
masih di sebuah restoran..
uhuk.. uhuk "beran. AAAAAA"teriak perempuan itu saat arstella menarik rambutnya.
"beraninya kau membuang makananku apa kau tidak di ajarkan orangtuamu cara menghormati makanan ha"bentak arstella Bleszynski sambil menghempaskan anak perempuan itu.
"kau, kalian semua kenapa diam saja serang anak perempuan itu"geram anak perempuan itu saat melihat pengawal dan pelayanannya hanya melihatnya dia di seret oleh anak perempuan yang di bawah umurnya.
"baik nona"ucap pengawal yang mengawal anak perempuan tadi, dengan segera dia berjalan kearah arstella bermaksud ingin menangkap memegang pergelangan tangan gadis itu dan memberi pelajaran pada arstella karna telah berani bersikap kasar pada nonanya
tapi sebelum tangan itu menggapai pergelangan tangan arstella, dengan seketika gadis itu membuat sebuah gerakan yang mampu membuat pengawal itu tergeletak di lantai satu kaki gadis itu menginjak perut pengawal itu.
"ha bagai mana bisa anak seumur delapan atau sembilan bisa menumbangkan pengawal yang jauh lebih tangguh itu, siapa anak perempuan ini?"batin orang² yang ada di restoran itu.
"kalian tunggu apa lagi cepat serang anak perempuan itu aku tidak mau tau mau dia mati atau terluka anak itu harus tertangkap karna sudah berani menendang ku dan menarik rambutku"ucap anak perempuan itu yang belum di ketahui namanya lagi. dia tidak terima perlakuan ini, saat pulang nanti dia akan mengadukan ini semua kepada ayahnya.
sedangkan para pengawal nona angkuh tadi kini mengeluarkan senjatanya dari balik selongsongnya
arstella juga tidak tinggal diam di juga mengeluarkan senjatanya dari cincin mutlaknya
"serang!!!" teriak pengawal nona angkuh itu. dengan segera perkelahian pun tidak di elakkan lagi.
Trang..tring..Trang..
bunyi pedang yang bergesekan, arstella melompat saat sebuah pedang menuju kearahnya dengan segera gadis itu melompat ke arah meja makan sebagai pijakannya sebelum dia menendang kepala pengawal yang berada di dekatnya.
bug..
brukk..
tiga pengawal yang melihat rekannya tumbang menjadi sangat murka "anak perempuan ini tidak bisa di anggap remeh"batin mereka bertiga.
__ADS_1
dengan segera mereka menyalurkan mana kearah pedang mereka guna menyerang arstella, jika mereka tidak bisa mengunakan senjata maka mereka akan menggunakan sihir, apa lagi mereka bertiga sudah berada di prajurit akhir tingkat tiga jadi bisa mengalahkan anak perempuan di depannya ini apa lagi mereka merasakan tidak adanya mana kultivasi di tubuh anak perempuan ini.
tanpa mereka ingat dari mana anak perempuan itu bisa mendapatkan senjata jika bukan dari ruang rahasia yang hanya bisa di guna jika memiliki mana. sungguh ingatan yang buruk.
"lebih baik sekarang menyerahlah sebelum saya tidak akan mengampuni nyawa anda nona kecil"ucap salah satu tiga pengawal itu.
sedangkan arstella hanya menyungging senyum tipis melihat para pengawal itu..
"ku rasa aku harus segera menyelesaikan ini, karna aku ingin beristirahat' jadi mari kita selesaikan semuanya hoam"menguap arstella Bleszynski sambil menutup mulutnya.
"ck jika itu keinginanmu baiklah mari kita selesaikan ini"ucap mereka bertiga.
dengan segera arstella melesat kearah tiga pengawal itu.
srekk
bug..
