Wanita Terkuat Didunia Novel Kerajaan

Wanita Terkuat Didunia Novel Kerajaan
trisula dewa laut


__ADS_3

disebuah tempat tersembunyi terdapat dua istana, hanya saja istana ini bergabung dengan disisi kanan berwarna putih lalu sisi kirinya berwarna hitam.


terdapat seorang perempuan berambut ungu kebiruan duduk di singgasananya.


"mengapa perasaanku dari tadi terasa tidak nyaman? apa terjadi sesuatu dengan putraku?"ucap seorang perempuan..


"lebih baik aku melihat dengan bola sihirku, dari pada aku bertanya² sendiri seperti orang bodoh"ucap wanita baya itu.. wanita itu mulai merapalkan mantra dan seketika bola sihir itu bercahaya, dan menampilkan dua pemuda di ikat. dan seketika raut wajah perempuan itu menghitam.


bhoooo


sebuah luapan mana dari perempuan itu dia melepaskan auranya karna sangat marah melihat apa yang ditunjukkan oleh bola sihirnya.


"beraninya dia melukai putra dan keponakanku, apa dia sudah tidak sayang dengan nyawanya"ucap perempuan itu, dengan seketika dia turun dari singgasananya.


********


sedangkan tempat yang menjadi kurungan dua pemuda itu sedang di seret oleh beberapa prajurit, gerland terus memberontak dan akhirnya dia mendapatkan sebuah cambukkan oleh prajurit.


"ck dasar anak sialan"maki prajurit itu langsung melayangkan cambuk kepunggung gerland


ctaar


"aaaaa"teriak gerland kesakitan.


"gimana apa sakit? makanya jangan memberontak anak sialan"ucap prajurit melayangkan lagi cambuk kepunggung gerland, membuat gerland tak sadarkan diri karna mendapat beberapa kali cambukkan..


*********


sedangkan di dalam aula terlihat beberapa prajurit mulai menyerang kearah Duke Bleszynski saat mendengar titah dari raja untuk menyerang mereka


Duke Bleszynski juga tidak tinggal diam dia juga mengeluarkan pedangnya, karna lawannya kali ini orang yang hanya ahli dalam pedang..


Trang


chasss


begitulah suara pedang beradu dan suara pedang yang memenggal tubuh musuhnya.


dilain sisi duchess juga melawan orang beradu pedang, tapi karna duchess tidak pandai menggunakan pedang maka dia menggunakan sihirnya yaitu sihir tumbuh yang mampu mematikan lawannya dengan satu kali sentuhan karna sihir tumbuhan sang duchess memiliki sebuah racun yang mematikan. penawar dari racun itu hanya bisa menggunakan dara sang duchess saja.


sedangkan arstella dia ada di tengah² kedua orang tuanya, dia hanya berdiri santai sambil memperhatikan orang tuanya berkelahi


( wah, ayah sangat hebat, patut aja dia ditakuti semua kerajaan lihatlah dalam satu kali ayunan pedang saja langsung mengenai empat korban)batin arstella Bleszynski lalu pandangannya teralihkan kepada bundanya.

__ADS_1


("bunda juga tidak kalah hebat, memang pantas untuk bersanding dengan ayah")batin arstella Bleszynski.


raja yang melihat prajurit berpedangnya kalah dia meminta panglima arben untuk memanggil ahli dalam sihir.


"panggil pasukan penyihir masuk"perintah raja Zein yang sedang asyik duduk di singgasananya, sambil menatap kearah bawah singgasananya yang sedang berperang, tiba² saja pandangannya teralihkan kepada duchess..


"hm duchess tidak kalah kuat juga, memang pantas menjadi pendamping Duke Bleszynski, tapi jika Duke Bleszynski gugur dalam berperang maka pasti istrinya akan menjadi janda... tapi itu tidak akan terjadi karna aku akan mengangkatnya menjadi selir.. sayang bukan kalau di sia²kan wanita secantik dia apa lagi lekuk tubuhnya"ucap raja Zein yang berpikiran mesum sambil membayangkan duchess velencia dibawah kungkungannya, memikirkan itu saja dia sudah tidak sabar.


Duke Bleszynski yang sedang asyik menyerang prajurit membabi buta dikejutkan oleh sebuah bola api melesat kearah dirinya dia ingin menghindar tapi tidak sempat, tapi saat menunggu lama dia tidak merasakan apapun dan dia melihat kesampingnya disana dia melihat putrinya menghalau bola api itu agar tidak mengenai dirinya.


"apa ayah baik² saja?"tanya arstella Bleszynski kepada ayahnya.


"ayah baik² saja terimah kasih sudah membantu ayah untuk menghalau serangan bola api tadi"ucap Duke Afdhal yang di angguki oleh arstella.


"baiklah putri ayah bisa mundur, biar ayah saja yang melawan mereka"ucap Duke Afdhal kepada putrinya.


"baik ayah"ucap arstella Bleszynski menuruti ucapan ayahnya.


