
kini arstella sudah berada disebuah pintu besar,yang di lapisi oleh sebuah sihir. gadis itu menatap segenap pintu itu, dia melihat ada sebuah sihir yang melindungi pintu itu,
"ini adalah sihir suci' memangnya apa di balik pintu ini, sampai² sihir suci sangat melindungi tempat ini"pikir arstella Bleszynski sambil menatap pintu itu yang di lapisi oleh sihir suci ,
"apakah ada sebuah harta Karun yang tersimpan disini?"tanya arstella Bleszynski,memastikan jika didalam itu ada sebuah barang langka yang membuat pintu itu dilapisi energi suci agar para kegelapan tidak bisa membukanya.
"jika aku menggunakan sihir cahayaku apakah sihir di pintu ini merespon sihirku?tanya arstella Bleszynski, dengan keyakinan gadis itu mencoba menggunakan sihir cahayanya untuk membuka pintu itu. beberapa menit sebuah getaran terjadi dengan bersamaan sihir cahaya suci di pintu itu menghilang.
"ehh bisa? aku kira tidak, karna kan aku juga memiliki sihir kegelapan"guman arstella Bleszynski.
gadis itu membuka pintu itu, dan masuk kedalam. dia melihat sekelilingnya, tidak ada hal yang menarik didalam ruangan itu kecuali sebuah peti yang terdapat sebuah mantra segel disana.
"segel? apa ada sesuatu didalam peti itu sampai² peti itu harus disegel juga"ucap arstella Bleszynski dia makin penasaran dengan isi peti itu,, tadi pintu masuk ada sebuah sihir, sekarang di peti ini juga disegel apa ada barang berharga didalamnya.
"dari pada aku makin penasaran, lebih baik aku lepaskan saja mantra yang ada peti itu"ucap arstella Bleszynski, untung saja dia sudah hapal sebuah mantra seperti yang ada di peti itu.
gadis itu membuat sebuah pola yang rumit dan dia membaca sebuah mantra untuk melepaskan segel yang ada di peti itu. seketika itu juga
bhoom
mantra pun akhirnya menghilang di peti itu.
******
sedangkan di lapisan langit yang paling atas... terdapat seorang lelaki yang sedang duduk di atas singgasananya.
"akhirnya putraku telah bangun dari tidur panjangnya, aku penasaran siapa orang yang sudah membebaskan putraku dari tidur panjangnya"guman lelaki itu, dengan sorot mata tajam
sedangkan di dunia bawah telah terjadi sebuah fenomena terlihat langit malam berbeda dari biasanya, bahkan hawanya tiba² mencekam membuat para penduduk langsung tergelatak tak sadarkan diri karna tidak bisa menahan aura yang sangat menekan itu.. tidak jauh beda dengan kerajaan alverzia semua prajurit dan pelayan juga sama terbaring di lantai.
berbeda dengan empat orang yang ada disana, mereka masih bisa bertahan dari tekanan yang muncul secara tiba².
__ADS_1
"tekanan apa ini? sampai² membuat seluruh prajurit dan pelayan tergeletak tidak sadarkan diri"ucap seorang lelaki yang baru saja di angkat menjadi raja oleh arstella dia adalah arzero, dia juga merasakan tekanan ini, tapi dia mencoba melindungi dirinya.
"saya juga tidak tau, apa lagi dengan asal keberadaan aura ini"ucap meralda Narendra.
sedangkan orang yang menjadi penyebabnya sedang mencoba membuka peti itu.
krekk
terdengar suara saling bergesekan...
"mengapa orang ini ada dalam peti ini? bahkan bukan itu saja dia bahkan disegel dari luar peti
"apa ini baru² saja terjadi? tapi jika baru² terjadi mengapa saya tidak mengetahui soal itu"ucap arstella Bleszynski.
dia penasaran siapa orang yang berbuat seperti ini, bahkan memasuki seorang pemuda dalam peti dan disegel.
gadis itu mencoba menyentuh wajah pemuda itu yang sedang tertidur didalam peti, saat tangan itu memegang wajah pemuda itu, seketika muncul sebuah asap berwarna hitam di kening pemuda itu, lalu menutup seluruh tubuh pemuda yang terbaring itu.
"apa' kenapa aku tidak bisa bergerak"batin arstella Bleszynski yang mencoba untuk mundur dengan cara mengesot.
sedangkan asap hitam kini berlangsung menghilang dengan bersamaan pemuda yang ada dalam peti itu membuka matanya, pertama kali yang dilihat pemuda itu adalah langit² dinding lalu dia menoleh kesebelah kanan dan kiri hanya melihat sebuah kayu. yang sangat dekat dengan dirinya, lantas pemuda itu bangun dari tidurnya dan dia menoleh kearah seorang gadis yang sedang asyik memaksakan dirinya bergerak..
pemuda itu lantas keluar dari peti dan berjalan menunju kerah perempuan yang sedang meringkuk.
"apakah kami yang membangunkanku?"tanya pemuda itu.
sedangkan arstella yang sedang asyik meringkuk di kejutkan dengan suara dari samping, dengan cepat gadis itu menoleh kearah suara itu.
deg..
Jantung arstella berdetak kencang saat melihat pria yang berada dalam peti kini sudah ada didekatnya berdiri sambil menanyai sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"apa kamu yang membangunkanku?"tanya pemuda itu sambil menatap arstella.
"maaf' jika aku membangunkanmu aku tidak bermaksud"ucap arstella Bleszynski, baru kali ini dia merasakan ketakutan pada seseorang, apa lagi dengan pria yang baru saja bangun dari petinya.
"kau tidak perlu minta maaf, bolehkah aku tau siapa namamu"tanya pemuda itu sambil memandang arstella lekat yang sedang menundukkan kepalanya.
"saya arstella Bleszynski"ucap arstella Bleszynski, memperkenalkan namanya pada pria peti ini.
"baiklah arstella kau akan menjadi adikku"ucap pemuda itu yang langsung membuat arstella langsung mengangkat kepalanya menatap pemuda itu.
"maksudnya?"tanya arstella Bleszynski,
"sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, aku akan memperkenalkan nama saya"ucap pemuda itu.. "nama saya adalah vernando pangeran kematian"ucap pemuda yang bernama vernanado.
"pangeran kematian"ucap arstella Bleszynski,
"ya saya adalah pangeran kematian"ucap vernando
"lalu jika anda adalah seorang pangeran kematian, lantas mengapa anda bisa berada didalam peti itu"tanya arstella Bleszynski. dia sangat penasaran bagai mana bisa seorang pangeran kematian bisa ada di dalam peti.
"itu karna aku membuat ulah pada masa seratus ribu tahun"ucap vernando.
"memangnya pangeran kematian membuat ulah apa, sampai² anda bisa berada didalam peti itu selama seratus ribu tahun"tanya arstella Bleszynski.
"itu karna" eh sebelum aku menjawab pertanyaanmu kau harus memanggilku kakak atau Gege juga bisa"ucap vernando kepada arstella.
"Gege? itu panggil pada zaman kuno, yah meski ini juga kuno tapi tempat ini agak berbeda dengan namanya kuno"batin arstella Bleszynski
"mm, baiklah kakak"ucap arstella Bleszynski, membuat vernando tersenyum saat mendengar sebutan itu.
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA
__ADS_1
MAAF JIKA LAMBAT UPDATE DI KARNAKAN SAYA PULANG KE RUMAH ORANG TUA SAYA, DAN KEBETULAN DISANA JARINGANNYA ENGGA ADA.