"aaaa singkirkan kepala itu!!!"teriak anak perempuan itu ketakutan, ini pertama kalinya dia melihat sebuah kelapa terpisah dari tubuhnya dengan jarak dekat, biasanya dia melihat pemenggalan itu di jarak jauh bahkan saat kepala itu terpisah dia sangat senang bahkan dia tidak merasakan ketakutan atau berteriak, tapi sekarang melihatnya dengan jarak dekat membuatnya langsung histeris ketakutan, dia seperti merasakan bahwa kepalanya tidak lama lagi lepas dari tubuhnya.
anak perempuan itu berpikir dia harus pergi dari sini dia harus menyelamatkan nyawanya sebelum kembali membuat perhitungan kepada anak perempuan yang telah membunuh pengawalnya
sedangkan arstella setelah memenggal kepala pengawal satunya, kini pandangannya tertuju pada dua pengawal di depannya yang sedang menggigil ketakutan.
"kenapa kalian diam? mari kita main? kalian tahu aku sudah lama tidak merasakan rasanya membunuh orang dan menyayat orang"ucap arstella Bleszynski sambil mengeluarkan 0,3% tekanannya kepada dua pengawal itu, membuat pengawal itu seketika lemas
"mengapa tekanan anak ini sangat kuat? siapa anak perempuan ini"batin mereka berdua, sepertinya mereka telah
"tidak nona tolong ampuni kami, kami mengaku salah"ucap pengawal itu.
"maaf kata pengampunan tidak ada di kamus ku apa lagi yang mengucapkan dari mulut kalian"ucap arstella Bleszynski
__ADS_1
gadis itu berjalan kearah dua pengawal itu, dia mengambil belati dari cincin dimensinya.
"mari aku beri tahu kalian bagaimana rasanya tersiksa, sebelum kalian masuk ke alam baka"ucap arstella Bleszynski sambil tersenyum manis terhias di wajahnya. membuat orang² yang melihat itu merinding
arstella mulai menyayat salah satu mangsanya mulai dari tangan, dia mengiris dan mencongkel kuku pengawal itu setelah mencongkel semua kuku pengawal itu, dia pun memontong² jari itu hingga tersisa lengan dan telapak tangan
jari² yang di potong di masukkan ke mulut salah satu teman pengawal itu.
"Giman rasanya enak gak"ucap arstella Bleszynski kegirangan jiwa psikopat seketika muncul.
gadis itu kembali menyayat pengawal itu di bagian perut membuatnya kesakitan dia bahkan sudah berteriak, karna
gadis itu mencoba mengambil kulit perut pengawal itu.
orang yang melihat apa yang dia buat anak berusia delapan tahun itu bergerikngeri
"anak siapa ini? mengapa di umur delapan tahun anak ini sudah sangat kejam bahkan dia tidak takut saat mengikuti orang"batin orang² saat melihat itu.. mereka bahkan ada yang muntah dan pingsan karna tidak tahan melihat penyiksaan itu.
"nah karyaku sangat indah bukan, sekarang giliran kamu"ucap arstella Bleszynski sambil menatap pengawal yang tadi dia suapi oleh jari² rekannya.
sedangkan rekannya yang satu dia sudah menggigil ketakutan karna tatapan dari anak perempuan di depannya "mengapa ada anak perempuan yang tidak berperasaan, bahkan dia sangat senang melihat orang yang disiksa berteriak kesakitan"batin pengawal itu, nasib pengawal dan rekannya itu sungguh kasihan karna harus di pertemukan dengan arstella yang berjiwa Stella seorang mafia yang di takuti di dunia modern.
sedangkan anak perempuan angkuh tadi tubuh anak itu bergetar hebat, dia sangat ketakutan apa lagi dia melihat penyiksaan itu di depan matanya apa lagi jarak mereka sangat dekat.
"tidak, aku tidak mau mati, aku masih ingin hidup"batin perempuan angkuh itu, dia menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin bernasip sama dengan pengawalnya...
dengan segera perempuan angkuh itu mundur perlahan² kearah pintu luar.. sedangkan arstella mengetahui bahwa anak perempuan angkuh itu ingin kabur pun membiarkannya, karna dia akan menunggu apa yang akan selanjutnya perempuan angkuh itu lakukan jika dia selamat dari dirinya.
"cepatlah pulang dan mengadulah kepada orangtuamu, sebelum nyawamu akan terpisah dari ragamu"batin arstella Bleszynski
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA
__ADS_1