempuan yang mendengar ucapan arstella geram.. dia kira dirinya mau makan bersama dengan rakyat miskin sepertinya dan apa tadi menunggu selesai makan.
tanpa aba² perempuan itu langsung menyingkirkan semua pesanan arstella yang masih banyak, sampai membuat makanan gadis itu berceceran di lantai.
arstella melihat makanannya di buang oleh gadis di depannya membuatnya marah, tanpa aba² dia juga langsung menendang perut anak perempuan angkuh itu membuatnya terlempar dan terhempas tembok.. bersamaan itu teriakan para pengunjung restoran pun terjadi.
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA
MAAF JIKA JALAN CERITANYA TIDAK MENARIK JALAN CERITA YANG LAINNYA😊🙏
versi dewasa shandian
__ADS_1
versi kecil shandian