"ck sungguh menjijikan kalian, main menyerang dari belakang"ucap Duke Afhdal. tapi tidak digubris oleh mereka,


"kami tidak peduli, yang kami peduli adalah mengalahkan anda, meski itu harus berbuat curang"ucap salah satu penyihir.


"oh begitu ya, baiklah"ucap Duke Afdhal, Duke Afdhal memejamkan matanya. tiba² dari dahi/kening Duke Bleszynski muncul sebuah cahaya dan keluar dari dahi Duke Bleszynski.


bhooom..


sebuah tabrakan antara sihir memicu kemunculan asap, saat asap mulai menghilang terlihat sebuah trisula berdiri Kokok didepan mereka tanpa di pegang


para penyihir yang melihat itu terkejut melihat sebuah senjata lagendaris yang hanya dimiliki oleh seorang dewa laut bernama Poseidon, berada ditangan seorang Duke? mereka larut dalam pikiran, tanpa mereka sadari bahwa nyawa mereka dalam bahaya


mendapatkan kesempatan itu duchess melancarkan aksinya"kini gilaranku"ucap duchess velencia yang mengejutkan mereka, saat melihat duchess yang sudah bersedia menyerang balik mereka dengan bongkahan es yang sangat tajam itu


belum sempat mereka merapalkan mantra untuk membuat dinding, duchess sudah melancarkan aksinya. akhirnya mereka terkena tusukan bongkahan es dari duchess.


banyak para penyihir terluka parah ada juga yang merenggang nyawa karna tertusuk dari kepala dan dada..


***********


melihat kekalahan para penyihirnya, membuat raja berdecih, sebelum dia menyuruh panglima arben mengambil tahanan mereka yang terakhir agar Duke mau pun duchess tidak bisa melawan.


"kalian ambil tahanan terakhir segera"perintah raja Zein kepada panglima arben.. panglima arben segera berlalu dari sana sebelum Duke dan duchess menyadari kepergiannya.


sedangkan para bangsawan masih terdiam kaku melihat keganasan Duke dan duchess melawan prajurit kerajaan. bahkan mereka semakin terkejut saat melihat Duke memiliki senjata yang hanya dimiliki oleh dewa laut... mereka menanyai identitas sebenarnya Duke.

__ADS_1


"bukankah itu trisula dari kerajaan laut yang dimiliki oleh dewa Poseidon? mengapa bisa senjata laut itu bisa berada ditangan Duke? apa Duke memiliki identitas yang tak sederhana itu? apa lagi mengingat ibunya yang sangat misterius itu"ucap salah satu bangsawan, mengingat saat bertemu dengan permainsuri amfitrite yang sangat misterius mengingat itu dia menjadi merinding apa lagi sang permaisuri dulu pernah menenggelamkan sebuah kerajaan karna berani mengusiknya.


(kembali ke Tofik)


*********


melihat para penyihir sudah tidak berdaya Duke langsung mengalihkan pandangannya kepada orang yang sedang duduk di singgasananya sambil menonton pertarungan.


"Anda sudah kalah yang mulia"ucap Duke Afdhal dengan nada dingin sambil menatap raja alverzia.


ha..ha..ha..


"Anda salah Duke, saya belum kalah"ucap raja Zein tertawa di singgahsananya.


"apa lagi yang anda rencanakan, raja pengecut"maki duchess velencia yang melihat tidak ada rasa kasihan dimata sang raja melihat prajurit dan penyihirnya gugur malah dia memiliki rencana lainnya, apakah mereka menganggap nyawa adalah sebuah permainan.


"kau akan melihatnya sendiri nanti duchess sayang"ucap raja Zein menatap mesum kearah duchess.


"jaga mata anda yang mulia"ucap Duke Afdhal melihat tatapan mesum dari raja alverzia kepada istrinya, membuat dia makin marah.


"ah maaf Duke, tapi kamu harus tau karna tidak lama lagi istrimu akan menjadi milikku, aku tidak sabar merasakannya saat dia ada dibawah kungkunganku"ucap raja alverzia menyulutkan api kemarahan di dalam diri Duke.


"kau beraninya ka.."


bugh.. bugh..


perkataan Duke Bleszynski terhentikan melihat dua pemuda yang dia kenali tergeletak dilantai bersimbang darah.


"gerland, arsen!!!"teriak duchess melihat anak dari adiknya terluka beserta putranya.


"Bu..nda..


AAAAA...


teriak arsen saat tangannya di injak oleh seseorang tak lain panglima arben.


sedangkan arstella yang sedari terdiam kini tersulut emosi melihat kedua kakaknya yang tak berdaya membuatnya tidak bisa mengendalikan amarahnya


seketika asmofera di dalam aula berubah mencengkram


tiba² sebuah jarum melayang dan menyucuk kaki panglima perang itu membuatnya berteriak kesakitan


HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI, JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA

__ADS_1


__ADS_2